Bagian 6
Angka yang terlihat di ujung kanan bawah dari penglihatanku menunjukkan jam 2 siang.Biasanya, ini adalah waktu di mana waktu makan siang berakhir, dan waktu di mana penyelesaian dungeon dan latihan akan belanjut. Akan tetapi, aku tidak memiliki waktu untuk pergi dari area jalan. Untuk bergerak di medan di garis depan dan mengarah menuju area dungeon saja akan membutuhkan waktu hingga matahari terbenam.
Untuk seseorang sepertiku, yang akan bermalas-malasan karena «cuacanya bagus», hal ini tidak masalah, tetapi untuk «The Flash», yang tidak dapat berpartisipasi di dalam penyelesaian selama 2 hari berturut-turut, dia pasti merasa tidak senang.
Aku bertanya-tanya sementara aku melirik untuk melihat respon Asuna. Wanita ini tanpa diduga mengeluarkan suatu perasaan yang lebih lemah-lembut dibandingkan biasanya. Dia tidak hanya bermain-main ke toko-toko misterius yang berada di gang-gang gelap yang ada di dalam Algade, tetapi juga melihat-lihat gorong-gorong yang mengarah entah ke mana —— pada saat dia menyadariku. Nn? Dia memberikan pandangan seperti itu dan tersenyum kepadaku.
"Ada apa?"
Dia bertanya, dan aku dengan terburu-buru menggelengkan kepalaku dan menjawab,
"T... tidak, tidak ada apa-apa."
"Kamu adalah orang yang aneh, walaupun aku sudah tahu mengenai hal itu."
Dia tiba-tiba mulai tertawa tertekeh, meletakkan kedua tangannya di pinggangnya, dan kemudian menggunakan kedua tumit sepatunya untuk menghentak lantai.
Tolonglah, aku benar-benar tidak tahu siapa yang aneh di sini. Apakah ini adalah iblis penyelesai lantai yang sama yang marah besar dan mengkuliahiku karena tidur kemarin? Atau dia memang menggerutu akan tetapi terpengaruh oleh gaya «Algade-side»? Bila begitu, aku pasti akan memberikannya «Algade Roast» yang bahkan lebih eksotik kali berikutnya.
Sementara aku memikirkan hal itu, aku akhirnya menfengarkan suara dengungan yang ada di alun-alun gerbang transfer muncul di samping. Untungnya, kita tidak perlu meminta NPC yang berada di pinggir jalan untuk kembali ke alun-alun.
Aku dengan paksamenghentikan ketertarikan yang aneh di dalamku itu dan terbatuk.
"Ahem… lalu, kita akan pergi untuk menanyai komandan Schmitt. Tetapi pada saat ini, bukankah anggota dari DDA sedang keluar berburu?"
Asuna tetap mempertahankan senyumannya dan menaruh jemarinya di janggutnya yang mungil sebelum mengatakan,
"Bila kata-kata Yoruko-san benar, lalu chmitt-san adalah salah satu dari mereka yang «menentang penjualan cincinnya»... dengan kata lain, dia dan Kains-san berada pada pihak yang sama. Dari cara dia muncul di depanmu kemarin, bukankah jelas bahwa dia sendiri khawatir mengenai hal ini. Sekarang karena dia ditarget oleh seorang pemain «Merah» yang tidak diketahuo... apakah kamu berpikir bahwa dia akan meninggalkan area begitu saja di dalam situasi seperti ini?"
"Ahh… apa yang kamu katakan benar juga. Tetapi pemain «Merah» itu mungkin menggunakan emtode PK di dalam area. Bahkan bila dia tetap berada di jalan-jalan, dia tidak akan dapat benar-benar aman."
"Karena hal iilah jadi dia ingin mengerahkan usaha maksimal untuk memastikan keselamatannya sendiri. Bila dia tidak bersembunyi di penginapan, dia..."
Ketika mendengar hingga titik ini, aku akhirnya menyadari apa yang berusaha diucapkan Asuna, Aku menjentikkan jariku dan meneruskan,
"Dia akan menggunakan metode «Kota penjaga» dan bersembunyi di markas besar dari DDA."
Salah satu dari guild terkuat, Divine Dragon Alliance, mendirikan markas besar guildnya yang megah di lantai ke-56, yang sebenarnya baru ada tidak lama sebelumnya. Tentu saja, ini bukanlah sebuah kebetulan bahwa mereka menentukan markas besar mereka satu lantai lebih tinggi dari Knight of Blood yang membuat markas besar di lantai ke-55, tetapi aku melihat bahwa itu adalah sebuah gedung yang dibangun berlebihan seperti sebuah «kastil» atau «benteng» dibandingkan sebuah «rumah», dan tidak dapat menahan diri untuk merasa jijik akan keberanian mereka itu. Klein, Agil, dan aku sebelumnya menghabiskan makanan yang ada satu meja penuh untuk menghormati mereka, tetapi terlalu banyak sinyal-sinyal perasa yang memasuki kami, dan perut kami terasa kembung selama 3 hari penuh.
Aku, yang berjalan keluar dari gerbang transfer Algade, melihat ke arah museum mengerikan dari makanan yang mengenyangkan di atas bukit yang mengawasi seluruh jalan, dan tidak dapat menahan diri untuk bersendawa. Asuna kelihatannya tidak banyak bereaksi karena dia dengan segera berjalan di jalan berbatu bata merah di sepanjang lereng bukit ini.
Aku melihat naga biru yang berada di dalam bendera guild yang memiliki warna dasar perak yang berkibar di atas, dan dengan sengaja merendahkan nada suaraku sebelum berkata,
"Ngomong-ngomong, bahkan bila DDA-sama adalah sebuah guild yang terkenal, benar-benar mengagumkan bahwa mereka bisa mengumpulkan begitu banyak uang untuk membeli bangunan seperti ini, aku tidak tahu apa yang kamu rasakan mengenai hal ini, wakil ketua KoB-doni."
"Aku rasa lumayan. Bila kita melihat jumlah orang yang tergabung di dalam guild, anggota dari DDA mengalahkan kami 2 banding 1. Tetapi mengenai keuangannya, memang sedikit aneh. Kepala keuangan kamu Daizen-san pernah berkata bahwa 'mereka pasti memiliki Tempat-Tempat Farming yang efisien'."
"Apakah begitu?"
Yang disebut sebagai farming adalah sebuah istilah MMO untuk berburu mobs yang sangat banyak dengan kecepatan tinggi. Tahun lalu, aku memutuskan untuk melakukan sebuah aktivitas yang beresiko tinggi karena sebuah insiden tertentu dan menggunakan «Ant Hill» di lantai ke-46. Tempat itu adalah sebuah tempat yang simbolis. Akan tetapi, ketika experience yang di dapat disana pada suatu waktu melebihi batasan tertentu, «Cardinal System» yang mengatur dunia SAO ini akan dengan alami menurunkan efisiensinya.
Karena itu, orang-orang di dalam grup penyelesai memiliki sebuah persetujuan yang baik bahwa 'kita akan menunjukkan semua area farming yang baik kesemua tempat, dan semuanya dapat memperoleh sumber-sumber yang kaya itu hingga mereka habis'. Akan tetapi, DDA mungkin telah melanggar persetujuan ini dan menyembunyikan tempat-tempat seperti itu —— pada dasarnya itu adalah apa yang dimaksud Asuna.
Ini benar-benar rumit, tetapi bila DDA menjadi semakin kuat pada dasarnya berarti keseluruhan grup penyelesai akan menjadi lebih kuat, jadi tidak ada yang dapat melarang mereka.
Bila kita melakukan hal itu, apa yang akan kami hadapi pada akhirnya adalah kemunafikan diri dari grup penyelesai. Kami menetapkan tujuan di dalam permainan kematian ini untuk membebaskan semua orang, dan dengan kurang ajar mengambil sebagian besar sumber-sumber yang disediakan sistemnya. Akan tetapi, ini mungkin hanya untuk memenuhi keinginan kami untuk berada di puncak dari piramid.
Ketika memikirkan hal ini, aku tba-tiba memikirkan mengenai «Aincrad Liberation Army», yang memiliki tujuan yang benar-beanr berbeda dari grup penyelesai —— memaksa semua pemain untuk membagi semua bahan-bahan yang ada secara merata tidak terliaht sebagai sebuah dunia impian. Benar. Bila «Army» benar-benar menekankan hal ini, tidak akan ada «insiden di dalam area» ini, dan drop cincin dari monster yang menjadi penyebab dari pembunuhan itu akan dengan paksa diambil dan dijual, dan semua keuntungannya akan dibagikan kepada semua pemain.
"Benar-benar... orang yang menciptakan permainan kematian ini benar-benar terlalu kejam..."
Mengapa memilih sebuah «MMO»? Ada banyak RTS atau FPS yang jauh lebih adil dan dapat dengan mudah menentukan pemenangnya pada saat itu juga.
SAO telah menguji keserakahan dari para pemain dengan level tinggi. Permainan ini memaksa mereka untuk menyeimbangkan rasa superioritas mereka yang remeh itu dengan teman-teman mereka —— atau hal itu dapat dikatakan kepada masig-masing pemain.
Dan kriminal yang berada di balik insiden cincin itu tertelan oleh keserakahannya sendiri.
Sebenarnya, aku sendiri menghadapi pencobaan yang berat seperti itu. Hal itu karena, di dalam Property Window milikku, terdapat sebuah rahasia yang sangat besar yang bahkan tidak dapat dibandingkan dengan sebuah item sihir yang langka, dan memilih untuk menyimpannya.
——Mungkin Asuna telah mendengarku menggumam karena dia kelihatannya benar-enar mengerti apa yang terjadi di dalam pikiranku dan menggumam,
"Karena itulah kita harus memecahkan kasus ini."
Asuna dengan paksa menggenggam tangan kananku, menunjukkan sebuah senyum yang kuat yang menghapus segala keraguan. Sementara aku panik, dia berkata kepadaku untuk menunggu di sini, dan bergerak ke arah gerbang kastil yang besar di depan kami dengan langkah berat. Aku meletakkan tanganku yang masih memiliki sedikit kehangatan itu di dalam saku mantelku, dan bersandar di pohon yang ada di dekatku.
Pada dasarnya, hanya anggota guild disini yang dapat memasuki bangunan yang didaftarkan sebagai markas besar guild mereka ini. Dengan kata lain, tempat ini tidak berbeda dengan rumah pribadi seorang pemain, jadi tidak perlui ada penjaga. Akan tetapi, sebuah guild yang memiliki jumlah anggota yang cukup masih akan mengirim orang untuk berdiri di depan, dan tujuan utama merak bukanlah untuk menjaga, tetapi untuk menyampaikan pesan dari pengunjung.
Dan Divine Draqgon Alliance ini juga sama. Gerbang yang luar biasa ini memiliki dua pendekar bertombak yang bersenjata berat berdiri di sana seperti penjaga.
——Mereka terlihat lebih mirip denga bos-bos tingkat menengah di dalam sebuah RPG dibandingkan penjaga. Begitu aku memikirkan hal ini, hatiku mulai khawatir, tetapi Asuna berjalan ke arah seorang pria di kanan tanpa ragu dan menyapanya.
"Halo. Aku adalah Asuna dari Knight of Blood..."
Pendekar yang berbadan besar dan tegap ini dengan segera menegakkan tubuh bagian atasnya dan dengan lembut berbisik,
"Ah, halo! Kejadian itu pasti berat bagimu! Apakah ada alasan mengapa kamu jauh-jauh datang ke sini?"
Dia tidak terlihat seperti penjaga ataupun bos level menengah. Asuna secara terbuka memberi sebuah senyuman yang imut kepada raksasa yang datang berlari dari sisi kiri, dan kemudian menyatakan tujuan kunjungannya,
"Aku datang ke sini untuk berbicara dengan anggota guildmu mengenai suatu hal. Dapatkah kamu membantuku memanggil Schmitt-san?"
Kedua pria saling memandang satu sama lain, dan salah satu dari mereka menelengkan kepala mereka dan berkata,
"Orang itu seharusnya berada di area dungeon di garis depan, bukan?"
Tetapi yang lainnya menjawab,
"Ah, tetapi kelihatannya dia berkata saat sarapan tadi bahwa dia akan beristirahat hari ini karena dia pusing. Mungkin dia berada di dalam ruangannya. Aku akan mencoba bertanya."
Cara mereka menjalin hubungan antara satu dengan yang lain benar-benar mengejutkanku. Dalam hal hubungan antar guild, DDA dan KoB pastinya tidak dapat dianggap memiliki hubungan yang baik satu sama lain, tetapi hal ini mungkin berbeda untuk hubungan interpersonal —— tentu saja, itu mungkin karena daya tarik Asuna ditambahkan di dalamnya. Bila itu adalah penyebab yang kedua, aku mungkin lebih baik berdiri di sini dan tidak keluar.
Sementara aku menyandarkan tubuhku di dekat dahan pohon yang menempel di dinding kastil untuk mencoba bersembunyi lebih jauh, penjaga lain mulai mengetik sebuah pesan dengan cepat dan mengirimnya.
Dan kemudian, terdapat sebuah jawaban dalam kurang dari 30 detik karena jemari dari penjaga itu kembali menuju window miliknya. Kelihatannya Schmitt benar-benar bersembunyi di dalam kastil. Bila dia sedang bertarung di dalam dungeon di garis depan, mustahil baginya untuk menjawab secepat ini.
Penjaga itu melihat pesannya, dan dengan segera mengernyitkan dahi karena kesusahan.
"Dia sedang beristirahat hari ini... tetapi, dia ingin aku bertanya kepadamu mengenai apa kunjungan ini sebenarnya..."
Asuna merenungkan hal ini untuk beberapa saat, dan dengan mudah menjawab,
"Katakan saja kepadanya 'Aku ingin berbicara mengenai cincin itu'."
Pihak lain itu dengan segera menjawab.
Orang yang seharusnya berbaring di tempat tidur karena pusing dengan segera bergegas keluar dari gerbang kastil dan berkata 'mari pergi ke tempat lain' untuk berbicara dan dengan segera berjalan dengan cepat menuruni bukit. Asuna, yang mengikuti Schmitt, melewatiku, dan aku berpura-pura tidak ada sesuatu yang terjadi sementara aku berjalan keluar dari bayang-bayang pohon. Schmitt melirikku, tetapi dia mungkin telah tahu bahwa Asuna dan aku sedang menginvestigasi hal ini, dan tidak bereaksi sama sekali karena dia hany berjalan lebih cepat.
Schmitt, yang berjalan dengan cepat beberapa meter di depanku, masih mengenakan baju zirah tingkat tinggi yang dia kenakan ketika dia merampas tombak pendek itu dariku, dan bahkan masih ada selapis tipis chainmail dibaliknya. Dia tidak membawa tombak panjang besar itu, tetapi perlengkapan ini pastilah sangat berat. Dia hanya terlihat seperti dia tidak dapat merasakan bebannya karena dia terus bergerak ke depan dengan kecepatan tinggi. Dia tidak lagi seorang tank biasa, dan lebih seperti pemain American Football[14].
Orang berbadan besar dan tegap yang berukuran seperti seorang atlet yang jarang dapat dilihat di SAO ini sedang berjalan menuruni bukit dan memasuki area jalanan sebelum akhirnya berhenti. Dia mengayunkan zirahnya dan berbalik, dan dengan segera bertanya kepadaku bukan Asuna,
"Siapa yang memeberitahukanmu mengenai hal ini?"
"Huh?"
Aku menjawab, dan dengan segera menyadari bahwa dia telah melewatkan istilah tabu 'insiden mengenai cincin' ini, dan dengan berhati-hati menjawab,
"…Aku mendengarnya dari mantan anggota «Golden Apple»."
Pada saat aku mengatakan hal ini, kedua alis tebal di bawah rambut tegal lurus pendek itu berdenyut.
"Siapa?"
At this moment, I hesitated for a moment. If Schmitt was the perpetrator yesterday, he should have known that Kains and Yoruko were together. There was no point in hiding Yoruko's name now.
"Yoruko-san."
Pada saat aku mengatakan itu, pria yang kekar ini dengan segera terlihat seperti dia telah kehilangan jiwanya sementara dia melihat ke atas, lalu menghela napas panjang . Fuu…
Aku tetap tidak bergerak sementara pikiranku berpikir dengan cepat. Bila reaksinya sekarang adalah 'berelaksasi' seperti yang aku pikirkan, itu pasti karena dia tahu bahwa Yoruko dan dia keduanya 'menolak menjual cincin itu'.
Apa yang terjadi kemarin mungkin melibatkan 'grup yang setuju menjual', termasuk Grimlock, membalas dendam kepada 'grup yang berlawanan', dan Schmitt jelas mengetahuinya. Itulah mengapa dia menyatakan bahwa dia tidak akan berburu, tetapi bersembunyi di dalam keamanan dari markas besar guildnya.
Pada saat ini, tidak meyakinkan bahwa Schmitt adalah pembunuh Kains, tetapi jelas dia memiliki sebuah motif. Sebagai contoh, pelaku dari insiden cincin itu mungkin Kains dan Schmitt, dan Schmitt memutuskan untuk membunuhnya untuk mencegah pembocoran informasi. Aku terheran sementara aku menanyakan pertanyaanku,
"Schmitt-san, apakah kamu tahu dimana Grimlock, yang membuat tombak pendek itu, berada?"
"TI... TIDAK TAHU!"
Schmitt berteriak dengan keras sementara dia menggelengkan kepalanya dengan penuh semangat.
"Semenjak guild dibubarkan, kami tidak pernah mengontak satu sama lain. Aku bahkan tidak tahu bila dia masih hidup!"
Dia berkata dengan cepat sementara dia terus menggerakkan pandangan matanya dan melihat jalanan. Seakan-akan dia takut bahwa sebuah tombak pendek akan tiba-tiba terbang dari suatu tempat.
Pada saat ini, Asuna, yang terus diam hingga sekarang, tiba-tiba mengatakan dengan suara datar,
"Schmitt-san. Kami tidak mecari pelaku pembunuh pemimpin guild Golden Apple, tetapi seseorang yang memulai insiden itu kemarin... lebih tepatnya, kami sedang mencari tahu metode apa yang digunakan kriminal itu untuk membunuh. Hal ini adalah untuk melindungi ketentraman di dalam «Area» seperti sekarang."
Dia berhenti sebentar, lalu melanjutkan dengan sebuah suara yang lebih keras,
"…Sayangnya, orang yang paling emncurigakan adalah dia yang membuat tombak itu... dan kekasih dari pemimpin guild, Grimlock-san. Tentu saja, seseorang mungkin telah dengan sengaja membuatnya terlihat demikian, jadi kami perlu berbicara dengan Grimlock-san untuk menyelesaikannya. Bila kamu tahu mengenai keberadaannya atau bagaimana untuk menghubunginya, bisakah kamu menolong kami dan memberitahukannya?"
Schmitt, yang dipandangi oleh kedua mata berwarna coklat muda itu, menarik bagian atas tubuhnya. Kelihatannya dia tidak terbiasa berbicara dengan para pemain wanita, dan tentu saja, aku juga sama.
Dia berpaling dan menutup mulutnya. Bila bahkan serangan langsung Asuna tidak bekerja, dia benar-benar seorang musuh yang kuat. Aku memikirkannyasembari ingin menelan helaan napasku, tetapi segera,
"…Aku benar-benar tidak tahu dimana dia berada. Akan tetapi..."
Schmitt tergagap dan berkata,
"Grimlock benar-benar menyukai sebuah restoran NPC dan akan selalu berada di sana. Mungkin dia..."
"Be, benarkah!?"
Aku mencondongkan tubuhku ke depan dan berpikir.
Di dalam Aincrad, makan dapat dikatakan sebagai satu-satunya kemewahan. Tetapi pada saat yang bersamaan, sulit untuk menemukan sebuah makanan yang penuh rasa dari restoran NPC murah itu. Karena dia begitu menyukainya sehingga dia pergi ke sana setiap hari, sulit baginya untuk tidak pergi ke sana dalam jangka panjang. Hal itu karena aku makan 3 makanan dari 3 restoran yang berbeda secara bergantian. Sebagai catatan tambahan, erstoran yang membingungkan yang baru saja kami kunjungi sebelumnya tidaklah termasuk diantara ketiga restoran favoritku .
"Kalai begitu, tolong beritahu aku nama toko itu..."
"Aku memiliki satu syarat."
Schmitt menyelaku.
"Aku dapat memberitahukanmu, tetapi aku mempunyai satu syarat... biarkan aku bertemu dengan Yoruko."
Asuna dan aku membiarkan Schmitt berhenti di sebuah toko perlengkapan terdekat, dan mulai berdiskusi mengenai kondisi itu.
"Kalau begitu... seharusnya tidak ada masalah, bukan? Bagai mana menurutmu?"
"Un, yah..."
Asuna bertanya, tetapi aku tidak dapat dengan segea menjawab dan hanya dapat menggumamkan apa yang kurenungkan.
Bila Schmitt —— atau Yoruko, yang hampir pasti bukanlah pembunuh dari insiden di dalam radius kemarin, bertemu, mereka mungkin menganggap seorang dengan yang lain sebagai seseorang yang perlu dibunuh. Ketika mereka bertemu, salah satu pihak mungkin akan menggunakan sebuah «Teknik PK di dalam area» untuk menyebabkan korban baru, dan aku tidak dapat mengindahkan kemungkinan ini.
Akan tetapi, untuk hal itu dapat terjadi, pihak itu perlu menggunakan sebuah senjata dan menggunakan sebuah teknik pedang. Gerakan seperti itu akan memerlukan seseorang untuk membuka sebuah window untuk mengatur perlengkapan dan menggunakan sebuah tombol OK. Tidak peduli seberapa cepat hal itu terjadi, akan dibutuhkan waktu sekitar 4, atau 5 detik.
"…Dengan kita berdiri di dekat mereka untuk mengawasi, mungkin tidak ada kemungkinan apapun untuk terjadi sebuah PK. Akan tetapi —— bila itu bukan untuk melakukan PK, mengapa Schmitt itu meminta untuk bertemu Yoruko-san hari ini?"
Aku menggerakkan kedua tanganku ke samping, dan Asuna kelihatannya lumayan bosan.
"Siapa yang tahu... jangan katakan... bahwa dia sebenarnya secara diam-diam mengaguminya... un, mungkin tidak."
"Eh, benarkah!?"
Aku tidak dapat menahan diri untuk melihat ke belakang ke arah Schmitt yang terlihat tegang, tetapi Asuna dengan segera menarik kerahku untuk mencegahku melakukan hal itu.
"Aku bilang bukan itu! Lagipula... bila tidak ada bahaya apapun, kita hanya perlu melihat apakah Yoruko-san bersedia. Aku akan mengirim sebuah pesan kepadanya untuk memastikan."
"O,oke kalau begitu. Aku akan menyerahkannya kepadamu."
Asuna membuka window miliknya dan dengan segera menekan keyboard virtual itu dengan kecepatan tinggi. 'Pesan kepada teman' ini adalah sebuah fungsi yang mudah untuk berkomunikasi dengan seorang pemain yang berada jauh, tetapi percuma bila seseorang hanya mengetahui nama dari pihak lainnya, karena orang itu harus mendaftarkan pihak lainnya itu sebagai teman, atau teman satu guild, atau pasangan dalam pernikahan. Itulah mengapa kami tidak dapat menggunakannya untuk mengontak Grimlock. Kami dapat saja mengirim sebuah 'pesan instan' ketika kami mengetahui namanya, tetapi kedua belah pihak harus berada di lantai yang sama, dan kami tidak dapat mengetahui apakah pihak lainnya itu menerima pesannya atau tidak.
Yoruko kelihatannya menjawab pada saat itu juga, dan Asuna melirik window yang tidak ditutup itu sebelum mengangguk dan berkata,
"Dia bilang dia tidak masalah dengan itu. Lalu... aku agak kuatir, tetapi kita lebih baik mengajak orang itu juga. Lokasinya adalah penginapan dimana Yoruko-san berada."
"Un. Terlalu beresiko untuk membiarkannya pergi keluar."
Aku setuju, dan akhirnya berhasil berbalik untuk melihat Shmitt, yang berada di dalam toko perlengkapan. Ketika dia melihatku memberikan sebuah tanda OK, wajah orang yang tegap dan berpelengkapan berat itu menunjukkan sebuah ekspresi wajah lega yang jelas.
Kami bertiga bergerak dari lantai ke-56 menuju jalanan utama dari lantai ke-57, Marten. Ketika kami berjalan keluar dari gerbang transfer biru itu, jalanan sudah diwarnai oleh cahaya matahari terbenam.
Banyak NPC dan pemain pedagang dengan toko yang berjejer satu sama lain di alun-alun, dan terdapat ebuah suara keras penawaran yang datang ke arah kami. Diantara toko-toko ini, banyak pendekar pedang yang berada di sini untuk beristirahat setelah bekerja keras selama sehari ini. Akan tetapi, mereka jelas-jelas menghindari sebuah titik di alun-alun, membuat tempat itu terlihat sangat kosong.
Tempat itu adalah tanah yang menghadap ke gedung gereja. Tentu saja, sekitar 24 jam yang lalu, pria yang bernama Kains secara misterius meninggal di sana. Aku memaksakan diriku untuk melihat ke depan dibandingkan melihat ke sana, dan mulai bergerak ke jalan yang aku lalui kemarin.
Beberapa menit kemudian, kami tiba di penginapan dan mengarah ke lantai kedua. Setelah melalui sebuah jalan yang panjang di sepanjang koridor ke tempat yang terdalam, kami tiba di kamar Yoruko —— atau setidaknya, sebuah ruangan di mana dia dapat bersembunyi di dalamnya.
Aku mengetuk pintunya dan berkata "Ini Kirito."
Terdapat sebuah reaksi yang segera dari dalam ruangan, dan aku memutar gagang pintu. Kuncinya diatur sehingga 'hanya teman yang dapat membuka' mengeluarkan sebuah suara kecil sebelum membuka.
Setelah membuka pintu itu, aku melihat ke dalam untuk melihat benda yang berada tepat di depan pintu, sebuah set sofa yang seragam terletak di tengah ruangan, dan Yoruko duduk di salah satu sofa itu. Dia dengan cepat berdiri, mengibaskan rambut biru tuanya dan sedikit membungkukkan badan.
Aku berdiri di pintu, benar-benar tidak bergerak, melihat ke arah Yoruko,dan kemudian melihat wajah Shmitt yang berada tepat di belaakngku sebelum berkata,
"Jadi... pertama-tama, untuk alasan keamanan, aku akan menjelaskan hal ini kepada semua orang. Kedua pihak tidak diperbolehkan memperlengkapi diri dengan senjata ataupun membuka window apapun. Aku harap kalian dapat mematuhi ini. Aku tahu bahwa ini mungkin tidak nyaman, tetapi tolong ikuti aturan dasar ini."
"…Oke."
"Aku mengerti."
Yoruko berkata dalam sebuah suara yang hampir tidak terdengar, dan Schmitt menjawab dengan sebuah suara gelisah. Aku dengan perlahan memasuki ruangan dan mengantar Schmitt dan Asuna ke dalam.
Kedua mantan anggota guild «Golden Apple» yang mungkin sudah tidak bertemu untuk waktu yang lama ini hnaya saling memandang satu sama lain dalam sunyi.
Yoruko dan Schmitt sebelumnya adalah teman seperjuangan dari guild yang sama, tetapi saat ini, seharusnya ada sekitar 20 level perbedaan diantara mereka. Tentu saja, anggota dengan level yang lebih tinggi sudah pasti adalah Schmitt, yang termasuk dii guild penyelesai. Akan tetapi, dari apa yang dapat aku lihat, pengguna tombak yang kuat ini jauh lebih tegang dari Yoruko.
Kenyataannya, yang berbicara terlebih dahulu juga Yoruko.
"… Sudah lama tidak berjumpa, Schmitt."
Dia lalu tersenyum. Schmitt pertama-tama menggigit bibirnya dengan keras, lalu menjawab dengan sebuah suara serak,
"…Un. Aku berpikir bahwa kita tidak akan perah bertemu lagi. Dapatkah aku duduk?"
Yoruko mengangguk, dan orang berbadan besar dan berpelindung penuh ini berjalan ke sebuah sofa lainnya sementara zirah pelindungnya berdentangan. Aku rasa hal ini pastinya tidak nyaman dipakai untuk duduk, tetapi dia tidak berniat untuk melepaskan baju pelindungnya.
Aku menutup pintu dan memeriksa apakah pintu telah terkunci sebelum berdiri di sisi sebelah timur dari tempat mereka berdua duduk, dan Asuna berdiri di seberangku.
Kami memesan ruangan yang paling mewah di penginapan untuk Yoruko, yang kami minta untuk tinggal selama beberapa hari, jadi bahkan walaupun ada empat orang yang memenuhi ruangan, ruangan ini masih lumayan luas. Pintu masuk ruangan ini terletak di dinding bagian utara, dan di bagian barat terdapat satu pintu lagi yang mengarah ke kamar tidur. Selain itu, sisi timur dan selatan masing-masing terdapat sebuah jendela.
Jendela yang ada di bagian selatan terbuka penuh, dan angin semilir yang membawa suasana matahari terbenam di musim semi bertiup bebas melalui jendela. Tentu saja, jendelanya dilindungi oleh sistem, dan bahkan bila seseorang membukanya, tidak akan ada yang bisa masuk. Karena tempat ini jauh lebih tinggi dari bangunan-bangunan yang ada di sekitarnya, seseorang dapat melihat pemandangan dari sebuah jalan berwarna ungu tua melalui celah dari tirai putih di jendela itu.
Suara dari jalanan yang datang bersamaan dengan angin itu mengalahkan suara Yoruko yang sedikit lembut.
"Schmitt, aku dengar bahwa kamu sekarang adalah anggota dari Divine Dragon Alliance? Luar biasa. Divine Dragon Alliance itu dianggap sebagai sebuah guild terkemuka diantara grup penyelesai bukan?"
Aku merasa bahwa ini adalah sanjungan yang tulus, tetapi kerutan-kerutan di dekat alis Schmitt menjadi semakin dalam. Dia lalu berkata dengan nada berat,
"Apa yang kamu maksud dengan itu? Apakah itu terlalu aneh?"
Jawaban gamblang yang tidak biasanya ini membuatku mengerutkan dahi, tetapi Yoruko tidak terlihat terpengaruh sama sekali.
"Bagaimana mungkin? Aku hanya merasa bahwa setelah guild kita dibubarkan, kamu pasti telah berusaha dengan sangat keras untuk menaikkan level. Kains dan aku telah menyerah setelah kesulitan menaikkan level, jadi kamu benar-benar luar biasa dibandingkan dengan kami."
Yoruko mengibaskan ke samping rambut biru tuanya yang bertengger di pundaknya dan tersenyum lagi.
Dia tidak berpelengkapan penuh dengan begitu menggelikan seperti Schmitt dengan pelindung penuh, tetapi Yoruko juga memakai pelindung yang lumayan. Gaunnya yang tebal memiliki sebuah rompi kulit, dan dia sedang memakai sebuah jubah beludru berwarna ungu. Bahkan di bahunya terlihat syal yang terlilit, dan walaupun perlindungannya tidak bisa dibandingkan dengan pelindung dari logam, dengan pakaian yang begitu tebal, hal itu pasti setidaknya meningkatkan banyak pertahanan. Dia terlihat lumayan tenang sekarang, tetapi jauh di dalam, dia pasti merasa gelisah.
Pada saat ini, Schmitt tidak dapat menyembunyikan kegugupannya ketika dia mencondongkan diri ke depan di dalam zirah pelindungnya dan berkata,
"LUPAKAN SAJA MENGENAI APA YANG TERJADI DENGANKU! TERLEBIH DARI ITU... Aku ingin bertanya mengenai Kains."
Dia tiba-tiba mengecilkan suaranya dan melanjutkan,
"Mengapa Kains terbunuh pada masa ini? Apakah dia... mengambil cincin itu? Apakah dia adalah yang membunuh pemimpin GA?"
Aku dengan segera mengerti bahwa GA merujuk kepada Golden Apple, istilah sederhana dari penyebutan nama guild «Golden Apple». Akan tetapi, kata-kata itu pada dasarnya berarti bahwa dia tidak terlibat dengan insiden cincin dan pembunuhan di dalam area itu. Bila itu adalah sebuah akting, dia benar-benar dapat menjadi seorang aktor.
Begitu mendengar gumamannya, ekspresi wajah Yoruko akhirnya menunjukkan perubahan untuk pertama kalinya. Dia tetap tersenyum dan menatap langsung kepada Schmitt sebelum mengatakan,
"Mustahil. Kains dan aku benar-benar menghormati pemimpin guild dari lubuk hati kami yang terdalam. Alasan mengapa kami menolak penjualan cincin itu adalah karena akan menjadi lebih berguna bila kita menggunakannya untuk meningkatkan kekuatan bertarung guild daripada menjualnya dalam col. Aku rasa pemimpin guild kita mungkin berpikiran mengenai hal yang sama dengan kita sekarang."
"I... itu juga apa yang aku pikirkan. Jangan lupa bahwa aku juga menolak penjualan cincin itu. Lagipula... bukannya berpikir bahwa mereka yang menolaknya memiliki sebuah alasan untuk mencurinya. Mereka yang setuju untuk menjualnya... orang-orang itu yang menginginkan col-nya, seseorang diantara mereka mungkin ingin mendapatkan semua keuntungan hasil penjualan!"
Dia menggunakan tangan kanannya yang dilindungi oleh sarung tangan besi untuk menepuk lututnya sendiri, dan kemudian memegang kepalanya sebelum berkata,
"Tetapi... mengapa Grimlock masih ingin melakukan tindakan terhadap Kains sekarang... Apakah dia ingin membunuh kita semua, tiga orang yang menolak menjual cincin itu? Apakah kamu dan aku akan menjadi korbannya?"
——Hal ini tidak terlihat sebagai sebuah akting sama sekali. Untukku, kegelisahan Schmitt menunjukkan sebuah ketakutan yang sebenarnya.
Dibandingkan dengan Schmitt, yang ketakutan setengah matai, Yoruko kembali tenang dan mengatakan sesuatu kepadanya.
"Kita masih tidak dapat memastikan baha Grimlock membunuh Kains. Mungkin anggota lain memintanya untuk membuat tombak pendek itu... atau mungkin..."
Dia mengarahkan pandangan kosongnya ke meja pendek di depan sofa dan menggumam,
"Mungkin pemimpin kita sedang melakukan balas dendamnya sendiri. Pemain biasa tidak mungkin bisa membunuh di dalam area."
"Wha…"
Pria berbadan kekar itu membuka mulutnya dan terengah-engah. Bahkan aku juga merasa sedikit takut ketika dia mengatakan hal ini.
Schmitt menatap kosong kepada Yoruko yang tersenyum dan berkata,
"Tetapi, tidakkah kamu baru saja berkata bahwa Kains tidak mengambil cincin itu..."
Yoruko tidak dengan segera menjawab sementara dia hanya berdiri dan mengambil satu langkah ke kanan.
"Aku tidak dapat tidur sama sekali tadi malam. Aku hanya dapat berpikir. Ngomong-ngomong, bahkan bila yang membunuh pemimpin guild adalah salah seorang dari dalam guild, tetapi mungkin juga itu adalah kita semua. Ketika ring drop itu muncul, sebenarnya tidak perlu ada voting apapun. Kita bisa saja tetap mengikuti instruksi dari pemimpin guild. Tidak, kita seharusnya membiarkannya memakai cincin itu. Pemimpin kita adalah pendekar pedang terkuat diantara kita, dan dia adalah yang dapat menggunakan cincin itu hingga maksimal. Akan tetapi, kita tidak dapat menahan keinginan egois kita sendiri, dan tidak ada yang menyatakan saran seperti itu. Semuanya tetap berkata bahwa pada suatu hari kita akan membuat GA sebagai bagian dari guild penyelesai, tetapi tidak ada yang berpikir mengenai guild. Semuanya hanya berharap untuk membuat diri mereka sendiri untuk menjadi semakin kuat."
Setelah mengatakan banyak kata, pinggang Yoruko menyentuh bingkai dari jendela di selatan.
Dia bersiap untuk duduk di atasnya dan melanjutkan,
"Hanya satu orang, hanya Grimlock-san yang berkata untuk menyerahkannya kepada pemimpin. Orang itu menyerahkan keinginan egoisnya dan berpikir mengenai pengembangan guild. Itulah mengapa orang itu menjadi seperti ini, dan membalas dendam kepada kita yang tidak dapat menyerahkan keinginan kita, dan dia memiliki hak untuk membalaskan dendam demi pemimpin guild..."
Kesunyian tiba-tiba menelan ruangan, dan angin malam yang dingin mengubah udara yang ada di dalam ruangan.
Kachan kachan kachan, suara-suara lemah dari logam yang berdering segera dapat didengar. Sumbernya adalah dari pelindung dari Schmitt yang sedikit gemetaran. Pemain elit yang telah ditempa oleh berbagai pertempuran ini melihat ke bawah dengan wajah pucat dan menggumam seperti orang yang tidak sadarkan diri,
"… Jangan main-main. Berhenti bermain-main. Sekarang ini... sudah setengah tahun... mengapa sekarang..."
GABAK! Dia menegakkan bagian atas tubuhnya dan tiba-tiba berteriak,
"DAPATKAH KAMU MENERIMA ITU, YORUKO! KAMU TELAH BEKERJA KERAS HINGGA SEKARANG! BAGAIMANA BISA KAMU MENYERAHKAN DIRI UNTUK TERBUNUH OLEH SEBUAH METODE YANG TIDAK DIKETAHUI!"
Schmitt, Asuna dan aku semua memandang kepada Yoruko yang berada di jendela.
Pemain wanita ini, dengan sebuah keberadaan bayang-bayang disekitarnya, membiarkan pandangannya berkelana di udara, kelihatannya berpikir mengenai bagaimana menjawab pertanyaan Schmitt.
Segera sesudahnya, bibirnya sedikit terbuka, kelihatannya akan mengatakan sesuatu——
Pada saat ini.
TONN! Sebuah suara dalam tiba-tiba menggema di seluruh ruangan. Pada saat yang sama, Yoruko melebarkan kedua matanya dan membuka lebar mulutnya.
Tubuh yang langsing itu mulai bergoyang hebat. Dia pertama-tama mengambil sebuah langkah kuat ke depan, dan kemudian terhuyung dan berputar sebelum meletakkan tangannya ke jendela yang terbuka.
Pada saat ini, seberkas angin keras berhembus, dan rambut panjang Yoruko berkibar karenanya.
Aku melihat sebuah hal yang tidak dapat dipercaya.
Sebuah item berbentuk seperti sebuah batang hitam kecil menembus jubah ungu yang pendek dan mengkilap itu.
Karena terlalu kecil, aku pada saat itu tidak dapat mengetahui apa benda itu sebenarnya. Tetapi kemudian aku melihat obyek yang berbentuk seperti batang itu bersinar merah, aku dengan segera memiliki sebuah perasaan buruk mengenai hal ini.
"Ah…!"
Asuna mengeluarkan sebuah hembusan napas yang hampir seperti teriakkan, dan aku secara insting bergegas ke depan dengan segera.
Aku mengulurkan tanganku ke depan dan bersiap untuk menarik tubuh Yoruko ke dalam. Akan tetapi...
Jemariku hanya menyentuh syalnya, dan tubuh Yoruko jatuh keluad dari penginapan dalam keheningan.
"YORUKO-SAN!"
Pada saat aku berteriak dan mengeluarkan tubuhku keluar dari jendela...
Tubuh Yoruko terjatuh ke lantau batu begitu saja, dan setelah terpelanting sekali, terselimuti oleh sebuah efek cahaya berwarna biru.
BASHA! Suara dari sesuatu yang pecah dapat dengan segera terdengar. Pecahan-pecahan poligon menyebar keluar bersamaan dengan ledakan cahaya biru itu——
Beberapa detik kemudian, sebuah item dapat terdengar mendarat dengan jelas, hanya meninggalkan sebuah pisau belati di jalan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar