Minggu, 23 November 2014

Sebuah Kasus Pembunuhan di dalam Area (Bagian 5)

Bagian 5

Aku yakin bahwa dia tidak tertarik dengan klausa 'Aku akan mentraktirmu' yang kuucapkan, tetapi aku benar-benar terkejut ketika dia benar-benar muncul 30 menit kemudian setelah Asuna mengirim pesan kepadanya.
Ketika melihat tubuh yang besar dan tegap itu keluar dengan tanpa suara dari gerbang transfer pusat dari kota Algade, banyak pejalan kaki yang berjalan di sekitar alun-alun memulai sebuah keributan. Pria ini memiliki sebuah jubah berwarna merah gelap dan rambut pirang yang terikat ini, dan dia tidak membawa senjata apapun di pinggang ataupun punggungnya—membuat seseorang bahkan dapat menghubungkannya dengan profesi «Magician» yang tidak ada di dalam SAO. Pemimpin dari guild «Knight of Blood» dan pendekar pedang terkuat, sang «Holy Sword» Heathcliff, melihat kami, dan segera menaikkan kedua alisnya sebelum bergerak mendekat seakan-akan dia sedang meluncur.
Asuna dengan segera membungkuk dengan gesit dan dengan cepat menjelaskan,
"Pemimpin, maaf untuk memanggilmu dengan sangat tiba-tiba kesini! Idiot in... tidak, orang ini tidak mendengarkan perkataanku dan bersikeras untukmu datang kesini tidak peduli bagaimana caranya...!"
"Tidak apa-apa. Aku juga ingin makan siang. Lagipula, jarang bagi «Black Swordsman» Kirito-kun untuk mendapat kesempatan untuk mentraktirku juga. Aku perlu menghadiri rapat dengan anggota dari grup perlengkapan sore ini, jadi aku dapat bertemu denganmu sekarang."
Heathcliff berkata dengan sebuah suara tenor halus yang memiliki sebuah tekad baja dibaliknya, dan aku memandangnya dan mengangkat bahu, berkata,
"Kamu berhasil menahan monster itu di dalam pertempuran bos di lantai ini selama sepuluh menit, jadi aku dapat berterima kasih kepadamu dengan mentraktirmu. Aku juga dapat memberitahumu beberapa berita terbaru yang menarik."
Aku membawa para pemimpin dari guild terkuat KoB, dan menuntun mereka ke restoran paling aneh dari yang pernah terlihat di Algade. Aku tidak terlalu suka makanan disini, tetapi suasana keseluruhan yang diciptakan oleh restoran ini entah bagaimana kelihatannya telah menyentuh benang-benang emosiku.
Setelah bergerak di gang sempit yang seperti jalanan yang simpang siur selama 5 menit, aku berbelok ke kanan, menuruni tangga, mengarah ke kiri dan menaiki tangga. Ketika toko itu akhirnya tampak di tempat yang sedikit redup, Asuna berkata,
"…Kamu akan menuntunku keluar juga, bila tidak aku tidak akan dapat kembali ke alun-alun."
"Aku dengar bahwa ada beberapa orang yang tidak membawa teleport crystal mereka dan tersesat, dan setelah berjalan selama setengah hari, mereka masih tidak dapat keluar."
Aku dengan sengaja menunjukkan sebuah senyum dan menakuti Asuna, dan Heathcliff segera menjawab,
"Kamu hanya perlu membayar seorang NPC di jalan 10 col dan mereka akan mengirimmu kembali ke alun-alun. Tentu saja, bila kamu juga tidak memiliki uang sebanyak ini..."
Setelah mengatakan hal ini, dia dengan lemah-lembut menepukkan kedua tangannya dan dengan cepat berjalan ke dalam toko. Asuna tampak kebingungan ketika kami mengikutinya.
Toko sempit ini sesepi yang aku duga. Setelah memilih sebuah meja murah dengan empat kursi, aku memesan 3 «Algade Noodles» dari pemilik toko yang terlihat muram dan meminum air es yang ada di gelas. Asuna duduk di sebelah kiriku dan berkata dengan sebuah ekspresi yang menggemaskan,
"Mengapa hal ini... terlihat seperti kita sedang melakukan sebuah wawancara..."
"Kamu berpikir terlalu jauh. Lalu, mari langsung ke inti pembicaraan untuk tidak menghambat leader-dono yang sibuk ini."
Aku melihat ke atas dan melihat Heathcliff bersikap acuh tak acuh ketika aku mengatakan hal itu.
Asuna pertama menjelaskan apa yang terjadi tadi malam dengan jelas. Sementara mendengarkan dia, ekspresi dari «Holy Sword» kelihatannya tidak berubah sama sekali, dan hanya mengedutkan alisnya ketika mendengar kematian Kains.
"…Itu adalah keseluruhannya. Ini sedikit merepotkan, tetapi aku berharap anda dapat memberikan kepada kami beberapa saran, pemimpin..."
Asuna menyimpulkan. Heathcliff meminum seteguk air lagi, dan kemudian menjawab, un,
"Lalu, mari kita dengar hipotesis-mu, Kirito-kun. Apa pandanganmu mengenai metode «Pembunuhan di area dalam» ini?"
Begitu mendengar topik ini diarahkan kepadaku, aku meletakkan tangan yang menyanggah wajahku dan segera menaikkan tiga jari.
"Un…Aku rasa ada 3 metode yang mungkin. Yang pertama, sebuah duel di dalam area dalam yang sesungguhnya. Yang kedua, mengkombinasikan sebuah metode yang tidak diketahui dengan celah yang ada di sistem, dan yang ketiga... sebuah teknik atau perlengkapan yang tidak diketahui yang dapat menyebabkan Kode Anti-Kriminal tidak berlaku."
"Kamu dapat melupakan kemungkinan ketiga."
Heathcliff dengan segera menyimpulkan, dan kata-kata ini membuatku menatap wajahnya. Asuna sama sepertiku, berkedip beberapa kali sebelum bertanya,
"…Pemimpin, bagaimana kamu bisa begitu yakin?"
"Pikirkan mengenai hal ini. Bila kamu adalah pengembang permainan ini, akankah kamu membuat teknik atau senjata seperti itu?"
"Un…kemungkinan tidak."
Aku menjawab.
"Mengapa begitu?"
Aku melihat kembali ke arah kedua mata yang berwarna merah tua kekuningan itu yang menarik, dan meneruskan,
"Itu karena... terlalu tidak seimbang. Aku benar-benar tidak ingin mengakuinya, tetapi peraturan-peraturan dari SAO cukup adil. Tentu saja, «Unique Skill» milikmu tidak dapat dianggap demikian."
Aku menyunggingkan bibirku ke atas ketika aku menambahkan kalimat terakhir itu, dan Heathcliff dalam hening tersenyum balik kepadaku dengan sikap yang sama.
Jauh di dalam, aku terkejut, tetapi ekspresi wajahku tidak berubah sama sekali. Bahkan bila dia adalah pemimpin dari guild KoB, dia tidak mungkin tahu bahwa baru-baru ini aku mendapatkan «itu» di dalam skill window milikku.
Asuna terus-menerus menoleh ke arah Heathcliff dan aku ketika kami saling bertukar senyuman yang aneh antara satu sama lain, menghela napas dan menggelengkan kepalanya sebelum menyela,
"Bagaimanapun juga, mendiskusikan kemungkinan kedua itu membuang-buang waktu karena kita tidak dapat mengkonfirmasikannya. Lalu... mari memeriksa asumsi pertama, kemungkinan mengenai sebuah duel yang semestinya."
"Baiklah... tetapi toko di sini benar-benar lamban dalam menyajikan makanannya."
Aku mengangkat bahu ke arah Heathcliff, yang melihat jauh ke dalam konter.
"Sejauh yang aku tahu, pemilik toko ini adalah yang paling tidak bersemangat di dalam Aincrad. Ini adalah salah satu ciri khas toko ini. Lagipula, air es dapat diisi ulang tanpa henti disini."
Aku mengambil ceret murah yang ada dan terus menuangkan air es ke gelas leader-dono yang ada di depannya.
"——Bila seorang pemain meninggal di dalam lingkaran, itu pasti karena duel, un... ini bisa dibilang sebagai pengetahuan umum. Tetapi aku dapat mengkonfirmasi bahwa tidak ada tanda-tanda mengenai window yang menunjukkan seorang pemenang. Apakah ada duel yang semacam itu?"
Pada saat ini, Asuna, yang duduk disampingku, tiba-tiba menelengkan kepalanya.
"…Ngomong-ngomong, aku belum pernah menyadarinya sebelumnya. Dimana window yang menunjukkan pemenangnya muncul?"
"Eh? Yah…"
Sebenarnya, aku belum pernah memikirkan mengenai pertanyaan ini sebelumnya. Tetapi Heathcliff dengan segera menjawab tanpa ragu,
"Window ini akan muncul di tengah-tengah para peserta duel. Atau, bila kedua pihak terpisah sejauh 10 meter ketika pemenangnya ditentukan, akan ada dua window yang muncul di titik terdekat dari mereka."
"…Aku tidak menyangka anda juga mengetahui peraturan semacam ini. Hal ini berarti... bahkan walau jauh, window ini akan muncul paling jauh 5m dari Kains."
Pikiranku mengingat kembali cuplikan dari tragedi itu, dan aku menggelengkan kepalaku dan berkata,
"Tidak ada window apapun yang muncul di sekitarnya, aku yakin karena disana terdapat banyak saksi mata. Selain itu, bila window itu muncul di belakang Kains di dalam gedung gereja, ini berarti kriminalnya masih berada di dalam gedung gereja pada saat itu. Akan tetapi, Asuna, yang berlari kedalam gedung gereja sesaat sebelum Kains meninggal, tidak melihat seorangpun. Hal ini membuatnya sangat aneh."
"Ngomog-ngomong, tidak ada window apapun di dalam gedung gereja."
Asuna menambahkan.
Hmm. Aku heran. Lalu——
"…Jadi…itu bukan sebuah duel?"
Semenatara aku menggumam, suasanya yang menyedihkan di dalam restoran ini menjadi lebih berat.
"…Apakah kamu memilih toko yang salah...?"
Asuna menggumam, kelihatannya sedang berusaha untuk mengganti proses berpikir disini setelah dia menghabiskan air es di dalam gelasnya sebelum menaruhnya kembali ke meja dengan sebuah suara klang. Aku lalu segera mengisi gelasnya dengan air es. Dia berterima kasih kepadaku dengan sebuah ekspresi yang samar-samar, dan kemudian menaikkan kedua jarinya sebelum berkata,
"Kemungkinan kedua adalah satu-satunya kemungkinan yang tersisa. «System Loophole»... tetapi aku merasa bahwa ada yang salah dengan ini."
"Apa yang salah dengan ini?"
"«Continuous Pierce Damage »."
Disini terdapat tusuk gigi di meja, yang sebenarnya tidak diperlukan sama sekali —— tidak mungkin mengotori gigi kami di dunia ini —— Asuna mengambil satu dan menggunakan senjata yang dapat dimasukkan ke kantong ini untuk dilemparkan ke udara.
"Aku merasa bahwa tombak pendek itu tidak hanya digunakan untuk menunjukkan sebuah eksekusi di depan publik. Mungkin dia perluI bergantung kepada luka yang berkelanjutan untuk melakukan sebuah PK di dalam area... itulah yang aku pikirkan."
"Un. Aku memikirkan hal yang sama."
Aku mengangguk, dan kemudian menggelengkan kepalaku,
"Tetapi bukankah kita sudah bereksperimen mengenai hal ini sebelumnya? Bahkan bila kita menggunakan sebuah senjata penikam, lukanya akan berhenti ketika kita bergerak ke dalam area."
"Itu ketika mereka berjalan masuk. Lalu... bagaimana bila mereka menggunakan «Return Crystal»? Dia menyiapkan sebuah kristal di dalam ruangan kecil di dalam gedung gereja untuk keluar dan kemudian berpindah dari luar area ke tempat itu... apakah lukanya juga akan berhenti?"
"Tentu saja."
Suara tajam Heathcliff menjawab.
"Tidak peduli apakah itu karena berjalan atau karena berteleportasi atau bahkan karena dilemparkan masuk ke dalam area... ketika seseorang memasuki area jalan, «Kode»-nya akan bekerja tanpa pengecualian."
"Tunggu, «Area jalan» yang anda bicarakan ini hanya mengacu ke tanah atau di dalam bangunan, bkukan? Bagaimana dengan di udara?"
Aku tiba-tiba memiliki sebuah imaginasi yang aneh ketika aku menanyakan pertanyaan ini.
Tali itu. Bila Kains, yang tertusuk dengan tombak pendek itu, tergantung di leher oleh sebuah tali, apa yang akan terjadi bila dia segera digantung dan ditusuk tanpa menyentuh tanah sebelum didorong keluar dari koridor...
Pertanyaan ini bahkan menyebabkan Heathcliff untuk ragu-ragu.
Tetapi dua detik kemudian, rambut panjangnya yang diikat mengayun ke samping.
"Tidak —— bisa dibilang , «area» ini memanjang dari jalan ke atas hingga atapnya, dasar dari latai berikutnya. Pada saat seseorang bergerak menuju ruangan 3 dimensi itu, «Kode»-nya akan melindungi orang itu. Jadi bahan bila seseorang mengatur jalan keluarnya 100m di atas jalan dan bergerak dari luar ke udara, tidak akan ada luka apapun karena jatuh. Akan tetapi, seseorang akan merasakan sebuah hantaman mental yang tidak menyenangkan. "
"Begitu~"
Asuna dan aku mengeluarkan suara kagum.
Tentu saja, kami tidak terkagum karena bentuk dari bagian «area»-nya, tetapi oleh luasnya pengetahuan dan ingatan Heathcliff. Aku telah berpikir bahwa seseorang perlu megnetahui banyak hal hanya untuk menjadi pemimpin sebuah guild, tetapi aku dengan segera menolak ide itu pada saat seorang pengguna katana berjenggot muncul di dalam pikiranku.
Akan tetapi——
Bila begitu, bahkan bila ada «Continuous Pierce Damage», karena Kains berada di dalam area, luka ini seharusnya berhenti. Dengan kata lain, seharusnya ada penyebab luka lain dari HP orang itu selain oleh tombak bernama «Guilty Thorn» itu —— apakah ada celah lainnya?
Aku terus berpikir, dan dengan perlahan menyatakan tebakanku.
"…Di Monumen Kehidupan, waktu kematian Kains ada disana, dan penyebab kematiannya dengan jelas disebutkan di sana —— «Continuous Pierce Damage». Selain itu, apa yang tertinggal dari tempat kematian Kains adalah tombak hitam pendek itu."
"Yah. Benar-benar sulit untuk membayangkan kriminalnya menggunakan senjata lainnya."
"Dengarkan aku..."
Pikiranku dengan segera memikirkan mengenai perasaan seperti terhempas ketika seekor monster yang kuat melakukan sebuah pukulan telak , dan melanjutkan,
"Ketika seseorang terkena oleh sebuah pukulan telak, apa yang akan terjadi dengan HP bar-nya?"
Asuna dengan segera memberikanku sebuah ekspresi tidakkah-kamu-tsudah-mengetahui-hal-ini dan menjawab,
"Tentu saja HP bar-nya akan berkurang banyak."
"Berarti ada masalah mengenai bagaimana HP bar itu berkurang. HP-nya tidak akan berkurang dengan sangat banyak dalam waktu singkat tetapi dengan perlahan berkurang dari kanan ke kiri, bukan? Dengan kata lain, terdapat sebuah jeda antara serangan hingga HP bar-nya habis."
Ketika aku mengatakan hal ini, Asuna akhirnya menyadari apa yang ingin aku ucapkan. Tetapi Heathcliff masih tidak menunjukkan emosi apapun, yang membuatku sulit mengetahui apa yang sebenarnya dia pikirkan.
Aku terus melihat mereka berdua, dan kemudian mengayunkan tanganku untuk mengatakan,
"Sebagai contoh... tombak itu mengenainya di luar area dan menyebabkan HP kains untuk jatuh dari maksimum menjadi nol. Dari perlengkapannya, aku dapat mengatakan bahwa dia adalah seorang tank, jadi HP bar miliknya pasti lumayan tinggi. HP bar itu lalu menurun dari maksimum menjadi nol, un... jadi tidak mengherankan bila butuh waktu 5 detik untuk habis. Pelakunya pasti menggunakan jeda waktu ini untuk berteleport kembali melalui sebuah portal dan mengirim Kains ke dalam gedung gereja untuk menggantungnya dari jendela..."
"Tu... tunggu sebenatar."
Asuna terus menaikkan nada suaranya dan menyelaku.
"Kains bukanlah bagian dari grup penyelesai, tetapi dia adalah seorang pemain elit diantara para pemain level menengah. Hanya menggunakan sebuah teknik pedang untuk mengurangi HP orang itu menjadi nol itu tidak mungkin abgiku... dan bagimu!"
"Un, benar juga."
Aku mengangguk perlahan.
"Bahkan bila kita menggunakan sebuah «Vorpal Strike» untuk menghasilkan sebuah luka telak, kita mungkin tidak dapat mengurangi HP bar miliknya menjadi setengah. Tetapi di dalam SAO, ada ribuan pemain. Kita tidak mungkin menolak kemungkinan mengenai adanya seorang pendekar pedang dengan level tinggi yang tidak terabung dengan grup penyelesai... mereka yang Asuna dan aku tidak ketahui."
"Jadi apa yang coba kamu utarakan adalah... kita tidak tahu apakah Grimlock adalah seseorang yang membunuh Kains dengan tombak pendek itu atau seorang pemain «merah» yang dia minta, tetapi orang itu memiliki kemampuan untuk menghabisi seorang tank yang berpelindung penuh...?"
Aku mengangkat bahu untuk menegaskannya, dan melihat orang yang duduk di seberangku dengan sebuah sikap yang menunggu seorang «guru» untuk menilai.
Kedua mata Heathcliff yang setengah tertutup menatap meja, dan setelah beberapa saat, dia mengangguk,
"Mengenai metoda, hal itu bukanlah tidak mungkin. Benar bahwa bila kamu melakukan sebuah serangan di luar area untuk menjatuhkan HP miliknya menjadi nol dan membuka sebuah portal untuk memindahkan targetnya, kamu dapat membuat apa yang dinamakan «PK di dalam area»."
Oh? Jadi aku benar? Pada saat aku memikirkan itu, suara yang jelas itu menambahkan, "Akan tetapi..."
"…Aku rasa kamu seharusnya tahu. Karakteristik utama dari sebuah senjata penikam adalah panjangnya, diikuti oleh kemampuan menembus pelindung. Dalam hal kekuatan murni, tombak ini tidak sekuat senjata penghantam ataupun senjata penebas. Bahkan bila sebuah tombak panjang tidak dapat melakukannya, lebih tidak mungkin bagi tombak pendek seperti itu."
Hal ini benar-benar menenggelamkan alasanku.
Aku mencibir seperti seorang anak kecil yang menggerutu, dan begitu melihat hal ini, Heathcliff tersenyum dan melanjutkan,
"Bila seseorang memang menggunakan tombak pendek yang bukanlah sebuah item tingkat tinggi seperti itu untuk menghabisi seorang tank level menengah... aku rasa orang itu setidaknya harus berada pada level 100 untuk dapat melakukannya."
"100!!???"
Asuna tiba-tiba berteriak karena panik.
Pengguna rapier itu melebarkan kedua matanya yang berwarna coklat tua kekuningan itu dan berbalik untuk melihat Heathcliff, dan kemudian kepadaku, dan kemudian berulang-ulang lagi, sebelum menggelengkan kepalanya dan mengatakan,
"Tidak... tidak mungkin bagi orang seperti itu untuk ada. Kita telah berlatih begitu lama, jadi kamu pastinya belum lupa, bukan? Bila itu adalah level 100... tidak mungkin dapat mencapainya tanpa berlatih selama 24 jam sehari di dungeon-dungeon yang ada di garis depan."
"Itu adalah apa yang aku rasakan juga."
Karena pemimpin dari guild terkuat KoB ini menolak kemungkinan ini, bagaimana seorang pemain solo yang remeh ini dapat melakukan sebuah argumentasi yang masuk akal? Sebenarnya, bahkan aku, yang pada dasarnya adalah pemain dengan level paling tinggi di grup penyelesai, baru saja sedikit di atas level 80.
"…La-lalu itu mungkin bukan karena kemampuan pemainnya, tetapi kekuatan dari teknik pedangnya, sebagai contoh... orang kedua yang memiliki «Unique Skill» yang baru muncul atau sesuatu..."
Pada saat aku megnatakan hal ini, pemimpin ini mengangkat kedua bahunya yang tertutupi oleh jubah berwarna merah gelap, dan kemudian tersenyum,
"Fu…Bila pemain seperti itu benar-benar ada, aku pasti akan dengan segera mengajaknya untuk bergabung dengan KoB."
Sementara kedua mata yang tidak dapat ditebak itu menatapku, aku hanya dapat menyerahkan kemungkinan seperti itu dan bersandar ke punggung kursi murah ini.
"Hn~ Aku rasa hal ini mungkin dapat diterima. Apa yang tersisa adalah..."
Ketika aku hampir saja mengatakan sebuah pernyataan bodoh yaitu 'meminta seekor monster dengan tingkat yang sama seperti bos di area berlatih untuk menghajar Kains', sebuah bayang-bayang dengan diam-diam muncul di sebelahku.
"Maaf membuat anda menunggu..."
Pemilik toko NPC ini berkata dengan sebuah nada malas sementara dia menghidangkan 3 mangkuk mi dari nampan persegi. Rambut yang terurai di bawah topi koki yang berlumuran minyak terlalu panjang, dan aku tidak dapat melihat wajahnya dengan jelas.
Asuna sudah terbiasa melihat NPC pekerha toko di lantai-lantai lainnya yang bersih, sopan, dan serius dalam pekerjaannya, tercengang sementara dia hanya dapat melihat pemilik toko ini pergi dengan perlahan dan kembali ke konter.
Aku mengambil sumpit murah yang tidak perlu dicuci dari meja, PAK, memisahkannya dan menarik semangkuk mi ke arahku. Asuna melakukan hal yang sama sepertiku dan berbisik,
"…Apa ini? Ramen?"
"Se-seharusnya sesuatu yang serupa?"
Aku mengatakannya, dan menarik mi yang bergelombang yang terendam di kuah yang jernih itu keluar.
Dan kemudian, 3 suara menyeruput dan makanan yang dikunyak dapat terdengar dari dalam toko.
Seberkas angin yang secara tidak biasa panas dan kering berhembus masuk dari pintu, dan dari langit di atas, beberapa ekor burung yang tidak diketahui mengeluarkan sebuah suara ' 'QUACK—'.
Beberapa menit kemudian, aku mendorong , mangkuk mi yang sudah kosong di pinggit meja, dan kemudian melihat pria di seberangku sebelum berkata,
"…Lalu, leader-dono. Ada ide?"
"…"
Heathcliff, yang telah menghabiskan kuahnya sebelum meletakkan mangkuknya, menatap gambar yang terlihat seperti sebuah kanji di dasar mangkuk,
"…Ini bukan ramen. Pasti bukan."
"Un, aku rasa juga begitu."
"Lalu, aku akan memberikanmu jawaban yang sama nilainya dengan semangkuk ramen palsu ini."
Tak. Dia mengangkat kepalanya dan meletakkan sumpit yang tidak perlu dicuci itu.
"…Melalui informasi yang ada sekarang, aku tidak dapat menyimpulkan «apa yang beanr-beanr terjadi». Tetapi aku dapat mengatakan hal ini —— dengarkan... pada kasus ini, satu-satunya petunjuk yang dapat kamu anggap 'dengan mutlak dapat dipercaya' adalah apa yang kamu lihat atau dengar secara langsung."
"…? Apa maksudnya..."
Heathcliff menggunakan matanya yang seperti kuningan itu untuk menatap Asuna dan aku yang duduk bersebelahan, dan mengatakan,
Sword Art Online Vol 08 - 097.jpg
"Berarti... apa yang kalian lihat dan dengar di Aincrad semuanya adalah banyak database digital yang dapat dikonversikan menjadi proses. Tidak ada sesuatu seperti ilusi atau halusinasi di sini . Di lain pihak, semua informasi yang bukan data dapat memiliki kemungkinan itu untuk menjadi sebuah ilusi atau kebohongan. Bila kalian ingin melacak pembunuh ini... «insiden di area dalam ini», kalian hanya dapat mempercayakan mata dan telinga kalian sendiri. Dengan kata lain, otak kalian harus mengkoleksi datanya secara langsung."
Heathcliff akhirnya berkata 'terima kasih atas traktirannya Kirito-kun', dan berdiri.
Aku merenungkan mengenai apa yang dikatakan oleh pendekar pedang yang misterius ini dan berdiri, mengatakan kepada pemilik tokonya 'kami sudah kenyang', dan menyelinap melewati pintu untuk keluar.
'Mengapa toko semacam itu ada'. Heathcliff, yang berada di depanku, menggumamkan kata-kata itu yang dengan lembut memasuki kedua telingaku.

Karena leader-dono itu kelihatannya seperti menyatu dengan jalanan yang simpang siur ini dan menghilang, aku berbalik ke arah Asuna, yang berdiri di belakangku, dan bertanya kepadanya,
"…Apakah kamu mengerti apa yang baru dia katakan?"
"…Un."
Begitu melihatnya mengangguk, aku tidak dapat menahan diri untuk mendengar pemikiran dari wakil ketua ini.
"Yah… lagipula, apa yang baru saja disajikan adalah sebuah 'Ramen gaya Tokyo tanpa kecap', yang menyebabkan rasa yang setengah-setengah itu."
"Huh?"
"Aku telah memutuskan. Suatu hari, aku akan membuat kecap. Bila tidak aku rasa rasa tidak terpuaskan itu kelihatannya tidak akan pernah menghilang."
"…Begitu. Semoga berhasil kalau begitu..."
Aku mengangguk dan kemudian berkata menyindir dengan "BUKAN ITU YANG AKU TANYAKAN!"
"Eh? Kirito-kun? Apa yang baru saja kamu katakan?"
"Maaf membawamu kesini untuk memakan sesuatu yang begitu aneh. Itu adalah kesalahanku, jadi tolong lupakan hal itu. Apa yang baru saja aku tanyakan adalah, Heathcliff itu baru saja mengatakan sebuah kata-kata yang terlihat mencerahkan. Apa maksud dari kata-kata itu?"
"Ahh…"
Kali ini, Asuna benar-benar mengangguk dan menjawabku,
"Maksudnya, jangan benar-benar percaya dengan informasi yang kamu terima dari orang lain begitu saja. Di dalam situasi ini, dia berkata mengenai motifnya... Insiden cincin langka dari «Golden Apple»."
"Ehh~?"
Aku tidak dapat menahan diri untuk mengerang.
"Jadi kamu telah mencurigai Yoruko-san? Beanr bahwa kata-kata itu benar-benar tanpa dasar... tetapi, tidakkah kamu baru saja mengatakannya sekarang, Asuna? Percuma meragukan apa yang dia katakan tanpa mengatakan apa yang benar dan apa yang salah, bukan?"
Pada akhirnya, Asuna melirikku untuk suatu alasan, dan dengan cepat berpaling sebelum mengangguk beberapa kali.
"Y-yah, aku memang mengatakannya. Tetapi, seperti apa yang dikatakan pemimpin. Terlalu sedikit metide untuk menyimpulkan metode PK yang mana yang digunakan. Bila begitu, mengapa kita tidak bertanya kepada orang satunya yang terlibat? Bila kita tiba-tiba menyebutkan mengenai cincin itu, dia bahkan mungkin saja tegang dan mengungkapkan beberapa informasi."
"Eh? Siapa yang kamu maksud?"
"Tentu saja, yang mengambil tombak itu darimu."

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar