Minggu, 23 November 2014

Kaliber (Bagian 5)

Bagian 5

Bahkan bagiku yang tidak tahu menahu tentang mitos dan cerita rakyat, ada beberapa cerita yang aku agak familiar mendengarnya. Dalam mitologi Norse, Dewa utama Óðinn [17], Dewa Badut Loki, dan seseorang yang terkenal —— dewa halilintar Þórr. Berbekal palu untuk memanggil halilintar, sosok yang mengalahkan raksasa satu demi satu telah menjadi motif dalam banyak film dan permainan.
Ini adalah bagian yang hendak dikatakan Lyfa padaku tadi, salah satu peristiwa dalam mitologi Norse tentang «Þórr memperoleh kembali palu yang dicuri oleh raja raksasa Þrym». Dalam mitos itu, Þórr menyamar sebagai dewi Freyja untuk mengelabui Þrym dalam pernikahan palsu, penyamaran itu hampir terungkap berkali-kali selama perjamuan, tetapi kelicikan Loki telah membantu mereka melewati semua itu, akhirnya ia memperoleh kembali palu itu dan melanjutkan untuk membunuh setiap raksasa tidak terkecuali Þrym, itu adalah sebuah cerita kejam yang aku tak pernah tahu sebelumnya.Kemungkinan Sistem Kardinal telah mengumpulkan legenda ini, kemudian menyusunnya sebagi sebagai sub-rute quest ini. Dengan kata lain, jika seseorang tahu tentang peristiwa ini, setelah mereka mendengar nama Freyja, mereka akan segera mengerti bahwa dia bukan mata-mata Þrym. Jadi aku sangat berterima kasih atas intuisi Klein dan bushidō-nya di kurungan es yang membantu Freyja keluar, namun —— dengan terungkapnya «identitas sejati» Freyja, aku bertanya-tanya apakah kondisi pikirannya akan tetap seperti sekarang.
"Nuu u―n ...... kau raksasa hina, hukumanmu karena mencuri hartaku «Mjolnir» akan diturunkan sekarang!"
Dewa halilintar Þórr mengacungkan palu emas besar di tangan kanannya, ia bergegas maju ke medan pertempuran dengan menggunakan momentum dari menjejakkan kakinya ke lantai tebal.
Raja Es Þrym yang berdiri berlawanan darinya meniupkan nafasnya ke arah kedua tangannya, menciptakan sebuah kapak perang es di sana. Mengayunkan kapak, ia balas berteriak,
"Kau Dewa kotor rendahan, kau berani-beraninya menipuku! Aku akan memotong jenggot dari wajahmu dan mengirimnya kembali ke Asgard [18]!" Jika kita berpikir tentang hal itu, Þrym yang benar-benar percaya bahwa Freyja yang sampai tadi adalah dewi yang sebenarnya,dan sedang menunggunya dengan penuh gairah untuk pernikahan. Meskipun ia adalah orang jahat, setidaknya dia memiliki hak untuk marah. Di tengah ruang terbuka, Sang kumis emas dan raksasa berkumis biru berteriak dan bertukar pukulan satu sama lain menggunakan palu emas dan kapak perang es. Dampak yang keluar mengguncang seluruh kastil. Masih belum pulih dari shock perubahan Freyja yang menjadi raksasa —— tidak, menjadi seorang kakek-kakek, kami berdiri di sekelilingnya dengan mata terbuka lebar dalam kebingungan, dan tak lama kemudian, Sinon, yang sudah selesai memulihkan HP nya, berteriak tajam dari sisi belakang ruangan,
"Semuanya serang dia sekarang saat Þórr masih menjadi targetnya!"
Ya, itu benar. Tidak ada jaminan Þórr akan mampu melawan sampai akhir. Aku juga mengayunkan pedangku yang tajam dan mengangkat suaraku.
"Baiklah, serangan penuh! Gunakan sword skill tanpa perlu menahannya!"
Kemudian, tujuh orang menjejakkan kakinya ke lantai dan mendekati Þrym dari segala arah.
"Nuuooooooo————!"
Memancarkan semangat juang yang sangat hebat, dengan mengangkat tinggi-tinggi katananya dalam posisi bertempur, tampaknya ada sesuatu yang berkilauan di sudut mata Klein, tetapi dengan kemurahan hati kepada seorang prajurit aku pura-pura tidak melihatnya. Tanpa khawatir tentang delay skill, kami terus menerus menggunakan sword skill lebih dari tiga-hit pada kedua kaki Þrym. Asuna juga mengubah dari tongkat sihir ke Rapiernya tanpa aku sadari, serangan tusukan berkecepatan dewanya mengguncang urat otot tulang keringnya. Di sampingnya Lisbeth berulang kali memukul jari-jari Þrym dengan palu perang yang digenggamnya di kedua tangannya.
"Gu ...... numuu ......!"
Þrym mengeluarkan geraman sementara tubuhnya bergetar, dan akhirnya, lutut kirinya membentur lantai. Sebuah efek cahaya kuning menyilaukan melingkari perimeter mahkotanya. Ini adalah kondisi stun.
"Sekarang adalah kesempatannya ......!"
Menuruti panggilanku, setiap anggota melepaskan serangan combo tertinggi mereka. Efek cahaya terang menutupi tubuh bagian atas telanjang Þrym. Selain itu, dari langit,anak panah-anak panah jingga bersinar tercurah seperti hujan. "Nuuun! Kembalilah ke dalam jurang, Raja raksasa!"
Pada akhirnya, Þórr menyampaikan pukulan terakhir dengan menghantamkan palu di tangan kanannya ke kepala Þrym. Mahkotanya terpecah-belah dan terbang, dan monster bos yang dulu tampaknya seperti sebuah dinding besi roboh ke tanah dengan dentuman keras. Gauge HP nya telah menghilang. Ujung kaki dan kumisnya berubah menjadi es sambil membuat suara berderit.
Rongga mata hitam legam dengan kemerlip pendaran birunya memudar dan menghilang. Pada saat itu, kumis kusutnya bergetar, dan sebuah tawa pelan mengalir keluar,
"Nu huhuhu kau serangga-serangga kecil nikmatilah sedikit kemenanganmu untuk sekarang ini. Tapi kendurkanlah penjagaan mu terhadap æsir dan kau akan melihat pengalaman yang menyakitkan ...... Karena mereka adalah....sebenarnya ..."
Zumun! suara hentakan kaki Þórr meledak, ia kemudian melangkah ke arah Þrym yang sepenuhnya tediam membeku.
Sebuah «End Flame» berskala sangat besar terjadi, bersaman dengan Sang Raja Raksasa Es yang berubah menjadi pecahan-pecahan es tak terhitung banyaknya dan berserakan. Karena tekanan dari efek, kami dengan refleks mengangkat tangan kami dan mengambil beberapa langkah mundur, dewa halilintar Þórr memelototi adegan itu dengan mata emasnya dari ketinggian di atas.
"............ Hmmm, aku sampaikan rasa terima kasihku, para prajurit peri. Aku juga telah bisa membasuh aib dicurinya harta karunku——Sekarang, harus ada imbalan."
Dia kemudian mengangkat tangan kirinya dan menyentuh gagang palu raksasa yang indah di tangan kanannya. Salah satu tahta permatanya keluar dengan mudah, memancarkan cahaya dan berubah menjadi sebuah benda kecil,palu yang cocok untuk ukuran manusia. Þórr kemudian menjatuhkan versi skala kecil dari palu emas aslinya kepada Klein.
"«Thunder Hammer Mjolnir», gunakan dengan baik itu dalam pertempuran. Dan ——Sampai jumpa."
Þórr mengangkat tangan kanannya dan petir pucat segera menembus ruangan yang terbuka lebar. Kami menutup mata kami secara refleks, dan ketika kami membuka kelopak mata kami, ia tidak lagi ada. Dialog penarikan anggota melayang keluar, dan gauge HP / MP kedelapan tanpa suara menghilang.
Di tempat di mana Þrym telah menghilang, gunungan item drop bergulir turun seperti air terjun, yang kemudian secara otomatis menghilang ke penyimpanan sementara party.
Pada saat yang sama, sebuah cahaya kuat bersinar di ruang bos, mengusir kegelapan. Dengan sangat disayangkan, gunungan objek emas di dinding juga memudar. Nah, semua penyimpanan kami hampir penuh, jadi kami tidak bisa menyimpan mereka.
"............ Fiuh ......"
Aku menghela napas ringan, kemudian berjalan ke sisi Klein, kemudian menempatkan tanganku di bahunya dan berkata,
"Senjata legendaris di dapatkan, selamat."
"............ Aku tidak memiliki skill palu sedikitpun."
Menggenggam palu perang satu tangan yang berkilauan dengan sebentuk efek aura,si pengguna katana yang menampakkan senyum sedih sebelumnya kembali ke senyum energiknya yang biasanya.
"Kalau begitu, aku akan dengan senang hati memberikannya kepada Lis. Ah― tapi jangan larutkan ini menjadi ingot......."
"Tunggu! Tidak peduli berapa banyak ingot yang bisa aku dapat aku tidak akan melakukan sesuatu yang sia-sia seperti itu!"
Di samping dari Lisbeth yang keberatan, Asuna berkata dengan serius,
"Tapi Lis, melarutkan item legendaris tampaknya akan menghasilkan banyak ingot Orichalcum."
"Eh, benarkah?"
"O-Oi! berhentilah berbicara tentang melarutkan!"
Semua orang menertawakan Klein yang berteriak sambil memeluk palu itu erat ke dadanya——
Saat itu juga,
Lantai es bergetar keras bersama dengan suara bass berat bervolume tinggi yang sepertinya hal itu bisa mengguncang inti tubuh.
"Kyaa!"
Silica berteriak dengan telinga segitiganya menunduk. Sinon di sampingnya, yang membengkokkan ekornya menjadi bentuk S, berteriak,
"Kastil Ini ......kastil ini bergerak!? Tidak,kastil ini mengapung ......!"
Aku mungkin agak terlambat, tapi aku merasakan itu juga.
Kastil raksasa Þrymheimr bergetar seperti makhluk hidup, dan tampaknya perlahan namun pasti naik sedikit demi sedikit. Mengapa hal ini —— tidak —— mungkinkah, ketika aku berpikir sampai titik ini,
Lyfa mengintip medali di bawah lehernya kemudian berteriak dengan suara bernada tinggi,
"O. ..... Onii-chan quest ini! Masih berlangsung!"
"A. ..... Apa!?"
Teriakan dari Klein. Itu adalah perasaan yang sama denganku.Dengan matiny pemimpin dari Suku Raksasa Es normalnya quest ini akan ikut selesai juga —— tapi, ingatanku mulai mengingat apa yang «Ratu Danau Urðr» katakan ketika kita diminta untuk melakukan quest.
Menyerang Þrymheimr dan mengeluarkan pedang suci Excaliber dari penyangganya. Mengalahkan Þrym bukanlah tujuan akhir. Dengan kata lain, Þrym, musuh yang tangguh, hanya salah satu rintangan untuk lanjutan quest ini——
"Ca-Cahaya terakhirnya sedang berkedip-kedip sekarang!"
Dengan suara yang mirip dengan jeritan Lyfa, Yui menjawab tajam,
"Papa,ada tangga muncul di belakang singgasana!"
" ...............!!"
Tanpa membuang-buang waktu untuk menjawab, aku mati-matian menjejakkan kaki ke lantai dan berlari menuju ke arah singgasana.
Ketika aku mendekat, dalam bentuk sebuah kursi,disamping tingginya lima belas meter dan hanya digunakan secara khusus oleh Raja Raksasa Es Þrym,singgasana itu tampak seperti sebuah gubuk kecil. Jika kami tidak dalam keadaan darurat, kami akan mencoba untuk naik ke atas kursi itu, namun, aku berlari ke sisi kiri tanpa melihat sama sekali.
Ketika aku menoleh ke belakang singgasana, persis seperti yang Yui mengatakan, lantai es itu telah terbuka, menunjukkan sebuah tangga menurun kecil. Itu jelas satu-satunya ukuran dimana suku raksasa es tidak akan mampu melewatinya, ukuran itu untuk manusia —— tidak, seorang peri nyaris tak bisa masuk. Sementara mendengar langkah kaki dari temanku yang mendekat, aku terjun ke pintu masuk bercahaya redup itu tanpa ragu-ragu.
Sambil berlari menuruni tangga spiral dengan terburu-buru, aku memikirkan sesuatu di sudut pikiranku. Jika kami gagal dalam quest yang kami terima dari Urðr —— dan pada saat yang sama, sejumlah besar player di field berhasil dalam quest pembantaian, kastil es raksasa Þrymheimr akan melayang ke atas dan muncul di tengah-tengah ibukota pusat Aarun, namun, Þrym, yang memiliki ambisi menyerang Alfheim sudah tak lagi ada. Nah, mengatakan «kembali hidup seakan tak ada apa-apa yang terjadi» juga tidak mungkin, tapi aku tak habis pikir Sistem Kardinal yang selalu memperhatikan sesuatu sampai ke detil-detilnya akan memperluas cerita dengan sedemikian agresifnya.
Berpikir sambil terus berlari dengan kecepatan penuh, seolah-olah dia bisa membaca pikiranku, suara Lyfa datang dari belakangku,
"...... Well, Onii-chan. Aku tidak bisa mengingatnya dengan jelas tetapi bagaimana jika penguasa Þrymheimr dalam mitologi Norse asli bukanlah Þrym......? "
"E. ..... Eh!? Tapi, namanya ......"
"Aku pikir juga begitu. Tapi,dalam legenda pasti namanya ...... Th ...... Th ......"
Sementara Lyfa bergumam, Yui di kepalaku yang terhubung dengan jaringan luar segera menjawab,
"Namanya « Þjazi [19]».. Dalam legenda, orang yang mengingikan Apel Emas yang Urðr sebutkan adalah dia, bukan Þrym. Dan informasi selanjutnya dari dalam ALO, permintaan quest pembantaian yang bermasalah itu datangnya dari kastil terbesar di tanah Jötunheimr, dari NPC bernama «Archduke Þjazi». "
"...... Dengan kata lain, penerus ambisinya telah ada disana sejak awal ......"
Mungkin saat Þrymheimr yang melayang ke atas sampai Aarun, Þjazi akan berada di ruang singgasana di atas, memberikan perintah seperti bos terakhir. Tapi membiarkan niat Kardinal menghancurkan ibukota dan menyerang dataran tinggi Aarun tidak di terpikirkan olehku, aku tidak datang sejauh ini hanya untuk menyerah di sini. Daripada tidak mendapatkan Excaliber, aku tidak akan mampu menatap wajah teman kami,Tonkii. Tentu saja jika pedang itu ada di sepanjang jalan itu, aku tidak akan ragu untuk mengambilnya juga ......
Sementara aku memikirkan berbagai macam hal, gempa yang menyelubungi kastil ini makin bertambah keras. Kadang-kadang perubahan kekuatan G bisa terasa begitu hebat, itu jelas bahwa kastil ini sedang berusaha menerobos kanopi. Aku menahan napas dan melanjutkan momentum jatuhku untuk menuruni tangga spiral yang aku tidak tahu seberapa jauh turunnya itu.
"---- Papa, lima detik lagi sampai kita mencapai pintu keluar!"
"OK!"
Aku berteriak, saat cahaya menyilaukan di depan memasuki bidang pandangku, aku melompat ke depan dengan kekuatan penuh. Apa yang ada di sana adalah es berbentuk segi delapan biasa, atau sebuah ruangan berongga dimana bagian atas dan bawah piramida ini saling tumpang tindih.Sebuah tempat yang lazim disebut «Ruang Pemakaman».
Dindingnya cukup tipis, seluruh field Jötunheimr bisa dilihat dari bagian bawah es-nya. Di sekelilingnya, fragmen-fragmen bebatuan dan kristal terus menerus berjatuhan dari kanopi. Tangga spiral menembus bagian pusat ruang pemakaman dan terus menurun ke arah bawahnya. Kemudian, pada saat itu juga —— sebentuk kemilau cahaya murni keemasan.
Tidak salah lagi, ketika Lyfa dan aku naik di punggung Tonkii untuk melarikan diri dari Jötunheimr, ini adalah kemilau cahaya yang sama dengan yang kami lihat di dasar kastil es ini. Hampir setahun telah berlalu dan kami akhirnya sampai di sini.
Ketika semua ketujuh orang telah turun dari tangga, kami mengelilingi «Itu» dalam posisi setengah lingkaran.
Di tengah-tengah lantai melingkar,tercantum sebuah kubus es yang berukuran 50cm. Sesuatu yang kecil tampaknya terperangkap di dalamnya. Ketika aku menatap lebih dekat, tampaknya kar pohon yang kurus dan rapuh. Tak terhitung jumlahnya benang-benang yang tampak seperti pembuluh kapiler mengumpul menebal bertautan satu sama lain menuju akar utama tunggal.
Akar utama memiliki diameter sekitar lima sentimeter, namun, akar itur terpotong rapi. Di tempat terpotongnya terdapat bilah tipis dan tajam bertuliskan lambang kambang rune yang detail —— pedang. Pedang panjang berkilau keemasan memanjang secara vertikal, setengah dari bilahnya dapat terlihat dari es penyangganya.Pedang Itu memiliki pelindung buku jari tangan dan rajutan kulit warna hitam membalut kuat pangkal pedangnya dengan detail. Di ujung pangkal pedang tadi bersinar sebuah permata besar berwarna-warni.
Aku pernah melihat pedang yang sama dengannya, tidak, aku telah menggenggamnya sebelumnya.
Pria yang menggunakan ALO sebagai alat untuk memuaskan ambisinya sendiri, dalam rangka untuk memotongku, mencoba untuk membuatnya menggunakan kekuatan GM. Namun, kekuatan itu dipindahkan kepadaku oleh sseseorang yang memiliki otoritas lebih tinggi dari dia, aku memunculkan pedang itu dan memberikan padanya dengan tujuan untuk menyelesaikan semuanya.
Pada waktu itu, aku telah menghasilkan pedang terkuat di dunia hanya dengan satu perintah, tapi aku diliputi rasa keengganan yang kuat untuk menyimpan pedang itu. Tanpa tantangan untuk mendapatkan pedang dengan cara yang tepat, perasaan meminjam sesuatu tapi tidak mengembalikannya tidak akan hilang. Meskipun lebih dari separuhnya adalah kebetulan, tapi waktu itu akhirnya datang. ...... Maaf membuatmu menunggu.
Sambil membisikannya di dalam pikiranku, aku melangkah maju, tangan kananku meraih gagang pedang panjang itu—— senjata kelas legendaris «Holy Sword Excaliber».
"............!!"
Aku menaruh semua kekuatanku untuk menariknya keluar dari penyangga.
Namun, rasanya seperti pedang dan penyangganya tidak, seluruh kastil ini telah menjadi sebuah obyek tunggal, karenanya pedang ini tidak berderit sedikitpun. Dengan tangan kiri ku membantu, kedua kaki tertanam kuat, kukerahkan seluruh kekuatanku.
"Nu ...... o ............!!"
Tapi hasilnya sama saja. Getaran yang salah menyebabkan sebuah hawa dingin menjalar ke tulang belakangku.
Dalam ALO, tidak seperti di SAO dan GGO, kekuatan, kelincahan dan statistik numerik lainnya tidak ditampilkan dalam window sistem. Batasan senjata atau armor tertentu bisa di-equip juga sudah jelas, dari «Mudah untuk ditangani», «Agak menantang», «Tubuh akan terpengaruh», ke «Sulit untuk diangkat», berubah-ubah secara tak-bertahap. Jadi di antara para player, ada banyak dari mereka yang meskipun sebuah senjata yang diperolehnya karena factor keberuntungan memberatkan badannya, mereka masih tidak menyerah,tetap mengenakan itu,dan menyebabkan kekuatan tempur mereka menurun sebagai hasilnya.
Tetapi meskipun demikian,sistem yang dibutuhkan seseorang untuk menangani stats nilai numeric itu, atau dengan kata lain, mereka butuh «parameter tersembunyi». Nilai dasarnya telah ditentukan oleh ras dan konstitusi, kemudian menerapkannya dengan bantuan boost dari skill dan dari bonus equipment sihir, dan sihir pendukung pun bisa menyesuaikan nilai tadi bahkan lebih jauh. Membandingkan Klein sebagai Salamander terhadapku yang seorang Spriggan, Klein akan memiliki nilai dasar yang hanya sedikit lebih tinggi dariku.
Tapi karena ia mencintai teknik katana, semua skill dan penyesuaian equipmentnya didasarkan pada kelincahan. Di sisi lain, dengan kecenderungan «mencintai berat dari pedang», focus utama penyesuaianku berada pada kekuatan.Sebagai hasilnya, di antara ketujuh orang di sini, aku tanpa diragukan lagi satu-satunya yang memiliki stats «kekuatan» tertinggi.Jadi jika aku tidak bisa menarik keluar pedang ini dengan kekuatanku, tidak ada orang lain yang akan bisa. Sepertinya semua orang memahami hal ini, tidak ada seorangpun yang menawarkan bantuannya.
Malahan, aku bisa mendengar suara dari belakangku,
"Teruskan itu, Kirito-kun!"
Itu Asuna. Kemudian Lis mengangkat suaranya mengatakan "Ya, tinggal sedikit lagi!". Dorongan dari Lyfa, Silica, dan Klein juga datang tepat setelah itu.
Sinon berteriak "Tunjukkan kemauan mu!", Yui berkata "Papa, terus lakukan!" dengan seluruh suara mungilnya, bahkan Pina berteriak dengan suara "Kurururuu!".
Sebagai seorang yang mengumpulkan party ini, menjadi berkecil hati di sini bukanlah pilihan. Aku sudah punya dukungan maksimum, sisanya hanya tinggal semangat juang dan daya kemauan. Daripada memikirkan parameter ku yang tidak cukup tinggi, aku harus percaya bahwa gemboknya akan terlepas dengan melipatgandakan input dan waktu, menghimpun kekuatanku, tidak, kekuatan kehendakku sampai batasnya.
Lingkungan sekitar pengelihatanku mulai memutih,sebuah cahaya yang berkedip-kedip terbang di depan mataku, jika ini berlanjut, AmuSphere secara otomatis akan melepasku karena adanya kelainan pada gelombang otak —— pada saat itu juga,
Piki, dengan suara tajam, dan pada saat yang sama, sebuah getaran lemah ditransmisikan ke tanganku.
"Ah ......!"
Aku tidak tahu siapa yang meneriakkan itu. Tiba-tiba sebentuk cahaya meledak keluar dari penyangga di bawah kakiku, bersamaan dengan sebuah cahaya keemasan mengisi seluruh bidang pandangku.
Segera setelah itu, suara kehancuran yang lebih mendalam dan menggembirakan dari pada efek suara yang kami dengar sampai sekarang berlari menuju telinga kami. Tubuhku sepenuhnya meregang—— di dalam bongkahan es yang berhamburan ke segala arah, tangan kananku memegang pedang panjang yang menciptakan jejak aura emas yang nyata di udara.
Terbang secara signifikan di belakangku adalah enam sahabatku yang menggunakan tangan mereka untuk memperluas dukungan satu sama lain. Sementara menahan beratnya pedang yang kupegang, aku menatap ke atas, pandanganku bertemu dengan semua orang yang mengmatiku dari atas. Semua anggota party mulai tersenyum, dan melepaskan sebuah suasana yang menyenangkan —— Meskipun aku sudah mengasumsikannya begitu, fenomena berikutnya terjadi lebih cepat dari yang telah diperkirakan.
Akar-akar kecil pohon terbebaskan dari alas penyangganya.
Mengambang di tengah udara, tiba-tiba akar itu meregang, tidak, akar itu mulai tumbuh.
Tiap-tiap kapiler tadi menjalar ke bawah secara berturut-turutan. Bagian atasnya yang telah terpotong membentuk jaringan baru yang tumbuh ke atas dari bekas luka yang terpotong.
Dari atas, suara menderu yang luar biasa bisa terdengar. Mendongak ke ats, lubang tangga spiral yang telah kami lalui telah dihancurkan oleh sesuatu yang bergegas turun. Itu juga akar.Salah satu akar yang menyangga Þrymheimr, akar World Tree——
Akar-akar tebal itu bergegas menuju ruangan segi delapan dengan kecepatan yang tajam, akar-akar kecil yang memanjang dari penyangga pedang tadi menyentuh mereka, membelit satu sama lain, dan bersatu.
Momen berikutnya——
Getaran pelan seperti skala Shindo [20] 1 gempa yang terasa sampai sekarang mengirimkan gelombang kejut yang menelan seluruh kastil Þrymheimr.
"Owa ...... Han...... Hancur ......!!"
Klein berteriak,karenanya semua orang saling berpegangan erat-erat satu sam lain, sementara banyak retakan menjalar ke seluruh dinding di sekitar kami dengan momen hampir bersamaan.
Suara keras meraung terus menerus. Dinding tebal es, tentang ukuran gerbong terpisah satu sama lain, jatuh ke «Void Besar» jauh di bawah. "...... Seluruh kastil Þrymheimr telah runtuh! Papa, kita harus melarikan diri!"
Yui di kepalaku menjerit dengan suara tajam. Aku menatap wajah Asuna di sebelah kananku dan berteriak,
"Bahkan jika kau berkata begitu, tangganya!"
Ya, tangga spiral yang kiami gunakan untuk mencapai ruang pemakaman telah tertutup oleh akar-akar World Tree,tanpa meninggalkan jejak di belakangnya. Bahkan sebelum itu, kembali ke rute asli hanya akan membawa kami ke teras terbuka yang ada di tengah udara.
"Jika kita bisa mencengkeram akar-akar itu......"
Sinon bergumam sambil melihat ke atas, dia masih tenang bahkan dalam situasi ini.
"...... Sepertinya tidak mungkin."
Aku mengangkat bahuku. Tentu saja, akar World Tree membentang dari langit-langit dan sampai ke tengah ruangan ini, tapi posisi kami berada pada lantai melingkar di bawah itu, sekitar sepuluh meter di bawah kapiler . Itu bukanlah jarak yang dapat kami capai bahkan dengan lompatan berkekuatan penuh.
"Tunggu, World tree! Jangan dingin hati begitu dong!"
Lisbeth mengangkat kepalan tangan kanannya sambil berteriak, tapi lawan bicarannya adalah pohon. Dia bahkan tidak akan mendapatkan satu permintaan maaf pun darinya.
"'Baiklah........Kalau jadinya begini, Klein-sama ini akan menunjukkan kepada kalian semua lompatan tinggi vertikal kelas Olimpiade!"
Si Pengguna katana berdiri dengan tiba-tiba kemudian berlari ke salah satu ujung dari lempengan lingkaran berdiameter enam meter——
"Ah, idiot, jangan ......"
Sebelum aku bisa menghentikannya, lompatan indahnya telah terjadi di depan mataku. Dia bisa mencapai jarak sekitar 2,15 meter, itu hal yang luar biasa mengingat ia memiliki awalan berlari yang singkat,akan tetapi, tangannya tidak bisa mencapai akar sebelum tubuhnya terhempas oleh efek lanjutan kurva parabola dan jatuh dengan keras ke tengah lantai.
Pada saat itu juga, Itu pasti berasal dari gelombang kejut sebelumnya —— Adalah apa yang semua orang coba untuk pikirkan —— ketika tiba-tiba muncul retakan yang menjalar di dinding sekitarnya.
Bagian bawah dari ruang pemakaman, dengan kata lain, puncak bawah dari kastil Þrymheimr akhirnya terpisah dari tubuhnya.
"K. ..... Klein-san kau idiot―!"
Berasal dari Silica yang tidak akan menjerit kecuali ketika ekornya ditarik, lempengan bundar membawa tujuh orang + satu + satu hewan peliharaan menuju ke sebuah keadaan jatuh bebas yang tak berujung.
Jika ini adalah manga gag [21], dalam adegan ini semua orang hanya akan duduk-duduk dan minum teh seolah-olah itu benar-benar hal yang normal.
Namun, jatuh dalam VRMMO seperti ini benar-benar ultra menakutkan. Mungkin hobiku sehari-hari adalah terbang di atas awan di Alfheim, tapi itu semua berkat sayap yang handal. Dengan larangan terbang, seperti itu di dalam dungeon, player wanita pemula bisa merasakan teror hanya dengan melompat dari ketinggian lima meter. Bahkan aku pun tidak menyukainya.
Oleh karena itu, tujuh dari kami hanya mampu merangkak di lempengan es melingkar tidak bisa apa-apa selain berteriak bersamaan. Mengelilingi kami adalah bongkahan-bongkahan es yang ikut runtuh pada saat yang sama, bertubrukan satu sama lain, karena mereka terus terpecah menjadi potongan-potongan yang lebih kecil. Melihat ke atas, bagian bawah kastil raksasa Þrymheimr terpecah belah dari strukturnya, dan setiap kali hal terjadi membuat akar-akar World Tree bergetar.
Akhirnya, dari tepi lempengan, aku dengan penuh ketakutan mengintip ke bawah.
Seribu meter, tidak, itu sekitar delapan ratus meter dari tanah Jötunheimr, kegelapan dari«Great Void» mulutnya telah terbuka. Tentu saja lempengan yang sedang kami duduki ini bergegas menuju pusatnya.
"...... Apa yang ada di bawah sana?"
Sebuah gumaman tenang datang dari Sinon, aku entah bagaimana berhasil menjawab, "M-Mu-Mungkin seperti yang Urðr-san katakan, M-Mu-Mungkin itu mengarah ke Niflheimr!"
"Itu akan bagus jika tidak dingin ......"
"T-Ti-Tidak, aku pikir itu super dingin. I-I-Itu kan tanah kelahiran raksasa es!!"
Melakukan percakapan seperti itu akhirnya membantuku melonggarkan penyempitan di perutku, sementara tanganku masih memeluk Excaliber, aku bertanya pada Lyfa di sebelah kiri,
"Lyfa, A-Ap-Apa yang terjadi dengan quest P-pembantaian?"
Kemudian, peri Sylph dengan rambut ponytail kacang hijaunya yang terangkat vertikal berhenti berteriak —— atau mungkin itu teriakan gembira, aku ragu —— dan memandang medali di dadanya.
"Ah ...... K-kita berhasil Onii-chan! Masih ada satu kilatan cahaya yang tersissa!! A-aku senang ......!"
Lyfa membuat sebentuk senyuman penuh dan melompat padaku dengan tangan terbuka, sementara aku membelai rambutnya dan mulai berpikir, Jika World Tree telah kembali ke bentuk aslinya, Urðr dan kaumnya akan mendapatkan kembali kekuatan mereka juga, sehingga mereka tidak lagi akan diburu oleh evil-god humanoid. Dalam hal ini, jika kami terus jatuh ke Great Void, baik itu mati karena efek jatuh atau mati karena menabrak Niflheimr, pengorbanan kami tidak akan sia-sia.
Hanya tinggal satu kekhawatiran tersisa,«Excaliber» ini, yang kami dapatkan dengan segenap kekuatan kami. Quest ini belum sepenuhnya selesai, karena aku masih tidak bisa mengatakan bahwa aku telah memperoleh kepemilikan pedang itu. Mungkin, bertahan hidup-hidup dan bertemu kembali dengan Urðr adalah flag yang diperlukan untuk clearing quest ini?
Meskipun demikian, aku membuka window sistem dimana Lyfa tidak bisa melihatnya dan mencoba untuk memasukkan Excaliber ke dalam penyimpanan. Tapi pedang itu ditolak oleh window, dan tidak mau masuk.
- Nah, aku sudah mendapatkannya sekali. Tidak apa-apa, senjata legendaris berkilau emas seperti ini bukan seleraku juga kok. Aku mencoba untuk membodohi diriku sendiri menggunakan teori anggur asam [22]
Lyfa yang merangkul leherku tiba-tiba mengangkat wajahnya.
"............ Aku mendengar sesuatu."
"Eh ......?"
Aku menjernihkan telingaku untuk mendengarkan dengan seksama, tapi semua yang aku dengar adalah suara mengerang dari udara. Tanah sudah lebih dekat sekarang. Jatuh dan menghantam the Void mungkin akan memakan waktu sekitar enam puluh detik lagi.
"Di sini, lagi!"
Lyfa berteriak lagi dan berdiri dengan lincah pada lempengan bundar ini.
"O-Oi, itu berbahaya ......"
Saat aku mulai memperingatinya, pada waktu itu,
' Kuoooo—— ...... n, teriakan dari kejauhan sampai ke telingaku, aku tersadar.
Aku berbalik dan menyesuaikan pandanganku. Di luar kumpulan bongkahan-boongkahan es di sekitar kami, dari langit selatan, sebuah cahaya putih kecil. Mendekati dalam busur kecil, dengan tubuh rampingnya yang seperti ikan, empat pasang sayap, dan hidung panjang——
"............ Tonkii————!"
Lyfa berteriak dengan menangkupkan kedua tangan di sekitar mulutnya. Sekali lagi,suara Kuoo―n muncul kembali. Tanpa diragukan lagi, itu adalah evil-god terbang Tonkii yang membawa kami sampai pintu masuk Þrymheimr. Berpikir tentang hal itu, sepertinya Tonkii yang telah mengirim kami ke sana, datang untuk menjemput kami itu bukanlah hal yang aneh. Dan tentu saja kami mengharapkan kedatangannya juga. "Di...... Di sini Di sini―!"
Lis berteriak saat Asuna juga melambaikan tangannya. Silica mengangkat wajah ketakutannya sambil tetap memeluk erat Pina di dadanya, Sinon menggoyangkan ekornya dengan lega.
Klein yang masih dalam pose mendarat setelah melakukan lompatan ultra tingginya juga mengangkat wajahnya dan tersenyum sambil mengacungkan ibu jari kanannya ke atas.
"Heheh.......'benar, aku percaya dari awal orang ini pasti akan datang untuk membantu ......"
——Omong kosong!
Itu adalah apa yang aku, dan mungkin lima orang lainnya, teriakan dalam pikiran kami, karena ia adalah orang yang sama yang telah melupakan adanya Tonkii sampai sekarang. Masih mengagumkan seperti biasa, secara bertahap Tonkii meluncur ke arah kami. Ada banyak waktu untuk mentransfer semua anggota sebelum tabrakan itu.
Karenabanyak bongkahan-bongkahan yang bertebaran di sekitar kami, Tonkii hanya bisa melayang-layang di dekat kami dengan jarak lima meter. Tetapi dengan jarak segitu, bahkan player yang berat sekalipun tidak akan punya masalah untuk melompatinya.
Yang pertama adalah Lyfa, yang melompat santai sambil bersenandung, dan mendarat dengan luar biasa di punggung Tonkii. Lalu ia mengulurkan tangannya dengan sebuah panggilan "Silica-chan!".
Silica mengangguk canggung, karena kedua tangannya memegang kaki Pina, kemudian ia berlari dengan canggung juga sebelum dengan mantap melompat keluar. Pina,dengan Silica yang menggantung di bawahnya, mengepakkan sayapnya, meningkatkan jangkauan lompatannya. Ini adalah suatu keistimewaan yang diterima oleh serang tamer hewan peliharaan tipe penerbangan. Dia kemudian berhenti di pelukan aman Lyfa.
Berikutnya adalah Lisbeth yang melompat bersama dengan sebuah teriakan "Toryaa!", diikuti oleh Asuna yang membuat lompatan jauh dengan bentuk seperti cairan. Sinon satu-satunya yang ekstrim, melompat dengan jungkir balik ganda ke depan dan mendarat di dekat ekor Tonkii. Klein berpaling padaku dengan ekspresi kaku, aku membuat gerakan untuk mengatakan kepadanya, 'Silahkan pergi dulu."
"Nah, persiapkan dirimu untuk terpesona oleh keindahanku......"
Aku menampar punggungnya ketika ia mengatakan itu dan mengukur waktunya. Berjuang dengan awalan berlari mengambil jarak,Karena jarak lompatannyaa tampaknya tidak cukup, tetapi Tonkii menjulurkan hidungnya untuk menangkapnya di tengah udara.
"O-Owaaaaa? M-Me-menakutkan!!?"
Mengabaikan teriakan itu, aku melihat ke bawah sekali lagi. Di luar lempengan bundar yang terbuat dari es yang tembus pandang, Great Void telah mengisi seluruh bidang pandanganku. Menghadap ke depan, mempersiapkan awalan lari jangka pendek——
Pada saat itu, aku menyadari satu fakta yang mengerikan.
Aku tidak bisa melompat.
Lebih tepatnya, dalam di tanganku terdapat sebuah beban yang berat——«Holy Sword Excaliber», sehingga melompat lima meter tidak akan mungkin. Hanya dengan berdiri, sepatuku sudah meretakkan es.
Setiap orang yang sudah pindah ke bagian punggung Tonkii juga melihat alasanku berdiri diam disini.
"Kirito!"
"Kirito-kun!"
Suara memangggil itu mencapaiku. Masih menghadap ke bawah, aku mengertakkan gigiku karena konflik yang hebat berkecamuk. Kedua pilihan ini —— merndekap erat Excaliber seperti ini dan mati karena jatuh, atau menjatuhkannya dan bertahan hidup. Apakah ini suatu kebetulan seorang dimana player sedang diuji keserakahan dan obsesinya pada jarak lima meter terakhir? Apakah ini juga merupakan perangkap Sistem Kardinal? ......
"Papa ......"
Panggilan khawatir dari Yui di kepalaku, aku membuat anggukan kecil dan membalas,
"............ Benar-benar ...... Kau Kardinal!"
Aku berteriak dengan senyum pahit.
Pada saat berikutnya, pedang di tangan kananku terlempar ke samping.
Tiba-tiba tubuhku menjadi begitu ringan itu seolah-olah itu bohong belaka.Cahaya berputar warna emas sama-samar bergerak di tepi pandanganku.
Aku berlari ringan, melompat, dan mengubah orientasi tubuhku di tengah udara. Excaliber jatuh perlahan, seperti bulu yang jatuh dari sayap phoenix, ke kedalaman yang tak terukur dari lubang besar.
Di bagian punggung Tonkii, setelah aku melakukan pendaratan dengan punggungku, dia membentangkan ke delapan sayapnya lebar-lebar. Kecepatannya melambat. Tonkii, yang telah jatuh pada kecepatan yang sama seperti lempengan bundar tadi sampai sekarang, mulai melayang, menghentikan tebang menurunnya.
Asuna datang kepadaku dan menepuk bahuku.
"...... Nanti, suatu hari nanti, kita akan mengambilnya kembali."
"Aku akan sempurnakan koordinasi perjalanan kita!"
Lanjut Yui tepat setelah Asuna.
"...... Ah,itu benar.dia pasti akan menunggu di suatu tempat di Niflheimr."
Aku bergumam, seperti yang aku mengucapkan kata perpisahan yang ada dalam pikiranku kepada pedang terkuat yang telah kugenggam untuk waktu yang singkat —— atau begitu lah tampaknya.
Untuk mencegah hal itu, melangkah di depanku, adalah si Cait Sith berambut biru.
Tangan kirinya menurunkan busur panjangnya yang besar dari bahunya, dan tangan kanannya memasangkan panah tipis keperakan pada busurnya.
"——Dua ratus meter, ya"
Dia bergumam, lalu dengan cepat melafalkan mantra. Panah itu terbungkus dalam sebuah cahaya putih.
Di depan kami semua, yang terkejut ketika kami menyaksikannya, pemanah serta sniper Sinon dengan santai menaril tali busurnya hingga membentang secara maksimal.
Sekitar empat puluh lima derajat di bawahnya, di sisi lain itu ada Excaliber yang tengah terjatuh, panah itu ditembakkan.Panah itu terbang di udara, meninggalkan garis keperakan yang aneh. Itu adalah mantra umum keistimewaan pengguna busur ini «Retrieve Arrow». Mantra itu dapat digunakan untuk mengambil sesuatu yang tidak bisa di capai oleh tangan, akan tetapi, itu hanya bisa digunakan untuk jarak pendek karena benang terpasang akan terdistorsi oleh lintasan anahk panah, sehingga menurunkan nilai homing-nya ke nol.
Akhirnya memahami niat Sinon, aku berteriak dalam pikiranku "Berapapun biayanya."
Itu tidak mungkin juga. Dua ratus meter dua kali jangkauan efektif dari busur yang dibuat oleh Lis. Tidak, bahkan jika itu dalam jangkauan tembak, dia tidak dalam kondisi yang baik untuk membidiknya. Pijakannya tidak stabil, es di sekitarnya yang jatuh, dan target nya juga jatuh.
Tapi —— tapi, tapi.
Cahaya emas yang jatuh di sana,jatuh di sampingnya,sebuah anak panah keperakan tampak tarik menarik satu sama lain dengan pedang sambil bergerak lebih dekat, lebih dekat ............
Taan! Tabrakan mereka dalam suara cahaya.
"Baiklah!"
Sinon menarik benang ajaib yang membentang keluar dari tangan kanannya dengan semua kekuatannya. Cahaya keemasan melambat, berhenti, kemudian mulai naik. Berputar, dan secara bertahap mendekat. Cahaya keemasan kecil mulai menjadi lebih panjang dan sempit, membentuk sebuah pedang.
Dua detik kemudian, senjata legendaris yang telah kuucapkan selamat tinggal padanya, telah ada di telapak tangan Sinon. "Uwa, berat ......"
Bergumam sambil memegangnya di tangannya, Cait Sith-sama kemudian berbalik.
"""Si ...... Si ...... Si ......"""
Suara-suara dari enam orang dan Yui berada dalam sinkronisasi sempurna.

"""Sinon-san, keren sekali——————!"""
Sinon menanggapi pujian kami dengan gerakan naik dan turun menggunakan telinga segitiganya —— sambil kedua tangannya memegang pedang, ia menatapku dan mengangkat bahunya pelan.
"Ini dia, tidak perlu memasang wajah seperti itu."
——Aku rupanya terlalu ceroboh, seolah-olah sebuah "Aku ingin itu!" tertulis besar-besar di dahiku dengan pena sihir hitam. Sinon sengaja menatap ke kiri atas sambil mengulurkan pedang kepadaku, dengan suara "ini".
Sebuah déjà vu samar. Sekitar dua minggu lalu, dalam acara untuk menentukan player terkuat di GGO «Bullet of Bullets 3»tepatnya pada babak final battle royale turnamen, Sinon telah membuat tindakan yang serupa. Apa yang aku terima darinya dengan reflex kala itu adalah serangan one hit kill dari granat plasma, Sinon dan aku terjebak bersama-sama dan keduanya meninggal akibat ledakan bom sesegera setelah itu, yang mengarah ke akhir pertandingan. Orang-orang di internet telah berusaha untuk menafsirkan adegan terakhir itu, tapi itu terlalu menakutkan sehingga tidak ada yang melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Tapi kali ini, tentu saja pedang itu tidak akan meledak.
"Te...... Terima kasih."
Seperti yang aku katakan, terima kasih, aku mengulurkan tangan untuk menerimanya —— tapi pedang ditarik kembali.
"Sebelum itu, berjanjilah satu hal padaku."
Sword Art Online Vol 08 - 340.jpg
Kemudian si Cait Sith berambut biru tersenyum cerah,senyuman itu tanpa diragukan lagi senyuman kelas tertinggi di ALO —— meskipun disertai kekuatan destruktif yang setara dengan sepuluh granat plasma tersembunyi di dalamnya.
"——Setiap kali kau menarik pedang ini keluar, pastikan kau selalu memikirkan aku, oke?"
Bikki―n.
Suasana tiba-tiba membeku, pedang emas suci «Excaliber» berpindah dari tangan Sinon ke tanganku. Tapi luar biasa, aku tidak bisa merasakan beratnya sama sekali, malahan aku merasakan hawa dingin imajiner dan keringat mengalir di punggungku.
"O―o, itu pasti sulit bagi mu, populer-bro."
Tepat di belakangku, Klein berkata begitu tanpa membaca suasana, aku menginjak kakinya untuk membuatnya diam, lalu berkata dengan suara paling tenang yang aku bisa kerahkan,
"...... Ya, aku akan mencamkan itu dalam pikiranku, Kau memiliki rasa terima kasihku,. Tembakkan tadi sangat mengagumkan." "Terima kasih kembali."
Sinon menyampaikan pukulan terakhirnya dengan mengedipkan mata, lalu berbalik dan bergerak ke arah ekor Tonkii. Dia kemudian mengambil batang mint dari saku di sebelah kanan pinggangnya dan memegangnya dalam mulutnya, tampaknya itu menjadi caranya beristirahat sejenak. Itu adalah sebuah aksi yang keren yang cocok dengan hidup seorang sniper, namun, aku tidak kelewatan melihat ujung ekor birunya menggeliat. Itu adalah tanda yang mengatakan bahwa dia sedang tertawa. aku sudah tau itu! Sambil aku mengerang dalam pikiranku, tidak ada yang bisa aku lakukan terhadap pandangan menusuk dari sekelompok gadis-gadis di sekitarku.
Tapi di sini, orang yang memberiku perahu penyelamat untuk keluar dari situasi itu tak terduga adalah Tonkii.
"Kuooo——n ......"
Ia mengeluarkan teriakan panjang, sementara delapan sayapnya mengepak kuat dan mulai naik keatas. Melihat ke langit, tampaknya adegan terbesar paling spektakuler dan terakhir dari quest ini baru saja akan di mulai.
Keseluruhan kastil Þrymheimr yang telah menembus dalam ke pusat kanopi dunia bawah tanah Jötunheimr akhirnya mulai berjatuhan. Sementara bagian bawahnya yang sudah runtuh tanpa meninggalkan jejak di belakangnya,ada bagian yang masih terjaga bentuk keseluruhannya. Kastil yang kami bisa lihat berbentuk piramida terbalik sampai sekarang ternyata telah menyembunyikan bagian atasnya yang ukurannya dari segi ukuran sama persis dengan bagian bawahnya. Dengan kata lain,bagian itu memiliki bentuk yang sama dengan ruang pemakaman di mana Excaliber tersegel di dalamnya, sebentuk segi delapan reguler.
Bagian itu memiliki panjang tiga ratus meter di setiap sisinya. Jadi, jarak antara puncak atas dan bawah sejajar dengan 300×√2 atau 424,26 meter. Ketinggian lobi khusus untuk melihat pemandangan di Tokyo Sky Tree [23] adalah 450 meter, sehingga ketinggian kastil ini sudah mendekati itu. Aku senang struktur dungeon ini tidak mengharuskan kami untuk naik keatas sampai puncaknya sebelum kami bisa turun menuju tujuan kami.
Sementara pikiranku berkutat pada perhitungan dan spekulasi yang sudah tidak ada artinya lagi, Kastil es Raksasa ini terus jatuh sambil membuat gemuruh yang menggelegar. Intensitas tekanan angin yang harus kami tahan meningkat seiring dengan keruntuhannya.Banyak tercipta retakan-retakan, seperti jurang gleser, menyebar naik dari bagian terendah, dan dari waktu ke waktu, beberapa potongan-potongan besar es mulai melepaskan dirinya dari itu.
"............ Dungeon itu, menghilang setelah kita menjelajah di dalamnya hanya sekali ......"
Lis bergumam pelan. Silica, yang di sampingnya,memeluk erat Pina dan mengangguk sebagai jawaban.
"Sangat di sayangkan. Ada banyak ruangan yang belum kita jelajahi ......."
"Tingkat penyelesaian peta 37,2 persen."
Tambahan dari Yui yang duduk di kepalaku berkata dengan suara menyesal.
"Itu pembicaraan yang mewah ——Tapi aku merasakan ada banyak kesenangan.."
Dengan kedua tangan di pinggangnya, Klein mengangguk dalam. Dan, seolah-olah dia menyadari sesuatu, dia membalikkan badannya dan berkata dengan suara yang aneh,
"Hei Lyfa....... Bagaimana mengatakannya yah, jadi...........tentang Freyja, ...... dia benar-benar ada sebagai dewi-san yang sebenarnya kan? Selain kakek Þórr yang tadi?."
"Ya, benar."
Lyfa mengangguk kemudian tersenyum.
"O―, jadi begitu,kalau begitu aku memiliki kesempatan untuk bertemu dengannya di suatu tempat."
"...... Mungkin."
Dalam ALO, Ásgarðr, tempat di mana Æsir tinggal, itu tidak ada, tapi Lyfa cukup baik untuk tidak mengatakannya. Ketika aku berpikir sampai titik ini, aku teringat apa yang dikatakan Þrym sebelumnya Þórr bisa menghentikannya. Itu pasti tentang Æsir [24]......
apa yang ingin dia katakan yah......
Aku mencoba mengingat-ingat, tapi pikiranku tenggelam dalam teriakan penderitaan kematian dari kastil Þrymheimr, yang akhirnya runtuh seluruhnya.
Saat aku melaju di punggung Tonkii, sekelompok bongkahan es besar tampak jatuh yang di jarak dimana kelihatannya aku bisa meraihnya jika aku mengulurkan tanganku.. Mereka langsung ditelan oleh lubang besar yang berada tepat di bawahnya, menghilang ke dalam kegelapan tak terbatas yang dimiliki «Great Void»——
...... Tidak, bukan seperti itu.
Aku bisa melihat cahaya dari dasar lubang. Berkilauan biru dan bergelombang, cahaya berkedip-kedip itu, ya, air, permukaan air. Datang dari kedalaman Void yang kami pikir tidak memiliki dasar, bersama dengan suara yang keras yang lain, sejumlah besar air memuncrat dari dalam lubang. Es yang masih berjatuhan tenggelam ke dalam permukaannya kemudian dengan segera mencair, menjadi bagian dari air itu. "Ah ...... di atas!"
Sinon berkata saat mulutnya masih memegang batang mint sambil mengacungkan tangan kanannya ke atas. Pandanganku mengikutinya dengan refleks, sekali lagi, adegan luar biasa terjadi di depan mataku.
Akar-akar World Tree, yang telah layu kembali ke langit-langit, terlepas setelah musnahnya kastil Þrymheimr, mereka membuat untiran besar sambil tumbuh menebal, seolah-olah mereka adalah makhluk hidup. Mereka berkumpul dan bergegas turun ke bawah seolah-olah mereka sedang mencari sesuatu. Kejadian itu seperti seorang Raksasa yang telah melemparkan gelondongan kayu ke bawah. Di depan kami yang sedang menyaksikan tanpa bisa berkata apa-apa, Akar World Tree telah tadi sudah mencapai dan tenggelam ke dalam permukaan air murni yang sebelumnya adalah Great Void, menyebabkan sebuah gelombang besar yang menyebar. Akar-akar saling bertautan dengan cepat menutupi permukaan air yang luas sampai akar terujung nya mencapai tepian.
Adegan itu memiliki dua hal yang sama dengan adegan ilusi yang telah diperlihatkan Ratu Urðr pada kami. World Tree yang telah menghentikan gerakan akar-akarnya, atau lebih tepatnya perpanjangan batang pohon dari sosok raksasanya, aku merasa ada semacam gelombang kuat yang dipancarkannya.Ini murni menyenangkan, seperti seorang musafir yang telah berjalan sekian lama dalam panasnya gurun yang hebat,akhirnya dapat membenamkan mulutnya dalam oasis[25] setelah ia tiba disana.
"Lihat, ........tunas dari akar ..."
Aku memfokuskan mataku karena bisikan Asuna, tentu saja, dari segala arah di sekitar akar, tunas-tunas kecil —— tentu saja tunas sebesar kami, tapi mereka termasuk kecil bila dibandingkan dengan pohon raksasa ——tumbuh ke atas, dan warna kuning-hijau dari daun-daunnya menyebar satu demi satu.
Angin bertiup.
Berbeda dengan angin dingin menusuk tulang yang tanpa henti dengan kencang menyapu seluruh dataran Jötunheimr sampai sekarang,angin ini adalah angin musim semi yang hangat. Pada saat yang sama, intensitas cahaya di seluruh dataran ini telah meningkat berlipat ganda. Aku mendongak ke langit lagi,sekelompok kristal yang sebelumnya bersinar redup memancarkan cahaya putih yang kuat, masing-masing dari mereka layaknya sebuah matahari kecil.
Angin dan sinar matahari menyambar es yang menyelimuti field-field luas dan es tebal yang menutupi sungai-sungai kecil, menyebabkan mereka mencair. Di bawahnya, daun hijau baru tumbuh dari tanah hitam dan lembab. Kastil-kastil dan benteng-benteng yang telah dibangun humanoid evil-god di berbagai tempat dengan cepat tertutup dalam warna hijau dan runtuh——
"Kuoo ooo————n ............"
Tiba-tiba, Tonkii mengangkat kedelapan sayapnya, telinga lebar, dan hidungnya, kemudian membuat sebuah lolongan keras.
Beberapa detik kemudian, dari berbagai tempat di field,Oo―n, Kuooo―n bergema seperti mereka sedang membalas lolongannya. Muncul dari berbagai air mancur sungai, dan tentu saja dari danau besar tempat akar World Tree menjalar, makhluk-makhluk bertubuh seperti Manju dan bertentakel panjang,para evil-god tipe gajah ubur-ubur. Bukan hanya itu, berbagai tipe alligator berkaki banyak,tipe macan tutul bekepala dua,dan banyak lagi evil-god tipe binatang yang muncul tanpa henti dari tanah dan permukaan air, berjalan di field dengan sikap angkuh. Tidak, di dataran hijau yang indah ini, mereka tidak lagi para «Evil-God». Mereka adalah penghuni yang damai di dataran berangin sepoi-sepoi,penuh tumbuh-tumbuhan hijau, dan berlimpahan sinar matahari ini—— mengesampingkan ukuran mereka. Mereka yang telah mem-bully dengan kasar,para humanoid evil-god tidak dapat kutemukan di manapun aku mencarinya.
Tonkii menurunkan ketinggiannya dengan cepat sebelum aku sadar akan hal itu, terlihat di sana sini di hutan-hutan belantara adalah titik-titik kecil dari party serangan yang berdiri tertegun. Melihat mereka, mereka mungkin bertanya-tanya apa yang telah terjadi. Setelah mengambil quest dari NPC «Archduke Þjazi», dan tepat sebelum mereka bisa mencapai buah dari perjuangan panjang mereka, sahabat raksasa mereka telah menghilang dan field ini telah benar-benar berubah, jadi itu hal yang normal untuk menjadi bingung.
Itu persis seperti apa yang Klein katakan setelah kami mendengar quest dari Urðr, sepertinya kami harus menjelaskan secara penuh detailnya kepada wartawan « MMO Tommorow» yang juga menjabat sebagai toko informasi bagi anggota party serangan yang tertegun tadi, aku akan dengan senang hati mempercayakan tugas ini kepadanya karena ia menginginkannya —— Sementara aku memikirkan hal-hal yang tidak bertanggung jawab, Lyfa tiba-tiba duduk.
Membelai rambut putih yang bebas melambai di punggung lebar Tonkii, dia berbisik,
"...... Ini hebat. benar-benar hebat, Tonkii., Lihat Begitu banyak teman-teman mu. Di sana ...... dan juga di sana, begitu banyak ............ "
Melihat tetesan air yang tumpah di pipinya, bahkan seorang kepala balok seperti diriku merasakan sesuatu yang membuncah di dalam dadaku. Segera Silica memeluk Lyfa sebelum mulai menangis tak terkendali, Asuna dan Lis juga menyeka mata mereka. Melipat tangannya, Klein menghadap ke arah lain untuk menyembunyikan wajahnya, bahkan Sinon berulang kali berkedip-kedip.
Terakhir, Yui yang lepas dari kepalaku dan mendarat di bahu Asuna sebelum membenamkan wajahnya di rambutnya. Gadis itu tidak membiarkan aku melihat wajahnya yang sedang menangis lagi, aku bertanya-tanya dari siapa dia belajar sesuatu seperti itu...... Kemudian, pada saat itu. Aku mendengar suara.
"Aku hargai pencapaian hebat kalian semua."
Aku membalikkan wajah terkejutku ke depan.
Di kepala besar Tonkii, sebuah sosok terbalut dalam cahaya keemasan mengambang.
Ini seharusnya tidak lebih dari dua jam, tapi aku sudah merasa sosok ini adalah sosok yang membawa kembali nostalgia, itu, tidak diragukan lagi, si cantik berambut emas dengan tubuh tiga meter tingginya, yang telah memberi kami quest ini, «Ratu Danau Urðr».
Namun, dia tidak transparan lagi, kali ini dia jelas punya substansi. Jadi, dia tentunya telah keluar dari air mancur tempat ia terpaksa bersembunyi untuk menghindari kejaran tangan Þrym. Sisik mutiara terlihat pada anggota tubuhnya, ujung rambut berbentuk siripnya bergoyang, bersama dengan gaun hijau muda panjang yang menutupi tubuhnya, semuanya berkilau menyilaukan di bawah sinar matahari.
Pupil biru-hijau nya dengan lembut menyempit, sebelum Urðr membuka bibirnya lagi.
"Dengan terlepasnya« Pedang yang memotong semua baja dan pohon » Excaliber, « Akar Roh »yang telah terpotong dari Yggdrasil bisa kembali ke tempat asalnya. Dengan berkah dari pohon yang mengisi tanah ini sekali lagi, Jötunheimr telah kembali ke bagaimana keadaan ia sebelumnya. Untuk semua ini, Engkau semua memiliki rasa terima kasihku. "
"Tidak ..... yah.Untuk Þrym,. Tanpa bantuan dari Þórr, aku tidak berpikir kami bisa mengalahkannya ......"
Urðr menganggukan kepalanya pada apa yang aku katakan.
"Aku tahu kekuatan dari Dewa Halilintar. Namun.....berhati-hati lah, Wahai para peri. Meskipun Æsir adalah musuh bagi para Raksasa Es ......, mereka tidak akan pernah menjadi sekutu kalian ......."
"Erm ...... Þrym sendiri mengatakan hal yang sama, apa artinya itu......?"
Lyfa bertanya setelah dia berdiri dan menyeka air matanya. Tapi mesin respons otomatis Kardinal tidak mengenali pertanyaan yang tidak jelas itu, sementara Urðr tetap diam, sosok mengambangnya terangkat sedikit.
"——Saudari ku juga ingin memberikan apresiasi mereka."
Bersamaan dengan kata-katanya, sisi kanan Urðr mulai bergetar seperti permukaan air, lalu sebuah sosok muncul. Tingginya sedikit lebih pendek dari kakaknya——tetapi meskipun demikian, dari sudut pandang kami, kami masih harus mendongak ke atas untuk melihatnya.. Rambutnya dengan warna emas yang sama tapi sedikit lebih pendek. Gaun panjang nya berwarna biru tua. Wajahnya, jika wajah Urðr menunjukkan «kelas tinggi» maka wajahnya menunjukkan «keanggunan».
"Namaku «Verdandi»[26]. Terima kasih, prajurit-prajurit peri.Bisa melihat warna hijau Jötunheimr sekali lagi,. Ah, ini seperti sebuah mimpi ...... "
Saat ia berbisik dengan suara yang manis, dengan lembut Verdandi mengibaskan tangan kanannya. Pada saat yang sama, berbagai macam item dan mata uang Yurudo jatuh di depan kami sebelum menghilang ke dalam penyimpanan sementara kami. Kapasitasnya cocok untuk party tujuh orang, namun, aku merasa itu akan mencapai batasnya segera.
Dan selain itu,sebentuk angin puyuh terjadi di sebelah kiri Urðr, dan bayangan ketiga muncul.
Kontras dengan Verdandi dari segi penampilannya, dia adalah sosok yang mengenakan armor dan helm. Membentang dari kedua sisi helm dan sepatu botnya sepasang sayap panjang. Rambut emasnya terikat sempurna, wajah cantik dan beraninya mengguncangkan sekitarnya. Dan pada orang ketiga ini, nampak sebuah ciri-ciri mengejutkan. Dia seukuran manusia tidak, seukuran peri, sekitar setengah tinggi kakak tertuanya Urðr. Klein membuat suara meneguk aneh dari tenggorokannya.
"Nama ku «Skuld»[27].Kalian memiliki rasa terima kasihku, prajurit!"
Dia membuat seruan singkat dengan suara dingin dan bermartabat, dan seperti kakaknya, mengangkat tangan besarnya. Sekali lagi, sebuah air terjun dari reward item terjadi. Daerah pesan di tempat paling kanan bidang pandangku akhirnya muncul sebuah peringatan 'mencapai kapasitas penuh' yang berkedip-kedip.
Saat kedua saudarinya melangkah mundur, Urðr melangkah maju sekali lagi. Jika Urðr memberikan jumlah reward yang sama, tidak ada keraguanlagi penyimpanan kami akan membludak. Dalam hal ini, item-item yang tersisa akan berubah menjadi objek sewenang-wenang yang teronggok di punggung Tonkii —— Namun, apa baik mengatakan itu adalah keberuntungan? Urðr tersenyum padaku sebelum mulai berbicara, " —— Dariku ,aku akan menganugerahkan pedang itu untuk mu. Tapi, jangan pernah membuangnya ke «Mata Air Urðr»."
"Y-Ya, aku tidak akan melakukannya."
Sambil aku mengangguk seperti anak kecil ——
Pedang emas panjang yang telah kugenggam erat di kedua tangan,bentuk dari senjata legendaris «Holy Sword Excaliber» telah menghilang. Tentu saja, itu dimasukkan ke dalam penyimpanan pribadiku. Pada poin ini aku ingin berteriak "Aku Berhasil!!!" [28]. tapi aku bukanlah lagi seorang anak kecil, tolong maafkan aku karena aku hanya mengepalkan tangan kananku pada saat itu.
Ketiga gadis tadi melayang naik sedikit dan berkata serempak.
"Terima kasih, Para peri. Mari kita bertemu lagi."
Pada saat yang sama, di pusat penglihatanku,sebuah pesan sistem dalam huruf yang panjang dan lebar muncul. Sementara pesan 'Quest Cleared' memudar, tiga tubuh itu mulai pergi.
Klein tiba-tiba melompat ke depan dan berteriak,
"S, S-S-Skuld-san! Alamat email anda Anda?!"
————Kau, bagaimana dengan Freyja-san!? ————Dan bagaimana mungkin NPC memiliki alamat email!?
Ketika aku berdiri tegak, mempertimbangkan mana yang harus aku katakan kepadanya ——
Yang mana yang harus aku katakan?
Kedua saudarinya telah menghilang dikejauhan, tetapi si adik masa depan Skuld-san berbalik, itu mungkin hanya imajinasiku, tapi aku melihat dia membuat ekspresi geli, lalu melambaikan tangannya lagi. Sesuatu berkilauan mengalir di udara dan jatuh ke tangan Klein. Segera setelah itu, sang dewi perang juga lenyap, meninggalkan hanya keheningan dan angin sepoi-sepoi. Tak lama kemudian, Lisbeth menggelengkan kepalanya pelan sebelum berbisik,
"Klein. Sekarang kau. Memiliki rasa hormatku dari dalam lubuk hatiku."
Setuju. Sungguh, aku benar-benar setuju.
Begitulah——
Petualangan tiba-tiba kami pada pagi 28 Desember 2025 telah berakhir seperti ini sekitar tengah harinya.
"...... Nah, bagaimana kalau pesta akhir tahun setelah ini?"
Seperti yang aku usulkan, Asuna, meskipun tampak sedikit lelah, tersenyum dan berkata,
"Aku setuju."
"Aku setuju juga!"
Dari bahunya, Yui mengangkat lurus tangan kanannya .

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar