Minggu, 23 November 2014

Kaliber (Bagian 1)

Bagian 1

"Onii-chan, lihat ini."
Dengan suara itu, Suguha menyerahkan sebuah tablet terminal tipis. Aku melihatnya dengan mengantuk.

Aku tidur dengan normal tadi malam, tapi sepertinya aku bermimpi panjang. Mungkin karena itulah , pagi ini di meja sarapan, aku harus menggunakan kopi kental untuk mengubah dengan paksa perseneling pikiranku yang menolak untuk bergerak. Namun dalam situasi ini, lampu peringatan kecil menyala di bagian kepalaku, dan aku ragu apakah akan menerima tablet itu atau tidak.
Karena sekitar dua minggu lalu, dalam situasi dan waktu yang sama, ketika dia menyerahkan hard copy[22], rahasia kelakuan burukku—tidak seserius itu sih, tapi Suguha diam-diam mengumpulkan bukti dari konversi karakterku dari tipe penerbangan VRMMO «Alfheim Online» ( ALO) ke baku tembak VRMMO «Gun Gale Online» (GGO). "Apakah ini sama dengan waktu itu, tapi apa yah yang telah aku lakukan baru-baru ini ', sambil berpikir, Suguha berkata dengan senyum pahit.
"Aku tidak akan menghukummu, lihatlah!".

Aku dengan takut-takut menerima tablet yang disodorkan lagi, dan mengintip itu.

Tampilannya sama seperti hard copy sebelumnya, sebuah berita dari situs informasi negeri terbesar VRMMORPG «MMO Tommorow». Namun, kategori halamannya bukan GGO tapi ALO. Ketika aku melihat gambar di artikel pertama, yang kulihat bukan avatar player tapi sebuah pemandangan. Jadi benar, itu bukan kisah tentang seorang Spriggan berpakaian hitam.

Merasa lega, aku membaca judul artikel itu.

Namun setelah itu, aku mengalami sebuah tipe shock yang berbeda, dan mengangkat suara ketika aku selesai.
"A ... Apaaa!"
[Senjata Legendaris Terkuat «Holy Sword Excaliber[23]», Akhirnya Ditemukan!].

Tertulis pada artikel seperti itu.

Aku melupakan kelelahanku sebelumnya dan membaca teks seakan melahapnya,dan erangan panjang keluar dari mulutku.
"Uh—huh... akhirnya mereka menemukan itu ..."
"Yah, aku masih berpikir itu membutuhkan waktu yang lama."
Berlawanan denganku, Suguha mengoleskan selai blueberry di roti panggangnya, dan menjawab dengan cemberut.

«Holy Sword Excaliber». Itu adalah satu-satunya senjata di ALO yang dikatakan melampaui «Demonic Sword Gram» yang dimiliki Salamander Eugene. Namun untuk waktu yang lama, selain deskripsi dan gambar kecil di bagian bawah bagian pengenalan senjata di situs permainan resmi, bagaimana mendapatkannya dalam permainan tidak diketahui.
-—Tidak, tepatnya, hanya ada tiga player yang tahu, itu tidak benar, empat orang. Suguha, Asuna, Yui, dan aku. Kami menemukan itu di awal tahun ini, pada Januari 2025. Karena sekarang 28 Desember rahasia Excaliber telah tersimpan selama hampir setahun penuh.
"Ah ... jika seperti ini, kita harus menantangnya lagi ..."
Sambil mengeluh, aku memasukan sendok ke dalam gelas selai buatan sendiri yang Suguha berikan padaku dan meraup jelly ungu ke roti panggangku. Kemudian aku mengoleskan sedikit mentega, membuat desain marmer. Baru-baru ini untuk mencoba mengontrol asupan kalorinya, Suguha dengan cara tersendiri melihatku menyiapkan roti panggang dan mencoba untuk menahan diri sementara membandingkan roti panggang di tangan kanannya, tapi kegigihannya untuk menyelamatkan Roll[24] nya ternyata gagal, dan tanpa kata dia menarik tabung mentega ke arahnya.
Mencoba untuk menunjukkan bahwa paling tidak bisa mengontrol jumlahnya, ia dengan hati-hati mengoleskan sedikit mentega. Suguha menggigit roti itu dan mengoreksi kesalahpahamanku.
"Tetap baca,itu masih ditemukan. Kelihatannya belum ada yang mendapatkannya."
"Apa."
Aku yang akan mengambil gigitan besar ke roti panggangku, menghentikan tanganku dan menatap tablet di atas meja lagi. Tertulis dalam artikel itu bahwa keberadaan Excaliber telah dikonfirmasi, tapi tidak ada yang mengatakan bahwa ada orang yang telah mendapatkannya. Berpikir tentang hal itu, jika seorang player telah memperolehnya,gambar artikel akan menjadi screen shot dari orang-orang yang dengan bangga memegang pedang emas itu.
"Begitu, Jangan menakutiku ..."
Aku bergumam saat menggigit besar roti panggangku kali ini, dan berteriak lega. Melihat itu, Suguha menertawakan ketidaksabaranku, mengambil susu kotak dan menuangkannya ke dalam gelas di depanku.
Hari ini Minggu, 28 Desember, 2025, 9:30. Untuk Suguha dan aku, itu adalah awal dari liburan musim dingin, jadi kami sedang sarapan sedikit terlambat. Ibu tampaknya memiliki beberapa cetakan yang harus dikoreksi lagi untuk diselesaikan tahun ini, jadi dia pergi keluar rumah dengan roti di mulutnya. E-book tanpa kantor percetakan memiliki kelebihan dan kekurangan.
Ayah, pekerjaan yang membawanya ke New York, sibuk seperti biasa, mengirim e-mail mengatakan bahwa ia kembali ke rumah pada tanggal 30. Ketika itu hanya Suguha dan aku di meja, percakapan yang kami alami mengapung menuju ALO, seperti biasa.
Setelah menyelesaikan bagian pertama roti panggangku, aku berbicara tentang keraguanku saat aku mengolesi roti panggang keduaku dengan tuna saat ini.
"Tapi, bagaimana bisa mereka menemukan itu? Terbang tidak mungkin dalam Jötunheimr, tapi Excaliber ada pada ketinggian di mana ia hanya dapat dilihat dengan terbang."
Setahun yang lalu, setelah berangkat dari ibukota Sylph dan pergi menuju ke pusat kota Aarun, Suguha (Lyfa) dan aku (Kirito) akhirnya melihat World Tree. Tapi kami segera ditelan oleh monster cacing raksasa, dan melewati saluran pencernaannya, lalu jatuh ke Underworld, Jötunheimr. Kami jatuh ke dalam tempat yang berisikan monster-monster raksasa kelas evil-god yang tidak mungkin kita kalahkan, dan saat kita mencoba untuk mencapai tangga menuju tanah di atas, kita menemukan sebuah adegan yang sangat aneh. Suatu humanoid tipe evil-god dengan empat lengan menyerang seorang evil-god yang tampak seperti ubur-ubur dengan hidung panjang dan kepala gajah.
Lyfa berteriak "Tolong bantu yang diganggu itu!", Dan kemudian aku menarik salah satu yang bersenjata empat tangan ke sebuah danau di dekatnya, dan ketika mencapai air, ubur-ubur evil-god menang. Jauh dari kata akan menyerang kami,dialah yang mengikuti Lyfa yang ia namai «Tonkii» membawa kami di punggungnya, dan membawa kami ke pusat Jötunheimr. Tonkii, yang telah mengalami «kemunculannya/metamorfosis» dari kepompong, terbang sambil membawa Lyfa dan aku ke jalan yang mengarah menuju canopy[25] di atas tanah—di tengahnya, kami melihatnya. Sebuah dungeon piramida besar terbalik terbungkus akar World Tree tergantung dari canopy, tersegel dalam kristal berkilau di bagian paling bawah adalah sebilah pedang emas.
Suguha tampaknya telah menghidupkan kembali memori itu bersamaan denganku, dan dengan mata menengadah,berkata sambil tersenyum.
"Onii-chan, pada saat itu kamu benar-benar bingung Apakah akan kembali ke tanah atau melompat dari Tonkii dan mencoba untuk pergi ke dungeon dan mendapatkan Excaliber.."
"Y. .. Yah, aku ragu-ragu ... Tapi aku berani mengatakan, orang yang tidak mengalami keraguan disana, aku tidak akan mengakui mereka sebagai net gamer!"
"Kata-kata itu sangat tidak keren."
Suguha membuat penilaian sambil tersenyum, dan melihat ke bawah seperti melamun. Rupanya dia tidak bingung tentang apa yang harus dia oleskan pada bagian kedua roti panggang, karena dia meraih tabung olesan tuna dan berbisik.
"... Tonkii hanya akan datang jika Onii-chan atau aku panggil .... aku belum mendengar ada orang yang mencari cara lain untuk terbang dalam Jötunheimr. Apakah ini berarti, seseorang telah menyelamatkan gajah ubur-ubur evil-god lain seperti kita dan berhasil memperoleh quest flag..."
"Mungkin seperti itu ... Itu menjijikan ... tidak, sangat unik untuk evil-god diselamatkan oleh orang aneh ... bukan, dermawan selain Sugu, aku terkejut mereka ada."
"Dia tidak menjijikkan, Dia lucu!"
Sambil memelototiku,seorang yang seharusnya-akan-menjadi adik berusia 16 tahun ku menyatakan itu dan terus berbicara.
"Tapi, dengan ini, aku pikir itu hanya masalah waktu sebelum seseorang berhasil menerobos dungeon dan mendapatkan pedang. itu tidak bisa ditemukan sampai hari ini karena sulit untuk memahami kondisi untuk aktivasi flag., Tapi setahun sudah berlalu dan ada update yang memperkenalkan Sword Skills, jadi tingkat kesulitan dari dungeon itu sendiri mengalami penurunan. "
"Kau ... benar ..." Meneguk susuku, aku mengangguk. Saat itu bulan Januari tahun ini saat kami menemukan Excaliber. Setelah itu, administrasi ALO dipindahkan dari RECTO Progress ke perusahaan spekulasi saat ini, jadi adanya penambahan kastil melayang Aincrad, menyebabkan perubahan besar dalam permainan. Ketika berbagai hal akhirnya menjadi tenang pada bulan Juni, Lyfa, Asuna, Yui, dan aku naik ke punggung Tonkii lagi dan menantang dungeon itu untuk mendapatkan Holy Sword Excaliber. Dan gagal total. Dungeon Piramida udara terbalik itu dipenuhi dengan monster tipe bos humanoid evil-god empat-tangan yang telah mengganggu Tonkii, mereka begitu kuat untuk membuat kita ingin berteriak "Tidak mungkin―". tiga dari kami plus satu telah pergi lebih dulu, bukan untuk menantang tapi untuk mengintai. Pada saat itu kami menetapkan hal itu mustahil, jadi kami bersumpah kami akan "Menantang lagi setelah kami menjadi lebih kuat."—Tapi.
Sepuluh lantai pertama Aincrad telah dibuka ketika dimasukkan ke dalam permainan,diikuti lantai ke-20 yang telah terbuka sampai September, jadi rencana kami terfokuskan ke sana. Kami kadang-kadang pergi ke Jötunheimr untuk mengumpulkan mateial, dan kebetulan memanggil Tonkii untuk bermain dengannya, tapi tentang Excaliber, karena tidak ada sesuatu yang terjadi setelah itu—atau lebih seperti belum ada yang menemukannya, setahun telah berlalu dengan seperti itu.
Namun,di dalam MMORPG, mustahil adanya sebuah item yang tidak pernah ditemukan. Rinciannya masih belum jelas, tapi karena akhirnya lokasi pedang muncul di situs berita seperti itu, banyak player akan bergegas ke Jötunheimr, beberapa di antaranya mungkin sudah memasuki dungeon udara.
"... Apa yang akan kamu lakukan, Onii-chan?"
Suguha bertanya, mengangkat gelas susunya dengan kedua tangan setelah dia menghabiskan roti panggang keduanya. Terhadap itu, aku berdeham untuk merespon.
"Sugu, mengejar item langka bukanlah satu-satunya kesenangan dari VRMMOs."
"... Ya, itu benar. Bahkan jika spesifikasi senjata itu kuat ...".
"Namun, aku pikir kita harus menjawab perasaan Tonkii, yang menunjukkan kepada kita pedang itu.Sebagai sesama rekan, pasti ia berharap agar kita menerobos dungeon itu.. Karena bagi kita, Tonkii adalah teman, kan."
"... Sebelumnya, kamu mengatakan dia menjijikkan ..."
Aku memohon pada adikku dengan mata berair, dan senyum yang mungkin terbesar.
"Jadi, Sugu, apakah kamu bebas hari ini?"
"... Nah, klubku sedang libur."
Bagus! Aku menekan kepalan tangan kananku ke dalam telapak tangan kiriku. Dan mengubah perseneling pikiranku, aku mulai berbicara tentang strategi penangkapan dengan sangat cepat.
"Jumlah maksimum orang yang bisa di bawa Tonkii ada tujuh Jadi,. Dengan Sugu dan aku, Asuna, Klein, Silica, dan Lis ... tinggal satu orang lagi. Agil sibuk dengan tokonya ... Chrysheight tidak dapat diandalkan, Recon ada di ibukota Sylph ... "
"... Bagaimana kalau mencoba mengajak Sinon-san."
"Itu dia!"
aku menjentikkan jariku dan langsung mengeluarkan ponselku, menggulirkan buku telepon. Awal bulan ini, aku terlibat dalam kasus tertentu di GGO - «Gun Gale Online», dan merubah Kirito, aku bertemu seorang player perempuan bernama Sinon disana. Setelah memecahkan kasus ini, Sinon menjadi berteman dengan Lis dan Asuna, yang mengundangnya untuk membuat sebuah karakter di ALO.
Tapi karena itu adalah karakter baru yang hanya digunakan selama dua minggu sejak itu dibuat, untuk semua sistem berdasarkan skill seperti ALO, rata-rata dari banyak statistik numeriknya masih rendah. Tapi dengan indera Sinon, dia bisa berdiri tegak bahkan di dungeons yang sangat sulit.
Diseberangku, yang mengirim e-mail dengan kecepatan maksimum, Suguha dengan cepat menumpuk piring dan gelas, dan membawanya ke dapur. Mungkin hanya imajinasiku, tetapi langkah kakinya memiliki keuletan untuk melakukan itu. Mungkin, tidak peduli apa yang dikatakannya, dia berencana untuk menjadi seperti ini ketika dia menunjukkan berita itu.
Dive ke dunia lain dengan teman-temanku, menantang sebuah misi sulit nan menegangkan. Sesuatu yang lebih menyenangkan dari ini akan sulit ditemukan.
Setelah aku selesai mengirimkan undangan untuk lima orang, termasuk Sinon, melalui e-mail, aku berlari kecil ke dapur untuk membantu Suguha. Meskipun ini hari Minggu, untuk dengan mudah mengumpulkan tujuh orang party pada pagi akhir tahun, harus oleh kebaikan alami si pengundang————tidak, itu pasti hasil dari «Holy Sword Excaliber» yang dengan kuat memanggil jiwa gamer mereka. Dibandingkan dengan setengah tahun yang lalu ketika Asuna, Lyfa, Yui, dan aku menantangnya, kali ini kita memiliki lebih banyak orang dan statistik pribadi kita jauh lebih tinggi. Tempat pertemuan kami adalah di jalan utama Yggdrasil City, di mana papan nama yang menyatakan «Toko Senjata Lisbeth» berada. Si pemilik toko Leprechaun sedang mengasah senjata semua orang pada roda batu asahan. Sebelum mengikuti sebuah quest berskala-besar, adalah hal biasa untuk menghidupkan kembali daya tahan equipment kami secara maksimal.

Pada Salamander pengguna katana, Klein, yang sedang duduk di bangku depan dekat dinding dengan kaki disilangkan, dengan alasan «bergembira», dan memiringkan sebotol anggur di pagi hari—tentu saja, meskipun demikian tidak satu mililiter pun alkohol memasuki tubuhnya yang sebenarnya—Cait Sith Beastmaster Silica, yang memiliki naga biru berbulu di kepalanya, bertanya padanya.
"Klein-san, apakah kamu sudah dapat cuti libur Tahun Baru?"
"Seperti kemarin. Tidak ada kerjaan saat ini bahkan jika aku ingin bekerja. Presiden kami yang sangat membanggakan perusahaan Super putihnya memberikan kami cuti sebelum dan setelah akhir tahun!"
Walaupun terlihat seperti itu, Klein adalah karyawan anggota-dari-masyarakat yang yang bekerja di sebuah perusahaan impor kecil. Dia selalu berbicara buruk tentang Presiden perusahaannya, tapi ia dirawat dengan baik selama dua tahun terdungeon di SAO, dan setelah Klein kembali hidup-hidup, ia segera bisa kembali bekerja, jadi pastinya itu adalah perusahaan yang bagus. Klein juga tampaknya merasa berhutang budi padanya, dan baru-baru ini mengembangkan sebuah sistem presentasi jarak jauh menggunakan kamera mobile dan paket «The Seed». Bagiku yang banyak membantu dalam memodifikasi kamera itu,ia hanya mentraktirku makan daging panggang kau-bisa-makan-semuanya yang agak sulit untuk ditelan, tapi aku tetap menagihnya untuk membantuku mengikuti quest hari ini——
Bersandar di dinding sementara aku berpikir, objek pemikiranku, Klein, menatapku dan berkata.
"Hei Kirito, jika hari ini kita berhasil mendapatkan «Holy Sword Excaliber», lain kali kau bisa membantuku mendapatkan «Spirit Katana Kagutsuchi»."
"Apa ... dungeon panas sialan itu ..."
"Jika kau mengatakan itu kemudian Jötunheimr kita hari ini sialan banget dinginnya!"
Sementara kami berargumen level-rendah, suara lemah datang dari sebelah kiri.
"Ah, kalau begitu aku ingin «Light Bow Shekhinah»."
Aku melihat orang yang berhenti berbicara.Yang sedang bersandar di dinding dengan punggungnya sama sepertiku, berdiri dengan tangan terlipat, dari rambut biru muda pendeknya, tumbuh telinga berbentuk segitiga tajam,seorang player Cait Sith perempuan. Jika Silica adalah tipe kucing Munchkin, maka kucing Siam keren ini—tidak, dia akan menjadi kucing liar ganas.
"Kau baru membuat karakter mu dua minggu lalu, dan kau sudah menginginkan senjata legendaris?"
Menanggapi pertanyaanku, ekor tipis panjang kucing liar itu bergerak-gerak dalam gerakan melambai dan menjawab.
"Busur buatan Lis di buat dengan indah, tapi aku ingin memiliki lebih sedikit lagi jarak pandang jika mungkin ..."
Pada saat itu, dari meja kerja jauh di bengkelnya, Lisbeth yang baru saja mengganti tali pada busur itu berbalik dan menjawab dengan senyum yang dipaksakan.
"Kau di sana, busur di dunia ini, adalah senjata dengan jangkauan lebih dari tombak tapi jangkauannya kurang dari pada sihir! membidik lebih dari 100 meter jauhnya itu tidak normal!"
Sebaliknya,si kucing liar hanya mengangkat bahu, dan memasang sebuah senyum tenang.
"Apa yang aku inginkan adalah dua kali lipat dari jangkauan tersebut."
Di markasnya dalam GGO, dia adalah seorang sniper dengan jangkauan-sangat panjang hingga 2000 meter lebih, mengetahui itu, aku tidak bisa apa-apa selain membuat senyum kaku. Jika dia benar-benar mendapat busur itu, dalam duel tanpa batas daerah jangkauan, sebelum kau bisa membawa pedang ke dalam jangkauannya, kau akan ditembak dengan panah seperti seekor landak dan itu akan menjadi END.
Kucing liar berambut berwarna air—adalah teman baru kami, Sinon yang datang ke ALO dua minggu lalu, hanya dengan satu hari praktek, dia sepenuhnya menguasai penggunaan sulit busur. Berbicara tentang pemanah di ALO,bisa saja adalah Sylphs dengan busur pendek dan pergerakan yang gesit, atau Gnome yang unggul dalam daya tahan dan kekuatan menggunakan ballista berat sebagai baterai artileri[26], ia sama sekali mengabaikan teori-teori dan bukannya terfokus pada jangkauan menggunakan busur besar,ia memilih untuk menjadi Cait Sith, ras dengan penglihatan terbaik dari sembilan ras saat dia membuat.
Berpikir membiarkan dia melakukan apa yang dia inginkan pada awal dan hal-hal lain, tapi melihat dia menembakkan panah dalam jangkauan lebih jauh dari sihir atribut api, dan membunuh monster sebelum mereka dapat mendekatinya, akhirnya aku berlutut kepadanya di dalam hatiku. Panah dari busur di dunia ini, di bawah jarak normal, memiliki «system assist» seperti halnya serangan sihir untuk dukungan meng-hit sasaran, di luar itu pengaruh jarak, angin dan gravitasi akan membuat panah meleset dari target. Namun, GGO menggunakan mesin umum untuk mensimulasikan «efek angin dan gravitasi», jadi sepertinya Sinon telah berlatih manual koreksi selama bertahun-tahun. Ini sama halnya seperti ketika aku pergi ke GGO dan menggunakan «pandangan pendeteksi» keterampilan yang tidak ada dalam sistem, ini berarti persamaan VRMMO yang dibuat menggunakan «The Seed», masih memiliki hal-hal di dalamnya yang aku tidak dapat pikirkan———..
Sementara aku sedang berpikir tentang berbagai hal, pintu bengkel di sebelah kananku terbuka dengan paksa.
"Aku kembali!" "Maaf menunggu."
Para pemilik suara-suara itu adalah Lyfa dan Asuna, yang pergi untuk berbelanja potion. Sepertinya mereka tidak menempatkan benda itu ke slot item mereka, tetapi mereka membawanya pulang dari pasar dengan keranjang yang mereka bawa, mereka meletakan botol kecil berbagai macam dan kacang-kacangan ke atas meja di tengah ruangan.
Seorang peri kecil terbang dari pundak Asuna—ia adalah seorang Pixie Navigasi bernama Yui, mendarat di kepalaku dan duduk. Avatarku, Spriggan «Kirito», atas permintaan Yui sekarang aku memiliki gaya rambut lamaku. Alasannya adalah itu «sulit untuk diduduki».
Di kepalaku, Yui mulai berbicara dengan suara seperti bel.
"aku mengumpulkan beberapa informasi ketika kami berbelanja, tak ada player atau pihak yang telah mencapai dungeon udara, papa."
"Oh ... Lalu, mengapa lokasi «Excaliber» itu diketahui?"
"Ternyata,ada sebuah quest lain yang berbeda dengan quest Tonkii kita telah ditemukan.Reward quest itulah yang tampaknya membuat NPC menunjukkan lokasi «Excaliber»."
Mendengar kata-kata Yui, Asuna, yang mengorganisir potions,menengok dengan hanya rambut Udine biru panjangnya melambai, membuat senyum dan mengangguk.
"Dan tampaknya, itu juga bukanlah quest yang damai. Daripada tipe tugas atau melindungi, itu adalah quest tipe pembantaian.. Sekarang, berkat itu, telah terjadi pertarungan brutal untuk mengklaim kembali POP monster di Jötunheimr. "
"... Yang pasti itu tidak akan menjadi tenang ..."
Aku mengernyitkan bibirku juga.

Tipe pembantaian, seperti namanya menunjukkan, «mengalahankan sampai xx sejumlah dari xx tipe monster» atau «Mengumpulkan sejumlah xx drop item dari xx tipe monster», quest semacam itulah. Wajar saja, karena itu adalah sebuah quest yang mengharuskan party untuk tetap berburu tipe monster tertentu di daerah tertentu, ketika pihak lain dalam quest melakukan hal yang sama di daerah kecil yang sama, pertarungan untuk memperoleh re-pops terbanyak, yaitu membantai tipe monster tertentu yang ter-re-spawn pastinya akan mengarah ke pertempuran PvP[27]..
"Tapi, bukankah itu aneh?"
Klein yang menyelesaikan botol minuman kerasnya, menyeka bibirnya dan membuka mulutnya.
"«Holy Sword Excaliber» tersegel di dalam ruang terdalam dalam dungeon udara yang dijaga oleh evil-god kan? Apa itu maksudnya mendapakan sebuah quest reward dari pengungkapan NPC itu?"
"Sekarang jika kau mengatakannya, tampaknya begitulah."
Silica juga, selagi memeluk Fina yang turun dari kepala ke dadanya, memiringkan kepalanya.
"Kalau reward untuk transportasi ke dungeon, itu bisa dimengerti ..."
"-Yah, kita akan mengerti begitu kita sampai di sana, aku yakin itu."
Di sebelahku, komentar dari Sinon selalu dingin seperti biasa, dan Lisbeth berteriak dari dalam bengkel nya setelah itu.
"Bagus!!! Semua senjata, sudah di perbaiki!"
"Terima kasih untuk kerja keras mu!!"
Semua orang menyanyikan paduan suara apresiasi.Kemudian mengambil yang terlihat bersinar seperti baru, pedang penuh kasih, katana, busur dan senjata lainnya dan meng-equip nya. Selanjutnya, dari meja, dengan kemampuan perintah yang melekat pada dirinya, Asuna membagi potion-potion menjadi tujuh bagian, kami mengambilnya dan menempatkannya dalam kantong sabuk di pinggang kami. Kemudian menyimpan item yang kami tidak bisa bawa dalam slot item kami.
Melihat sekilas tampilan waktu dunia nyata di sudut kanan bawah dari pandanganku,yang kulihat baru pukul 11:00. Kami akan makan siang dan istirahat ke kamar kecil pada waktu tertentu, tapi itu mungkin dapat dilakukan dalam zona aman pertama di dungeon udara. Melihat sekeliling, aku melihat persiapan yang sudah lengkap dari ke-tujuh orang + satu + satu naga, dan berdeham untuk mendapatkan perhatian semua orang.
"Semuanya, terima kasih telah datang hari ini untuk menanggapi panggilan mendesakku, aku akan membalas kalian untuk ini suatu hari, dengan semangat! Kalau begitu—mari kita lakukan yang terbaik!"
Ooo! Mungkin karena imajinasiku, tetapi tampaknya ada senyum sedikit kecut bercampur ke dalam paduan suara itu. Berbalik dan membuka pintu bengkel, tujuanku adalah terowongan rahasia yang menghubungkan Aarun di bawah Yggdrasil City ke Underworld, Jötunheimr, dan mulai melangkahkan sepatuku ke depan.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar