Bagian 3
Asuna, Agil, dan aku, kami bertiga bergerak dari gerbang transfer di «Algade» menuju ke lantai terendah dari Aincrad, «Starting City».Tujuan kami adalah untuk memeriksa «Monumen Kehidupan» yang berada di dalam Black Iron Palace. Kami perlu untuk setidaknya memeriksa apakah penempa pedang Grimlock ini masih hidup sebelum kami mencarinya.
Sekarang adalah musim semi, tetapi «Starting City» yang besar ini masih dimandikan oleh suasana ketandusan.
Tentu saja, ini bukanlah hasil dari cuaca yang dibuat secara acak. Jalanan yang lebar yang ditutupi oleh kegelapan tidak memiliki tanda-tanda adanya pemain lain di sekitarnya, dan bahkan BGM yang dimainkan oleh band NPC semuanya adalah melodi-melodi yang membahayakan.
Baru-baru ini, aku mendengar mengenai sebuah peraturan yang bukan main —— guild terbesar di lantai-lantai terbawah, organisasi mandiri «Aincrad Liberation Army» melarang para pemain untuk keluar di waktu malam. Kelihatannya ini mungkin saja terjadi. Terdapat bebebrapa kelompok patroli yang memakai zirah pelindung abu-abu gelap sementara kami berjalan.
Dan ketika orang-orang itu melihat kami, mereka dengan segera berlari ke arah kami seperti barisan polisi pemuda yang menangkap anak-anak sekolah menengah yang membolos. Mereka semua mundur ketika mereka melihat serangan pandangan nol mutlak Asuna yang dingin, tetapi tindakan-tindakan seperti itu sangat menegangkan.
"...Tidak heran Algade sangat ramai... hal-hal yang dijual di sini sangat mahal..."
Setelah mendengarku menggumamkan hal ini tanpa sadar, Agil memberitahukanku sebuah rumor yang bahkan lebih menakutkan.
"Aku dengar bahwa guild bernama army ini baru-baru ini berencana untuk mulai «menarik pajak» dari para pemain."
"Eh!?Pajak? Tidak mungkin... bagaimana cara mereka melakukannya?"
"Aku tidak tahu mengenai itu... mungkin mereka akan secara otomatis menariknya dari hasil jarahan dari membunuh monster?"
Agil dan aku dengan bodoh bercanda seperti ini, tetapi ketika kami menginjakkan kaki di lantai batu dari Black Iron Palace, kami segera menutup mulut.
Seperti namanya, tempat ini adalah sebuah bangunan besar yang dibangun dari tiang-tiang hitam mengkilat dan papan-papan logam. Udara di dalamnya jelas lebih dingin dari yang di luar. Bahkan Asuna, yang bergerak dengan cepat, kelihatannya kedinginan sehingga dia menggosok kedua lengannya yang terbuka.
Mungkin alasan mengapa tidak ada siapapun di dalam adalah karena ini sudah larut malam.
Selama siang hari, banyak orang tidak percaya mengenai kematian teman-teman atau kekasih mereka dan datang ke sini untuk memeriksanya. Ketika mereka melihat sebuah garis tanpa ampun mencoret nama yang mereka cari, mereka biasanya mulai menangis keras-keras. Aku rasa Yoruko, yang melihat kematian dari temannya Kains masih akan datang ke sini besok untuk memeriksa. Sebenarnya, bahkan aku melakukan hal yang sama tidak terlalu lama sebelumnya, dan sekarang ini, aku belum dapat untuk benar-benar melangkah keluar dari ingatan yang menyakitkan itu sama sekali.
Hanya seperti itu, kami berjalan ke dalam ruang lobi yang kosong, diterangi oleh api-api biru.
Asuna dan aku tiba di «Monumen Kehidupan» yang terpampang selebar 10m, dan kami menatap di bagian yang dimulai dengan huruf «G» dengan urut secara alfabet.
Agil terus berjalan ke arah kanan. Asuna dan aku menahan napas kami ketika kami melihat nama-nama yang disebutkan, dan kelihatannya menemukan nama itu pada saat yang bersamaan.
«Grimlock». Di tengahnya —— tidak ada garis.
"...Masih hidup."
"Yeah."
Kami berdua menghembuskan napas lega pada saat yang bersamaan. Sedikit lebih jauh dari kami, Agil sedang melihat kolom «K», dan segera berkata kepada kami dengan sebuah tampang serius,
"Kains' benar-benar sudah meninggal. Tanggal kematiannya adalah bulan Sakura, hari ke-22, 18:27."
"...Tanggal dan waktunya benar. Itu adalah saat kami meninggalkan restoran."
Asuna menggumam dan melihat ke bawah, merendahkan kedua alisnya yang panjang. Agil dan aku berdoa dalam hening. Romanisasi[10] dari «Kains» seharusnya terbaca sama seperti apa yang tertulis. Kami memeriksakannya dengan Yoruko sebelumnya.
Setelah menyelesaikan semua yang perlu kami lakukan, kami meninggalkan Black Iron Palace dan menghembuskan udara yang ada di dalam kami. Tanpa kami ketahui, BGM yang bermain di jalan telah menjadi sebuah slow waltz[11] yang digunakan pada larut malam. Semua toko NPC telah tutup, dan sedikit lampu jalanan adalah satu-satunya jenis benda yang menerangi jalan. Kelompok-kelompok patroli dari «Army» telah menghilang.
Kami bergerak ke alun-alun dalam hening dimana gerbang transfer-nya berada, dan pada saat inilah, Asuna secara tiba-tiba berbalik untuk melihatku.
"...Kita akan mulai mencari Grimlock besok."
"Kamu benar..."
Aku menganggukkan kepalaku setuju. Alis Agil yang tebal merengut.
"Yah... pekerjaan utamaku adalah pedagang, bukan seorang pendekar..."
"Aku tahu. Itu adalah semua yang perlu kamu lakukan sekarang, pedagang."
Aku menampar pundaknya dan menepuknya. Agil memberikan sebuak ekspresi lega, tetapi dengan malu-malu membisikkan sebuah kata maaf untuk meminta maaf.
Jago kelahi tua ini tidak benar-benar berpikir bahwa «bisnis adalah prioritas» atau «ini benar-benar merepotkan untuk diinvestigasi». Dia hanya tidak ingin bertemu pemain itu yang menciptakan tombak pendek seperti itu yang telah membunuh seseorang. Tentu saja, dia tidak takut; sebenarnya kebalikannya —— dia khawatir bahwa kemarahan yang biasanya dia salurkan kepada para monster akan tiba-tiba meledak.
Agil meninggalkan kami dengan sebuah'Lakukan yang terbaik, kalian berdua', dan menghilang ke dalam gerbang transfer. Asuna sudah siap untuk kembali ke markas besar untuk beberapa lama, jadi kami berpisah untuk hari ini.
"Mari bertemu di gerbang transfer di lantai ke-57 jam 9 besok. Kamu harus sampai di sana tepat waktu, dan jangan ketiduran."
Begitu mendengar Asuna mengatakan ini dengan nada dari seorang guru atau kakak perempuan —— walaupun aku tidak mempunyainya di dunia nyata —— aku hanya dapat tersenyum kecut dan mengangguk.
"Aku mengerti. Kamu seharusnya yang perlu tidur yang cukup. Bila kamu khawatir, aku dapat berjaga disamping——"
"TIDAK PERLU!"
Setelah meninggalkan kata-kata itu, wakil pemimpin dari KoB dengan cepat berbalik dan melompat ke dalam gerbang transfer, meninggalkan bayang-bayang berwarna merah dan putih.
Aku, yang ditinggalkan, hanya dapat berdiri di depan gerbang yang mengeluarkan cahaya biru dan putih untuk sementara waktu dan mengurutkan apa yang terjadi sepanjang hari. Pertama-tama, ini hanyalah sebuah yang «Cuaca hari ini baik» yang sederhana, dan walaupun begitu aku akhrinya menjadi penjaga tidur Asuna «The Flash»; dan ketika kami berdua akhirnya berhasil pergi untuk makan malam, kami akhirny terlibat di dalam sebuah kasus pembunuhan yang terjadi di dalam «area», dan sekarang aku menjadi entah seorang detektif atau asistennya dalam menghadapi misteri pembunuhan ini.
Tentu saja, setiap hari di dalam kota yang melayang Aincrad ini «tidak normal», tetapi sudah satu setengah tahun sejak permainan kematian ini dimulai pada tanggal 6 November 2022, dan kebanyakan pemain, termasuk aku —— setidaknya tinggal di area tengah. Kebanyakan dari kamu dengan sengaja melupakan kehidupan kami di dunia nyata dan memfokuskan diri untuk bertahan hidup di dalam «Kehidupan Sehari-hari» ini yang terdiri dari pedang, bertempur, koin-koin emas, dan dungeon.
Tetai insiden hari ini menyebabkanku berakhir di sebuah macam lain dari ketidaknormalan. Aku tidak tahu apakah ini akan menjadi semacam hal permanen untuk yang akan datang...
Sementara aku memikirkan mengenai ini, aku mengambil beberapa langkah ke depan, memasuki gerbang transfer biru itu dan menggunakan perintah suara untuk mengirmkanku ke dalam tempat tinggalku untuk saat ini —— area jalan utama dari lantai ke-48, «Lindas»; sebuah perasaan seperti melayang mengitariku dengan sebuah kilauan yang kuat.
Sementara kakiku mendarat di tanah sekali lagi, aku melangkah ke depan ke lantai batu yang berbeda warna, dan pemandangan di sekitar segera berganti. Baru seminggu kurang sejak aku menggunakan jalanan utama dari Lindas sebagai sebuah markas, tetapi aku menyukai kota ini dengan sungai-sungai yang mengalir di sekitar jalan-jalan dan mobil air bergerak didalamnya. Akan tetapi, sekarang sudah di atas jam 10 malam, dan jalanan ditutupi oleh pemandangan malam. Bagaimanapun juga, suara dari para penempa yang bekerja tidak peduli dimana aku berada selama siang hari telah benar-benar menghilang.
Aku meninggalkan gerbang transfer, merenungkan mengenai apakah aku harus dengan menurut mengikuti janji yang aku buat dengan wakil-pemimpindono dan langsung pergi tidur atau membeli minuman di dalam sebuah bar yang dijalankan oleh seorang NPC. Pada saat itu ——
6-7 pemain tiba-tiba mengepungku.
Aku dengan segera bersiap untuk menghunus pedang yang ada di punggungku. Bahkan bila aku dikelilingi oleh puluhan orang, aku tidak akan berada di dalam bahaya selama aku berada di dalam «area» —— tetapi akal sehat seperti itu menjadi sedikit tidak dapat dipercaya setelah kejadian-kejadian yang terjadi selama beberapa jam terakhir ini.
Aku hanya menggerakkan jemari di tangan kananku dan mengendalikan doronganku untuk menghunus pedangku.
Aku telah bertemu dengan semua orang di dalam kelompok ini. Mereka semua adalah anggota dari grup penyelesai «Divine Dragon Alliance». Aku telah berbicara dengan salah seorang dari mereka, yang dapat dibilang adalah salah satu dari pejabat mereka, berdiri di antara pemain yang berbaris dalam setengah lingkaran.
"Selamat malam, Schmitt-san."
Aku memulai percakapan dengan tersenyum dan menyapanya, dan pengguna tobak besar berbadan besar dan tegap ini kelihatannya kehilangan kata-kata, tetapi dia dengan segera mengernyit berat dan berkata,
"...Kirito-san, aku memiliki sesuatu yang perlu aku tanyakan kepadamu, jadi aku jauh-jauh datang ke sini untuk menunggumu kembali."
"Heh, aku tidak berpikir bahwa kamu akan menanyakan mengenai ulang tahunku atau golongan darahku..."
Aku secara insting bercanda, dan alis tebal dibalik rambut pendeknya yang seperti jago dari klub olahraga berdenyut.
Kami berada di dalam kelompok penyelesai dan kami tidak memiliki hubungan permusuhan, tetapi aku hanya tidak dapat akur dengan orang dari «Divine Dragon Alliance». Sebagai perbandingan, hubunganku dengan «Knights of the Blood» dibawah pimpinan Asuna mungkin lebih baik.
Alasan mengapa kami tidak dapat akur adalah karena sementara «Knights of the Blood» bertujuan untuk «menyelesaikan permainan dengan secepat mungkin», anggota dari «Divine Dragon Alliance» bertujuan untuk mendapatkan «kehormatan sebagai guild terkuat». Mereka pada dasarnya tidak akan berkelompok dengan guild lainnya dan tidak akan dengan terbuka memberitahukan informasi mengenai area-area latihan. Selain itu, mereka juga memaksa dengan sangat untuk memberikan serangan terakhir kepada bosnya —— karena jarahan yang didapat dan bonus experience point-nya.
Dilain pihak, bila aku memikirkannya dari sudut pandang lain, kelompok orang-orang ini mungkin berpikir untuk menikmati permainan bernama SAO ini, jadi aku tidak pernah benar-benar menolak mereka karena hal ini. Akan tetapi, karena aku telah menolak untuk bergabung dengan guild mereka dua kali, hubungan kami tidak dapat dianggap baik.
Sekarang ini, ketujuh orang ini kelihatannya mengepungku dengan membuat setengah lingkaran dengan punggungku menghadap gerbang transfer, tetapi mereka pasti telah menghitung jaraknya sebelumnya. Jarak ini tidak akan membuat pemain untuk merasa bahwa mereka telah «terkurung» dan tidak dapat bergerak, tetapi bila aku ingin pergi, aku pasti akan menyentuh salah satu dari mereka, dan aku pasti akan dengan alami berpikir terlebih dahulu bila aku perlu melakukan sesuatu yang kasar. Hal ini membentuk sebuh situasi «pemojokkan yang mencurigakan».
Aku benar-benar menahan dorongan untuk menghela napas dan mengganti nadaku untuk bertanya kepada Schmitt,
"Aku akan menjawab semua yang aku ketahui. Apa yang ingin kamu tanyakan?"
"Insiden PK di dalam area di lantai ke-57 sore ini."
Aku sudah menduga jawaban itu sementara aku mengangguk, bersandar ke dinding batu dan melipat kedua lenganku di depan dadaku sebelum menggunakan sebuah ekspresi mata untuk memintanya untuk melanjutkan.
"Aku dengar bahwa itu bukanlah sebuah duel... bukan?"
Dia menggunakan sebuah suara berat yang menarik untuk bertanya, dan aku berpikir untuk beberapa saat sebelum mengangkat bahuku dan menjawab,
"Itu adalah apa yang dapat aku pastikan. Tidak ada orang di tempat kejadian yang melihat window yang menunjukkan pemenangnya. Tentu saja, mungkin ada beberapa alasan mengapa tidak ada dari mereka yang dapat menemukannya."
"..."
Rahang Schimitt yang berbentuk persegi dengan segera menutup, dan pelindung di bawah lehernya mengeluarkan sebuah suara.
Anggota dari «Divine Dragon Alliance» harus memakai zirah dengan warna perak dan biru sebagai warna dasar. Tombak panjang sepanjang 2m yang ada di punggungnya tampak sangat mencolok karena ujungnya yang tajam memiliki bendera segitiga dari guild mereka yang terikat di sana.
Setelah keheningan sesaat, Schmitt berkata dengan sebuah suara yang lebih berat,
"Aku dengar pemain yang terbunuh itu bernama «Kains»... apakah itu benar?"
"Temannya yang menyaksikan keseluruhan insiden ini berkata begitu. Aku baru saja memeriksa di dalam Black Iron Palace. Tanggal dan penyebab kematiannya benar-benar sama."
Aku melihat lehernya yang tebal sedikit menelan ludah, dan akhirnya mulai merasa curiga. Aku menelengkan kepalaku dan bertanya kepadanya,
"Apakah kamu mengenal orang yang telah meninggal itu?"
"...Bukan urusanmu."
"Oi oi, mengapa hanya kamu yang dapat bertanya..."
Aku baru berkata setengah jalan ketika dia tiba-tiba menggeram marah kepadaku,
"KAMU BUKAN SEORANG POLISI KAN!? KELIHATANNYA KAMU MELAKUKAN BANYAK INVESTIGASI SECARA RAHASIA DENGAN WAKIL PEMIMPIN DARI KOB, TETAPI KALIAN BERDUA TIDAK MEMILIKI HAK UNTUK MENYIMPAN SEMUA INFORMASINYA SENDIRI!"
Dia mengeluarkan sebuah auman yang bahkan dapat didengar oleh mereka yang berada di luar alun-alun, dan anggota lain di sekitarnya menunjukkan ekspresi kesusahan sementara mereka melihat sekeliling. Kelihatannya Schmitt tidak pernah memberitahukan mereka rinciannya dan hanya ingin mereka berkumpul di sini.
Kalau begitu, kelihatannya «Divine Dragon Alliance» sendiri tidak terlibat di dalam insiden ini, tetapi Schmitt sendiri. Sementara pikiranku mengingat hal ini, sebuah tangan kanan yang terbungkus dengan sarung tangan besi terulur ke arahku.
"Aku tahu kamu mengambil senjata PK dari tempat kejadian perkara itu. Investigasimu sudah cukup. Serahkan kepadaku."
"Oi oi oi..."
Tindakan seperti itu jelaslah sebuah pelanggaran etika.
Di dalam SAO, senjata yang tidak digunakan apapun yang jatuh ke tanah, atau sebuah senjata yang ditikamkan ke dalam seekor monster dan dicabut akan kehilangan data pemiliknya setelah 300 detik. Item itu menjadi milik orang yang mengambilnya, tidak peduli apakah itu karena sistem atau secara umum. Data pemilik tombak hitam pendek itu telah dihapus ketika tombak itu telah merenggut nyawa Kains, dan karena itu, berdasarkan sistem, tombak itu menjadi milikku sekarang.
Sebenarnya ini bukanlah kali pertama dari situasi dimana seseorang dipaksa untuk menyerahkan senjata gratis mereka —— tetapi tombak itu adalah sebuah senjata dan sebuah barang bukti yang sangat penting. Karena aku bukanlah seorang polisi atau polisi militer, jadi aku tidak memiliki keinginan untuk menyimpannya sendiri.
Karena itu, aku hanya menghela napas secara terbuka dan mengayunkan tanganku untuk memanggil item window.
Aku menggunakan tangan kananku untuk menggenggam tombak hitam pendek yang telah dimaterialisasikan tersebut, dan berpikir untuk bertindak keren sementara aku menancapkannya dengan keras ke lantai batu diantara Scmitt dan aku.
*KLANG!* Tombak pendek itu mengeluarkan sebuah percikan besar dan menusuk ke lantai. Scmitt terlihat terkejut akan tindakanku sehingga dia mundur setengah langkah,
Aku melihatnya dari dekat lagi, dan menemukan bahwa desain dari senjata ini benar-benar mengerikan. Tentu saja, senjata ini yang didesain untuk membunuh pemain tidak baik sama sekali. Aku memalingkan pandanganku dari drop yang hanya aku yang dapat melihatnya, dan menggunakan sebuah suara yang sangat lembut untuk mengatakannya kepada pengguna tombak panjang itu,
"Aku menghemat waktumu untuk memeriksa item ini. Nama dari senjata ini adalah «Guilty Thorn», dan pandai besi yang membuatnya adalah «Grimlock». "
Disana terdapat sebuah reaksi yang jelas.
Schmitt segera melebarkan kedua matanya yang sempit sementara mulutnya membuka lebar, mengeluarkan sebuah suara terengah-engah parau dari dalam.
Tanpa ragu-ragu, orang yang terlihat seperti atlit olahraga ini pasti telah mengenal pandai besi bernama Grimlock dan korban yang bernama Kains, dan mereka telah melalui «suatu insiden» bersama.
Bila ini adalah motif mengapa pembunuhnya membunuh Kains, insiden pembunuhan di dalam «area» bukanlah sesuatu yang aku takuti, seorang pembunuh yang hanya melakukan PK secara acak dan tanpa pandang bulu. Aku benar-benar ingin tahu apa yang terjadi di masa lalu, tetapi bahkan bila aku bertanya kepada Schmitt secara langsung, dia mungkin tidak akan menjawabku dengan jujur.
Ketika aku sedang berpikir mengenai apak yang dapat aku lakukan, lengan yang memakai sarung tangan besi tebal itu melurus dengan kaku dan menarik tombaknya dari lantai.
Schmitt dengan kasar membuka item window dan melemparkan tombak pendek itu ke dalam, seakan-akan untuk menyingkirkannya, lalu dengan cepat berbalik.
Lalu, dia, dengan tombak panjang miliknya menghadapku, pergi dengan sebuah kata-kata mengancam yang lumayan klasik.
"...Jangan menginvestigasi secara acak lebih jauh lagi. Mari pergi!"
Orang-orang dari Divine Dragon Alliance itu dengan cepat mengarah ke gerbang transfer dan menghilang.
——Lalu, apa yang harus aku lakukan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar