Bagian 8
Toko yang dituliskan dalam memo dari Kains adalah sebuah bar kecil yang terletak di bagian bawah dari jalanan utama dari lantai ke-20. Toko yang tersembunyi di jalan kecil ini tidak memberikan penampilan dimana masakannya 'dapat dimakan seseorang tanpa membuatnya sakit'.Akan tetapi, fakta bahwa akan ada banyak makanan yang enak di toko-toko semacam ini, dan aku akhirnya berhasil mengendalikan doronganku untuk bergegas ke dalam toko dan memesan semua masakan yang ada di dalam. Bila Grimlock adalah pembunuh di dalam jubah bertudung itu, dia pasti telah melihat wajahku. Bila dia telah menemukanku terlebih dahulu, dia mungkin tidak akan datang ke toko ini.
Asuna dan aku bersembunyi di balik sebuah tempat di dekat toko dan mengawasi sekeliling, dan kami menemukan sebuah penginapan yang dapat kami gunakan untuk melihat bar yang bersangkutan. Kami dengan segera bergegas melalui celah di kerumunan, ke dalam penginapan yang terletak di seberang jalan, dan menyewa sebuah ruangan di lantai kedua.
Seperti yang kami duga, kami dapat dengan jelas melihat apa yang terjadi di pintu masuk bar. Kami mematikan lampu-lampu yang ada di kamar, memindahkan dua kursi ke dekat jendela dan duduk bersebelahan untuk mulai mengawasi.
Tetapi segera sesudahnya, Asuna mengatakan "hei'; mengerutkan keningnya dan memanggilku.
"…Bagus bahwa kita sedang serius di sini, tetapi kita tidak tahu bagaimana ciri-ciri dari Grimlock."
"Ahh, itulah mengapa sejak awal aku ingin Schmitt untuk ikut dengan kita, tetapi tidak dapat dihindarkan bila kita melihatnya seperti ini... akan tetapi, aku berhasil melihat wajah pemain di balik tudung itu yang terliaht seperti Grimlock dari jarak dekat. Bila kita menemukan orang yang tinggi dan berotot, kita dapat menggunakan permintaan duel untuk mengajaknya masuk, bahkan bila itu sedikit gegabah."
"Eh?"
Ketika mendengar hal ini, Asuna melebarkan kedua matanya dan meningkatkan nada suaranya.
Di dalam SAO, selama pandangan mata kita terfokus kepada pemain lainnya, akan ada sebuah indikator informasi berwarna hijau atau oranye—«Color Cursor». Tetapi untuk para pemain yang bertemu untuk pertama kalinya, ita hanya dapat melihat HP bar miliknya; nama dan levelnya tidak dapat dilihat.
Tentu saja, ini semua adalah langkah-langkah pencegahan anti-kriminal. Sebagai contoh, bila seseorang mengetahui nama dari pemain itu, pemain itu mungkin akan mendapat pesan-pesan yang mengganggu dari orang-orang yang menyalahgunakan fungsi Pesan Instan. Bila level mudah diketahui oleh orang lain, para pemain dengan level rendah akan dianggap sebagai mangsa di jalan dan diburu, dan akan menjadi sangat mudah untuk orang-orang diburu atau diganggu oleh berbagai macam hal di area-area yang aneh.
Akan tetapi, justru karena kita tidak dapat melihat nama dari orang lain sehingga mencoba untuk mengikuti orang lain menjadi sedikit sulit. Bila aku ingin mengetahui nama dari seorang pemain yang aku temui untuk pertama kalinya, hanya ada satu jalan, sebuah duel 1 lawan 1. Dengan kata lain, sebuah permintaan duel.
Bila aku menekan tombol duel di dalam menu window, menggunakan kursor warna dalam mode memilih untuk menentukan terget, dan dalam penglihatanky akan dengan segera menunjukkan «Kamu telah meminta sebuah duel 1 lawan 1 dengan seseorang». Bila aku melihatnya lagi, aku akan tahu nama dalam bahasa Inggris yang sebenarnya dari musuhnya.
Akan tetapi, penglihatan dari pihak satunya akan dengan segera mengetahui bahwa aku mengirim permintaan duel dari sini. Karena itu, tidak mungkin untukku untuk tidak menunjukkan namaku sementara aku mengusut nama dari pemain lainnya, dan sejak awal perilaku semacam itu itu benar-benar kasar. Bila begitu, sangat mungkin untuk musuhnya untuk menghunuskan senjatanya untuk menerima tantangan ini. Begitu menengar kata-kataku, Asuna membuka mulutnya, terlihat seperti dia ingin mengaatakan sesuatu— mungkin sesuatu yang berarti 'berbahaya' atau semacamnya.
Akan tetapi, Asuna dengan cepat menutup mulutnya dan mengangguk dengan serius. Dia mungkin mengerti bahwa tidak ada cara lain, dan apa yang dia katakan berikutnya—
"…Tetapi bila kamu ingin berbicara dengan Grimlock-san, aku juga ikut."
Begitu mendengarnya mengatakan ini, aku hanya dapat memaksa diriku untuk menelan kata-kataku untuk membuatnya tinggal di dalam ruangan ini.
Aku hanya dapat dengan ragu-ragu menganggukkan kepalaku dan memeriksa jam. Sekarang jam 6.40 sore, waktu dimana para pemain kembali ke area jalan untuk makan malam sementara keadaan menjadi ramai. Bar yang kami intai terlihat lumayan normal, tetapi Pintu ayunnya terus menerus bergerak dengan bebas. Akan tetapi, aku tidak pernah melihat seorang pemain yang tinggi dan berotot dan terlihat dengan jubah bertudung seperti yang aku lihat sebelumnya.
Kami hanya dapat bertaruh bahwa toko ini yang telah menjadi petunjuk terakhir, tetapi ada beberapa kekhawatiran yang tidak dapat kami hiraukan. Di dalam penginapan di lantai ke-57, Schmitt menggumamkan bahwa jubah hitam yang berdiri di atap bukanlah Grimlock. Grim itu jauh lebih tinggi'– walaupun aku ragu bahwa ini mungkin adalah sebuah kesalahan penilaian karena rasa takut, tetapi bila ini adalah kenyataannya, pengawasan sepeerti ini tidak ada artinya dan kami tidak akan dapat menemukannya.
Aku akan melihat pintu ayun dari bar ini yang memiliki atmosfer restoran tersembunyi yang terkenal selama satu malam penuh tanpa dapat makan...
Ketika memikirkan hal ini, aku tidak dapat menahan diri untuk menekan perutku.
Segera sesudahnya, sesuatu terulur di depan mataku. Itu adalah sesuatu yang terbungkus dengan kertas putih dan memberikan sebuah aroma kental. Aku tidak dapat menahan diri untuk melihat benda ini, dan Asuna terus menatap ke arah bar sementara dia dengan mudah menjawab 'untukmu'. Aku secara naluri bertanya untuk memeriksa.
"…U, untukku?"
"Kamu pikir siapa lagi yang dapat aku beri sekarang ini? Apakah kamu pikir aku sedang menyombongkan diri?"
"Tidak, bukan seperti itu. Aku salah. Aku akan mengambilnya kalau begitu."
Aku menarik leherku ke belakang dan dengan cepat menerima tas kertas itu. Aku melirik ke arah Asuna dan menemukan bahwa dia meneruskan pengintaiannya, dengan terampil mematerialisasikan item lainnya yang terlihat sama.
Aku dengan senang membuka bungkus kertas itu, dan menemukan sebuah roti perancis[15] besar di dalamnya. Aku dengan kosong menatap bagian dalam roti itu yang dipanggang dengan baik dan diisi dengan sayur-mayur dan daging panggang, dan Asuna berkata dengan nada tenang,
"Nilai durabilitasnya akan segera habis. Makanan ini akan segera menghilang, jadi lebih baik kamu segera memakannya."
"Eh, ah, oke, itadakimasu!"
Aku mendengar bahwa makanan ini akan segera menghilang, yang berarti tidak akan ada cukup waktu untuk melamun. Nilai durabilitas dari sebuah makanan itu biasanya sangat rendah kecuali bahan-bahan khusus digunakan. Aku telah mempunyai pengalaman tentang bento yang aku akan aku cicipi menghilang dari tanganku. Satu-satunya metode adalah memasukkannya ke dalam «Eternal Preserving Trinket» yang hanya dapat dibuat oleh pengrajin tingkat master, dan makanan yang diletakkan di dalamnya tidak akan pernah menghilang ketika dibawa ke luar area. Akan tetapi, yanng menyedihkan adalah bahwa kotak kecil ini hanya dapat diisi dengan dua kacang.
Karena itu, aku dengan cepat membuka mulutku secepat mungkin dan menggigit sepotong roti itu dan menikmati rasa mengunyah untuk sementara ini. Rasanya sederhana, tetapi agak merangsang, membuatku ingin terus mengunyah. Durabilitas dari makanan tidak mempengaruhi rasa. Selama makanan itu ada, rasanya tidak akan pernah berubah sama sekali.
Aku memandang pintu masuk dari bar itu dan dengan cepat menghabiskan roti yang besar ini sebelum menghela napas puas. Aku melihat ke arah Asuna, yang dengan elegan mengunyah di sampingku, dan mengucapkan rasa terima kasihku sebelum bertanya,
"Terima kasih atas makanannya. Ngomong-ngomong, kapan kamu membeli bento? Kita pergi ke kios-kios yang ada di pinggir jalan sebelumnya, tetapi tidak ada yang sesuatu yang cukup baik untuk di beli, bukan?"
"Bukankah aku berkata bahwa durabilitasnya hampir habis? Itu akrena aku telah memikirkan mengenai hal ini sehingga aku sudah menyiapkannya tadi pagi."
"Heh…seperti yang dapat diduga dari orang yang bertanggung jawab atas grup penyelesai dari KoB. Aku tidak pernah berpikir mengenai makanan sama sekali... oh iya, dari toko mana makanan ini berasal?"
Roti perancis dengan roti yang dipanggang dengan cukup dengan sayur-mayur dan daging panggang di tengahnya itu adalah makanan dengan peringkat yang lumayan tinggi di antara daftar toko yang terkenal milikku. Selama waktu ini, aku akan memakan makanan ini selama proses penaklukan. Aku berpikir mengenai hal ini sementara aku dengan sengaja bertanya, tetapi Asuna sedikit mengangkat kedua bahunya dan memeberikan sebuah jawaban yang agak mengejutkanku.
"Makanan ini tidak dijual."
"Eh?"
"Tidak dijual di toko."
Mengapa ada keheningan sekarang? Mengapa kamu tidak mengatakan apapun? Aku menelengkan kepalaku untuk berpikir selama beberapa lama sebelum menyadari. Karena makanan ini tidak dibeli dari toko NPC, dia pasti membuatnya sendiri, wakil pemimpin dari KoB ini.
Aku melamun selama sekitar 10 detik sebelum menemukan sebuah krisis kecil. Bagaimana ini, apa yang harus aku katakan? Aku telah merasa canggung menghiraukan pakaian Asuna pagi ini, aku tidak dapat mengulanginya di sini sekarang.
"Eh…erm, bagaimana aku mengatakannya... eh,sayang kalau menghabiskannya seperti ini. Oh iya, aku mungkin lebih baik melelangnya di pasar Algade. Mungkin aku dapat mendapat banyak uang di sana hahaha."
GANK! Asuna menggunakan sepatu kulit putihnya untuk menendang keras kursinya, menyebabkanku menegakkan punggungku dan gemetar. Menit-menit yang tegang ini berlalu, dan Asuna menghabiskan bagiannya sebelum berkata dengan lembut,
"…Dia tidak datang ke sini."
"Eh, u, un. Yeah. Tetapi berdasarkan kata-kata Schmitt, dia kelihatannya tidak datang ke sini setiap malam. Dan bila pria berjubah hitam itu adalah Grimlock, dia tidak akan bernafsu makan setelah melakukan PK... kita mungkin harus menunggu selama 2, 3 hari lagi."
Setelah mengatakan dengan cepat, aku berdiri untuk melihat jam lagi. Hanya 30 menit berlalu semenjak kami mulai mengawasi, tetapi aku secara mental sudah siap untuk menunggu kemunculan Grimlock tidak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan, tetapi aku bertanya-tanya apa yang dipikirkan oleh yang mulia, wakil ketua ini.
Sementara aku berpikir mengenai hal ini dan melirik ke arahnya, aku menemukan bahwa Asuna, yang bersandar penuh ke punggung kursi, tidak memiliki keinginan apapun untuk bergerak.
…Jangan bilang bahwa kata-kata yang baru saja aku katakan diartikan olehnya menjadi 'kita akan tinggal di sini selama dua. Tiga hari'? Sementara aku memikirkan mengenai ini sementara telapak tanganku mulai berkeringat, Asuna kembali berbisik,
"Ngomong-ngomong, Kirito-kun."
"Y…ya!"
Kata-kata yang dikatakan berikutnya untungnya—atau tidak, berbeda dengan apa yang aku pikirkan.
"Bagaimana menurutmu? Bila kamu adalah anggota dari guild Golden Apple dan mendapatkan sebuah drop yang super langka, apa yang akan kamu katakan?"
"……"
Aku melamun dan merenung selama beberapa detik sebelum berkata,
"…Kamu benar. Aku selalu membenci masalah seperti itu, karena itu aku selalu bertarung secara solo... pada permainan-permainan MMO yang aku mainkan sebelum SAO, aku sebelumnya mempunyai pengalaman melihat orang lain menyembunyikan drop-drop langka atau menyimpan semua hasil penjualan kepada mereka sendiri, menyebabkan guild mereka untuk bubar..."
Motivasi utama untuk para pemain MMO, pada dasarnya, adalah kebanyakan untuk mendapatkan perasaan lebih unggul, dan aku tidak dapat menyangkalnya. Cara termudah untuk mendapatkan rasa lebih unggul ini adalah untuk menjadi 'kuat'; melalui latihan kekuatan dan emnggunakan perlengkapan langka yang kuat untuk mengalahkan monster-monster dan pemain-pemain lain. Rasa riang ini sebagai seorang pemain, bila dikatakan secara gamblang, hanya dapat dialami di dalam net-game. Sekarang ini, alasan mengapa aku akan terus berlatih keras untuk jangka waktu yang lama adalah dengan tanpa ragu untuk dapat disebut anggota dari 'grup penyelesai' dan dihormati oleh yang lain.
Bila aku berasal dari sebuah guild tertentu, dan selama permainan dalam kelompok, kami mendapatkan sebuah perlengkapan yang luar biasa—dan bila ada seseorang yang cocok untuk menggunakan perlengkapan tersebut di dalam guild.
Apakah aku akan mengatakan sesuatu seperti 'Kamu lebih baik yang memilikinya'?
"…Mungkin tidak."
Aku membisikkan hal ini dan menggelengkan kepalaku.
"Aku tidak akan mengatakan kepada teman-teman satu guildku bahwa aku menginginkannya, tetapi aku bukanlah seorang suci yang akan tersenyum dan menyerahkannya kepada pemain lainnya. Itulah mengapa... bila aku adalah anggota dari Golden Apple, aku akan setuju untuk melelangnya. Bagaimana denganmu, Asuna?"
Aku bertanya, dan Asuna dengan segera menjawab tanpa ragu,
"Perlengkapan itu akan menjadi milik seseorang yang mendapatkannya."
"Heh?"
"Untuk kami di KoB, kami mengikuti peraturan seperti itu. Item apapun yang secara acak dijatuhkan di dalam permainan kelompok akan menjadi milik dari orang yang beruntung yang mengambilnya. SAO tidak memiliki sebuah proses Catatan Pertarungan, jadi kami hanya dapat menyatakan item apa yang kami dapat. Ini adalah satu-satunya metode untuk menghindari percekcokan karena menyembunyikan sesuatu, dan juga..."
Pada saat ini, dia berhenti sebentar. Dia masih melihat pintu masuk ke penginapan, tetapi ekspresi wajah Asuna tidak setegang itu lagi.
"...Karena sistem semacam inilah maka tanggung jawab dari 'pernikahan' di tahun-tahun ini begitu besar. Ketika menikah, penyimpanan item dari kedua orang itu akan tersambungkan, bukan? Bila begitu, harta apapun yang dapat disembunyikan dengan mudah tidak dapat disembunyikan lagi setelah menikah. Di sisi lain, bila seseorang sebelumnya menyembunyikan sebuah item langka yang dia ambil, dia tidak dapat menikah dengan anggota dari guild-nya sendiri. «Storage Link» sebenarnya adalah sebuah sistem yang lumayan pragmatis, tetapi aku merasa bahwa hal itu lumayan romantis."
Nada suaranya benar-benar mempunyai sebuah perasaan kerinduan di dalamnya. Aku tidak dapat menahan diriku untuk berkedip beberapa kali. Lalu aku tidak tahu mengapa aku tiba-tiba menjadi bersemangat ketika aku mengatakan dengan sebuah nada bersemangat tanpa banyak berpikir,
"Be, begitukah. Aku mengerti. La, lalu, bila aku berkelompok denganmu pada kesempatan berikutnya, Asuna, aku pasti tidak akan menyembunyikan drop apapun yang aku dapat."
GATAN! Dengan suara itu, Asuna dengan segera terjatuh bersama dengan kursinya.
Karena ruangannya tidak terang, aku tidak dapat melihat wajahnya, tetapi aku dapat melihat beberapa ekspresi yang ada di wajah «The Flash» itu di bawah cahaya biru dan putih. Dia akhirnya menaikkan tangan kanannya dan memekik,
"Ja... jangan bodoh! Saat seperti itu tidak akan terjadi dalam sepuluh tahun! Ah, a, aku berbicara mengenai berkelompok denganmu! Maksudku, apa, apakah kamu mengawasi dengan serius? Apa yang akan terjadi bila kamu kehilangan jejaknya!"
GA— setelah semburan seperti itu, Asuna tiba-tiba berbelok ke kanan, bahkan aku, yang tidak berpaling dari bar bahkan selama bercakapan, bisa dibilang terluka. Tetapiketika aku ingin membalas dengan 'aku sedang melihat barnya', aku tiba-tiba memikirkan sesuatu.
Cincin yang menyebabkan keruntuhan Golden Apple itu; kapan cincin itu di jatuhkan pertama kalinya, dan di penyimpanan siapa cincin itu berada?
Saat ini, hal itu mungkin tidak penting, tetapi bila orang itu membunuh pemimpinnya dan mengambil cincin itu, tidakkah akan lebih mudah untuk menyembunyikan cincin itu sejak awal? Dengan kata lain, seseorang yang menyatakan drop itu adalah satu-satunya pemain yang tidak mungkin menjadi pembunuh pemimpinnya.
Begitu berpikir bahwa aku seharusnya bertanya lebih lanjut kepada Schmitt mengenai hal ini, aku tanpa sadar mengerutkan dahi. Asuna dan aku tidak pernah mendaftarkan Schmitt sebagai teman, jadi kami tidak dapat mengirim pesan kepadanya untuk memeriksakan hal ini dengannya. Kita dapat saling mengirim pesan instan walaupun kita bukan teman bila kita tahu nama masing-masing, tetapi pesan seperti ini hanya dapat dikirim dalam lantai yang sama, dan jumlah kata yang dapat aku ketik lumayan sedikit.
Aku akan bertanya kepadanya saat kita bertemu pada kesempatan berikutnya. Kita tidak sedang menyelidiki 'insiden karena cincin' yang terjadi setengah tahun yang lalu, tetapi «PK di dalam area». Aku bertanya-tanya sementara aku melanjutkan dengan mengambil perkamen yang dituliskan Schmitt kepadaku.
Aku berkata kepada Asuna, yang sedang memberikan sebuah pandangan yang meragukan dari samping, 'jangan berpaling dari bar sekarang', dan memeriksa nama dari semua anggota Golden Apple yang terdaftar di dalam perkamen.
Griselda, Grimlock, Schmitt, Yoruko, Kains… nama-nama yang ada di dalam dituliskan dalam sebuah alpabet yang berantakan, dan diantara mereka, 3 orang tidak lagi berada di dalam kastil yang melayang ini.
Kita tidak boleh membiarkan ada korban lagi. Kita dengan pasti harus menemukan Grimlock dan bagaimana pembunuhan-pembunuhan di dalam area dapat terjadi.
Aku berkata kepada diriku sendiri mengenai hal ini di dalam hatiku dan bersiiap untuk menyimpan perkamen itu di dalam penyimpanan item.
Tetapi ketika kulit domba kecil itu hampir berubah dari sebuah item yang dimaterialisasikan menjadi sebuah nama di dalam sistem—
Pandangan mataku tiba-tiba tertarik ke sebuah titik tertentu di dalam perkamen.
"…Eh…?"
Aku dengan segera menarik kedua mataku ke dekat kulit domba itu, dan Detail Focus System mulai berfungsi, menyebabkan detil dari kata-kata yang ada di kulit domba meningkat.
"…A,apa ini..."
Begitu mendengarku menggumam, Asuna, yang masih memandangi penginapan, bertanya sesuatu,
"Kenapa?"
Akan tetapi, aku tidak mempunyai cukup banyak pikiran yang tersisa untuk menjawab pertanyaannya, karena aku hanya dapat memikirkan mengenai seberapa signifikan dan alasan dari keadaan yang ada di hadapanku ini, dan kemudian berusaha untuk menarik kesimpulan dari maksud dari kejadian ini.
—Beberapa detik kemudian.
"Ah…ahhh…!"
Aku berteriak sementara aku menendang kursi sebelum berdiri. Perkamen yang ada di tangan kananku bergetar hebat sebagai efek dari kejutan yang aku dapat.
"Begitu... jadi itu bagaimana hal itu dilakukan!"
Aku terengah-engah dan berteriak, dan Asuna memeberikan sebuah suara yang penuh keraguan, tidak sabar dan cemas.
"Apa? Kamu telah menemukan sesuatu!?"
"Ki... kita..."
Aku menekan suaraku yang serak keluar dari tenggorokanku dan menutup rapat kedua mataku.
"…Kita tidak melihat kebenarannya. Kita mengira kita melihatnya, tetapi kita sebenarnya tidak melihatnya. Karena —senjata, teknik, maupun logika untuk «pembunuhan di dalam area» memang sebenarnya tidak pernah ada!!"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar