Bagian 4
"Orang-orang dari DDA?"Begitu mendengar laporanku, Asuna tidak dapat menahan diri untuk mengerutkan alisnya.
DDA adalah akronim untuk «Divine Dragon Alliance», istilah dari guild yang disederhanakan. Nama itu memiliki semacam bentuk intimidasi dan tekanan yang secara alami akan dihindari oleh orang-orang, tetapi hal ini tidak bekerja kepada wakil pemimpin dari KoB Asuna.
Sehari setelah insiden itu, bulan Sakura, hari ke-23, , weather generator-nya kelihatannya sedang memiliki suasana hati yang buruk segera sesudahnya karena gerimisnya sudah dimulai dari pagi tadi. Sebenarnya di Aincrad, langitnya ditutupi oleh dasar dari lantai yang lebih tinggi, jadi sebenarnya tidak mungkin ada hujan, tetapi kalau begitu, tidak mungkin ada cahaya mentari di siang hari.
Pada jam 9 pagi. Asuna dan aku bertemu di gerbang transfer di lantai ke-57, dimana insiden ini terjadi, dan kami tiba di kafe di dekat gerbang transfer untuk sarapan dan memilah informasi yang kami miliki hingga sekarang. Masalah terbesar yang kami miliki di dalam diskusi kami jelas adalah mengenai anggota dari Divine Dragon Alliance Schmitt yang menyergapku diluar gerbang transfer dan dengan paksa mengambil informasi dan senjata pembunuh dariku.
"Ahh~ ngomong-ngomong, orang seperti ini memang benar-benar ada. Pengguna tombak panjang yang besar itu, bukan?"
"Benar. Dia memberikan kesan bahwa dia adalah ketua dari klub ambil paksa dari sebuah SMA."
"Tidak ada klub semacam itu."
Asuna dengan segera menepis inspirasi humor kecil yang aku punya sejak tadi pagi, dan kelihatannya sedang memikirkan mengenai sesuatu sementara dia melingkarkan tangannya di cangkir yang berisi café au lait.
"…Jangan bilang bahwa dia adalah pelakunya."
"Aku tidak dapat menyimpulkannya seberani itu, tetapi mungkin tidak. Bila dia mengambil senjata pembunuh itu kembali karena takut seseorang akan menemukan petunjuk, dia lebih baik tidak berada di sana. Aku rasa tombak itu adalah sesuatu yang ditinggalkan oleh pelakunya."
"Begitu... kamu benar. Metode pembunuhan itu dan nama dari senjatanya adalah «Guilty Thorn»...Daripada menyebutnya PK yang biasanya, lebih cocok untuk menyebutnya «eksekusi di depan publik»..."
Begitu mendengar Asuna menggumamkannya dengan sikap yang putus asa, aku mengangguk untuk setuju dengannya.
Ini bukanlah PK secara acak, tetapi eksekusi dari Kains. Dan pastinya ada sesuatu diantara Kains, Grimlock, dan Schmitt.
Aku menjaga volume suaraku agar tetap rendah dan mengatakan kesimpulan yang aku dapat dari petunjuk-petunjuk ini.
"Dengan kata lain —— motifnya adalah «balas dendam», bukan, «penghakiman». Kains-san sebelumnya melakukan suatu kesalahan besar, dan dia dibunuh sebagai «hukuman». Ini seharusnya apa yang berusaha diberitahukan oleh pembunuhnya."
"Dengan kata lain, Schmitt tidak mungkin adalah pelakunya, tetapi seseorang yang diincar oleh kriminalnya, bbukan? Dia melakukan «sesuatu» dengan Kains-san, dan mulai panik dan mengambil tindakan setelah partner-nya terbunuh terbunuh..."
"Begitu kita mengetahui masa lalu itu, kita mungkin akan tahu siapa pelakunya. Akan tetapi...ini mungkin juga hanya sebuah tindakan pura-pura yang dilakukan oleh kriminal-nya. Mari tidak berpikir terlalu subyektif untuk sekarang."
"Kamu benar, terutama ketika kita menanyai Yoruko."
Asuna dan I mengangguk pada saat yang bersamaan, dan kemudian kami memeriksa jam sekarang. Sekarang jam 10 pagi, dan kami megnarah ke penginapan terdekat untuk bertanya kepada Yoruko, yang menginap di sana, mengenai apa yang terjadi.
Masih ada beberapa waktu setelah aku menyelesaikan sarapan yang sederhana dari roti hitam dan sup sayuran, dan dengan santai melihat wakil pemimpin KoB yang ada di depanku.
Mungkin dia baru saja akan melakukan sesuatu yang pribadi karena dia tidak memakai pakaian kesatria dengan dasar putih dan gambar merah. Dia mengenakan sebuah kaus bergaris merah muda dan abu-abu dengan sebuah jaket kulit hitam di luarnya sebagai bagian atasnya, dan untuk bagian bawahnya dia mengenakan sebuah rok mini berwarna hitam dengan renda disampingnya. Pada kakinya terdapat sebuah stocking berwarna abu-abu.
Selain itu, dia mengenakan sepasang sepatu enamel berwarna merah muda dan sebuah baret berwarna merah muda. Kelihatannya dia telah berusaha untuk berdandan —— tentu saja, mungkin semua pemain wanita biasanya berpakaian seperti ini. Sejujurnya, aku tidak tahu sama sekali mengenai trend pakaian saat ini, jadi aku tidak dapat berkata apa-apa. Tidak peduli bagaimana, aku tidak tahu sama sekali berapa col harga pakaiannya.
Selain itu, tidak perlu untuk sengaja berdandan untuk menginvestigasi sebuah kasus pembunuhan. Sementara aku dengan kosong berpikir mengenai hal ini, Asuna tiba-tiba melihat ke atas, dan dengan cepat memalingkan kepalanya kesamping.
"…Apa yang kamu lihat?"
"Eh…ah, tidak ada..."
Tentu saja, aku tidak mungkin bertanya kepadanya berapa harga dari pakaiannya, tetapi bila aku berkata mengenai sesuatu hal secara acak seperti pakaian ini kelihatan manis dan benar-benar cocok denganmu, aku mungkin akan membuatnya marah atau ditertawakan olehnya, jadi aku baru saja memikirkan sebuah alasan.
"Un…aku berpikir, apakah benda yang kental itu enak?"
Sementara aku bertanya, Asuna menurunkan kepalanya untuk melihat sup misterius kental yang disendokinya. Dia memandangiku dengan sebuah ekspresi yang lembut, dan kemudian menghela napas berat.
"…Tidak sama sekali."
Pengguna rapier itu berbisik dan mendorong sup itu ke samping, batuk beberapa kali, dan kemudian mengganti nadanya dan berkata,
"Aku telah berpikir kemarin, mengenai «Continuous Pierce Damage DOT» dari tombak hitam pendek itu..."
Ngomong-ngomong, kelihatannya ini adalah pertama kalinya aku pernah melihat gadis ini tidak mengenakan rapier miliknya. Setelah menyadari hal itu, aku mengangguk.
"Un?"
"Sebagai contohnya, bila sebuah senjata tipe penikam digunakan untuk menikam seseorang di luar area, dan bila pemain itu memasuki area, bagaimana luka berkelanjutan itu dihitung? Apakah kamu tahu?"
"Un… yah…"
Aku tidak dapat menahan diri untuk memikirkannya. Benar bahwa aku belum pernah mengalami situasi semacam itu sebelumnya, dan tentu saja, aku tidak pernah beanr-benar berpikir mengenai apa yang sebenarnya terjadi.
"Aku tidak tahu... tetapi efek racun yang berkelanjutan atau luka bakar akan menghilang ketika pemain memasuki area, bukan? Luka tikam seharusnya juga sama, bukankah begitu?"
"Tetapi apa yang terjadi bila senjata itu ditikamkan ke dalam tubuh? Apakah senjata itu akan ditarik secara otomatis?"
"Bahkan bila seperti tiu, itu agak aneh... un, kita masih memiliki waktu, jadi mari bereksperimen mengenai hal ini."
Asuna segera melebarkan kedua matanya pada saat dia mendengarku megnatakan hal ini,
"Ex, experimen?"
"Melihat berarti percaya."
Aku mengucapkan sebuah idiom yang digunakan secara agak aneh disini, dan kemudian memanggil peta jalan untuk menemukan gerbang terdekat dari sini.
Area diluar area jalanan utama di lantai ke-57 «Marten» adalah sebuah padang rumput yang dipenuhi oleh beberapa pohon tua yang berkarang.
Beberapa minggu yang lalu, ini adalah sebuah jalan yang telah aku lewati tidak terhitung kali banyaknya ketika ini lantai ini masih menjadi garis depan, dan sekarang, ingatanku sudah kabur. Tentu saja, mungkin ini karena tunas-tunas baru yang muncul karena sekarang musim semi, tetapi pada dasarnya, sejak grup penyelesai menembus lantai ini, aku pada dasarnya sudah berhenti datang ke area latihan di luar area.
Kami meneruskan perjalanan di dalam gerimis kecil ini, dan setelah kami melangkah keluar ke jalan, kata-kata peringatan «Outer Field» muncul di pandangan kami. Monster-monster tidak akan dengan segera datang untuk menyerang, tetapi jantungku sudah merasa tegang.
Asuna mengenakkan rapier yang biasa dia bawa di pinggangnya, dan kemudian membuang tetesan-tetesan air yang bergantung di ujung rambutnya dalam sebuah sikap yang umayan tidak sabar sebelum bertanya dengan nada yang menarik,
"Lalu... bagaimana kamu akan bereksperimen?"
"Seperti ini?"
Aku meraih ke dalam kantung di pinggangku, menemukan 3 «Jarum Lempar» yang biasanya aku pakai, dan menarik satu keluar.
Semua senjata yang ada di Aincrad dapat diklasifikasikan di bawah penebas, penikam, penghantam, dan penikam. Senjata satu-tangan utama milikku adalah sebuah senjata penebas, dan senjata Asuna adalah tipe penusuk. Gada dan warhammer[12] adalah senjata penghantam, dan tombak pendek yang membunuh Kainsdan tombak panjang yang dimiliki Schmitt tentu saja adalah tipe penikam.
Akan tetapi, beberapa senjata lempar sebenarnya memiliki klasifikasi yang samar. Dari semua senjata lempar, bumerang dan sabit adalah tipe penebas; pisau terbang adalah tipe penusuk, dan jarum lempar milikku adalah tipe penikam. Itu benar. Benda yang terlihat seperti jarum logam besar yang hanya sepanjang 12cm, tetai jarum ini benar-benar sebuah senjata penikam, yang berarti jarum ini dapat mengakibatkan sebuah luka tikam yang kecil.
Terlalu bodoh untuk mengurangi durabilitas perlengkapanku hanya untuk memeriksa ini kepada HP milikku, jadi aku melepas sarung tangan kiriku dan menggunakan jarum di tangan kananku untuk menikam tangan kiriku.
"Tu…TUNGGU SEBENTAR!"
Sebuah teriakkan tajam menyebabkan tanganku terhenti.
Aku menolehkan kepalaku ke sekeliling, dan Asuna sudah membuka item window miliknya dan bersiap untuk mengambil sebuah healing crystal yang sangat mahal. Aku tidak dapat menahan senyum kecutku dan berkata,
"Bukankah itu terlalu berlebihan? Aku hanya akan kehilangan sekitar 1 hingga 2% dari HP milikku ketika tanganku tertikam oleh jarum seperti itu."
"Bodoh! Apapun dapat terjadi diluar area! Bentuk kelompok denganku dan biarkan aku melihat HP milikmu!"
Asuna dengan marah menyatakan hal itu karena dia sepertinya sedang mengkuliahi adik laki-lakinya yang bodoh, dan kemudian membuka sebuah window dan mengundangku ke kelompoknya. Aku menarik diri sedikit dan dengan segera menekan tombol menerima, dan tepat di bawah HP bar milikku di ujung kiri atas, aku dapat melihat HP bar kecil milik Asuna.
Sekarang bila aku memikirkannya seperti ini, ini adalah kali pertama aku berkelompok dengan gadis ini. Tentu saja, kami telah sering sekali bertemu sebagai bagian dari grup penyelesai, tetapi dia adalah wakil pemimpin dari guild terkuat, dan aku hanyalah seorang pemain solo biasa, jadi kami belum pernah banyak berbicara.
Tanpa sangka, sekarang begitu mudah, dan aku sedang satu kelompok dengannya sendirian. Beberapa waktu yang lalu, kami berdebat mengenai cara mengalahkan seorang bos, dan bahkan pernah berduel satu lawan satu.
Asuna menggenggam erat kristal berwarna merah muda itu sementara dia kelihatan tegang dan bersiap-siap. Aku tidak dapat menahan diri untuk tetap melihat wajahnya.
"…Ada apa?"
"Tidak ada apa-apa... yah, aku tidak menyangka bahwa kamu akan khawatir mengenaiku seperti itu..."
Pada saat aku mengatakan hal itu, wajah putih Asuna dengan segera berwarna sama dengan kristal itu. Dia lalu dengan marah berkata lagi kepadaku,
"Te... tentu saja tidak! Tunggu, tidak seperti itu ju... ARGH! TIKAM SAJA BILA KAMU INGIN MELAKUKANNYA!!"
EHHH!? Aku dengan segera menggenggam jarum itu lagi.
"A, aku akan menikamkannya kalau begitu."
Aku mengumumkannya, dan dengan paksa menarik napas dalam——
Aku lalu memulai dengan melakukan sebuah teknik melempar tingkat pemula «Single Shot» kepada tangan kiriku yang terentang.
Kedua jari di tangan kananku memegang jarum itu, dan dengan sebuah efek cahaya berwarna agak gelap, jarum itu menikam tanganku.
Dengan sebuah hentakan, rasa kebas yang tidak nyaman dan sedikit rasa sakit melewati syarafku.
HP bar milikku berkurang lebih banyak dari yang aku duga, dan aku kehilangan sekitar 3% HP. Sekarang aku ingat, aku menukar jarum yang biasa dengan sebuah drop yang langka.
Aku menahan rasa yang tidak nyaman ini dan berbalik untuk melihat jarum besi yang tertikam kedalam tanganku. 5 detik kemudian, efek cahaya merah bersinar lagi, dan HP milikku turun 0.5%. Ini adalah «Continuous Pierce Damage DOT».
"…SEGERA MASUK KE DALAM AREA!"
Suara tegang Asuna mendesakku, dan aku dengan segera mengangguk dan menatap HP bar milikku dan jarumnya sebelum bergerak ke gerbang yang mengarah ke area.
Pada saat kakiku melangkah dari padang rumput yang basah ke lantai batu yang keras, pada pandanganku terdapat kata-kata « Area Dalam».
Dan kemudian —— HP bar milikku berhenti turun.
Setiap lima detik, akan ada efek cahaya merah, tetapi hit point milikku tidak menunjukkan tanda-tanda akan turun. Seperti yang diduga, luka apapun akan ditiadakan di dalam area.
"…Sudah berhenti."
Asuna berbisik, dan aku mengangguk dan setuju dengannya.
"Senjatanya masih tertanam di dalamku, tetapi luka terus-menerusnya berhenti, huh?"
"Bagaimana rasanya?"
"Jarumnya masih ada di dalam tubuhku. Ini mungkin untuk mencegah seorang idiot yang tertikam dengan senjata seperti itu untuk memasuki area secara langsung..."
"Kamu adalah seorang idiot semacam itu sekarang."
Begitu mendengar ucapannya yang dingin itu, aku hanya dapat menarik leherku mundur dan mencabut jarum itu keluar. Rasa tidak nyaman melewati syarafku, menyebabkan tubuhku untuk menjadi tegang. Tidak ada tanda-tanda luka apapun di punggung tangan kiriku, tetapi perasaan sentuhan logam yang dingin itu masih ada. Aku tidak dapat menahan diri untuk meniup punggung tanganku dan berkata,
"Lukanya memang berhenti... kalau begitu, mengapa Kains meninggal...? Apakah itu adalah sebuah karakteristik unik dari senjatanya... atau sebuah teknik yang tidak diketahui... TWAAHHH!?"
Alasan untuk seruan di bagian akhir perkataanku adalah—
Asuna tiba-tiba menggunakan kedua tangannya untuk menggenggam tangan kiriku dan menariknya ke depan dadanya sebelum dengan paksa menahannya.
"Kamu…wha…hah…?"
Setelah beberapa detik, wakil pemimpin itu melepaskan tanganku dan menatapku sebelum berkata,
"Sisa perasaan dari bekas lukanya menghilang, bukan?"
"——U, un. Yah, terima kasih."
Alasan mengapa jantungku berpacu cepat kemungkinan besar karena aku terkejut.
Pasti hanya karena itu, pasti.
Jam sepuluh pagi, Yoruko berjalan keluar dari penginapan. Dia kelihatannya tidak tidur sama sekali karena dia terus-menerus berkedip saat dia membungkuk ke arah Asuna dan aku.
Aku balas mengangguk kepadanya dan meminta maaf terlebih dahulu,
"Maaf mengganggumu ketika temanmu baru saja..."
"Jangan khawatir..."
Gadis ini yang seharusnya sedikit lebih tua dariku mengayunkan rambutnya yang berwarna biru tua ketika dia menggelengkan kepalanya.
"Tidak apa-apa. Aku ingin bergegas untuk menemukan pelakunya juga..."
Setelah itu, dia mengalihkan pandangannya kepada Asuna, dan dengan segera membelalakkan matanya.
"Wow, luar biasa. Apakah semua pakaian itu semuanya adalah barang satu-satunya dari toko Ashley-san? Ini adalah kali pertama aku melihat seseorang sepenuhnya memakai barang dari tokonya!"
…Nama lainnya? Aku heran dan bertanya,
"Siapa itu?"
"Kamu tidak tahu?"
Yoruko menatapku dengan sebuah ekspresi tidak percaya, dan kemudian menjelaskan,
"Ashley-san adalah seorang penjahit hebat yang merupakan orang pertama di Aincrad untuk menguasai keahlian menjahit hingga level 1000! Bila kamu tidak mendapat material-material terlangka dan dengan kualitas tertinggi, dia tidak akan membuatkannya untukmu!"
"Begitu!"
Aku benar-benar terkesan. Bahkan seseorang sepertiku yang telah bertarung seperti seorang idiot hanya berhasil meningkatkan penguasaan teknik pedang satu-tangan ke level 1000.
Aku tidak dapat menahan diri untuk mengarahkan pandanganku kepada Asuna dan melihatnya dari atas ke bawah, dan wajah pengguna rapier itu dengan segera menegang, berteriak sebelum berjalan ke depan.
"Ti... tidak seperti itu!"
——Aku tidak tahu apa maksud dari yang terjadi barusan sama sekali.
Hanya dengan itu, Asuna mengajak Yoruko, yang kelihatannya menyadari sesuatu, dan aku, yang tidak menyadari apa yang terjadi sama sekali, ke dalam restoran dimana saat makan kami terganggu sebelumnya.
Sekarang masih pagi, jadi tidak ada tanda-tanda dari pemain lain di dalamnya. Kami duduk di dalam meja yang paling dalam di dalam restoran itu dan mengukur jarak dari sini ke pintu. Jaraknya begitu jauh, bila kami tidak berteriak, tidak mungkin bagi orang di luar toko untuk mendengar kami. Dulu aku selalu berpikir bahwa itu lebih mudah bagi kami untuk bersembunyi di dalam sebuah kamar penginapan dan menguncinya sebelum mengatakan rahasia-rahasia kami, tetapi baru-baru ini, aku mengetahui bahwa itu membuat lebih mudah bagi mereka dengan kemampuan menguping yang hebat untuk mendengar semua percakapan kami.
Karena Yoruko sudah sarapan, kami bertiga hanya memesan minuman sebelum membahas topik pembicaraan yang ada.
"Pertama-tama laporan kami... tadi malam kami pergi untuk memeriksa «Monumen Kehidupan» di Black Iron Palace. Kains-san benar-benar telah meninggal."
Begitu mendengar kata-kataku, Yoruko dengan terengah-engah menarik napas untuk beberapa saat, menutup kedua matanya, mengangguk dan berkata,
"Begitu... terima kasih untuk dengan sengaja pergi ke tempat yang jauh seperti itu untuk memeriksa..."
"Jangan khawatir. Lagipula, kami ingin mengetahui mengenai nama lainnya."
Asuna tiba-tiba menggelengkan kepalanya, dan kemudian menanyakan pertanyaan terpenting yang pertama.
"Erm, Yoruko-san. Aku akan bertanya kepadamu beberapa nama yang mungkin belum pernah kamu dengar sebelumnya... salah satunya adalah seorang pandai besi bernama «Grimlock». Yang seorang lagi adalah seorang pengguna tombak panjang bernama... «Schmitt»."
Kepala Yoruko yang merendah turun dengan tiba-tiba tersentak.
Segera sesudahnya, dia melakukan sebuah tindakan yang ambigu tetapi pasti.
"Ya, aku mengenal mereka. Kains dan aku dahulu adalah anggota dari guild yang sama."
Suara yang sangat kecil ini menyebabkan Asuna dan aku saling memandang satu sama lain.
Apakah begitu? Bila begitu, kami telah memiliki sebuah hipotesis lainnya—apakah «suatu insiden» terjadi di masa lalu yang menyebabkan insiden ini?
Kali ini, aku yang menanyakan pertanyaan kedua.
"Jadi, Yoruko-san. Aku tahu bahwa ini mungkin sulit bagimu untuk menjawabnya, tetapi aku berharap kamu dapat mengatakan kebenarannya jadi kami dapat memecahkan kasus ini. Kami merasa bahwa insiden ini memiliki hubungan dengan suatu «balas dendam» atau «pengadilan». Apakah Kains-san terbunuh karena sesuatu yang terjadi di dalam guild itu dan dibenci oleh kriminalnya sebagai suatu bentuk balas dendam...? Aku telah menanyakan hal ini juga sebelumnya, tetapi aku berharap bahwa kamu dapat memikirkannya sekali lagi. Apakah ada petunjuk lainnya atau sesuatu yang mencurigakan...? "
Kali ini, dia tidak dengan segera menjawab.
Yoruko masih menurunkan kepalanya. Setelah sebuah waktu hening yang panjang, dia menggunakan tangannya yang gemetaran untuk mengambil cangkirnya untuk meminum seteguk teh sebelum mengangguk.
"…Ya… memang ada sesuatu. Aku benar-benar minta maaf karena tidak mengatakannya... itu karena aku benar-benar ingin melupakannya... dan aku tidak ingin melihatnya. Selain itu, tidak ada hubungan diantara kedua hal ini, jadi aku tidak dengan segera mengatakannya... tetapi aku bersedia untuk melakukannya sekarang. Itu karena «insiden itu» menyebabkan guild kami hancur..
——Nama guildnya adalah «Golden Apple». Guild ini adalah sebuah guild yang lemah yang hanya beranggotakan 8 orang, dan tujuan mereka bukanlah untuk menyelesaikan permainan, tetapi untuk berburu dengan aman untuk penginapan dan makanan.
Tetapi, setengah tahun yang lalu... pada musim gugur tahunlalu.
Kami, yang memasuki sebuah dungeon biasa di lantai tengah, tiba-tiba menemui seekor monster yang belum pernah kami lihat sebelumnya. Monster itu adalah seekor jangkrik seluruh tubuhnya berwarna hitam, cepat dan sulit di identifikasi... kami dengan segera mengetahui bahwa itu adalah seekor monster yang langka. Semuanya dengan semangat mengejarnya... dan seseorang melempar sebilah pisau. Tanpa sengaja, dengan keberuntungan pisau itu mengenai monster itu dan mengalahkannya.
Drop dari monster itu adalah sebuah cincin yang terlihat biasa, tetapi setelah diperiksa, semuanya terkejut. Cincin itu dapat meningkatkan agility sebanyak 20 poin. Aku rasa ini adalah sebuah item ajaib yang bahkan tidak ada di garis depan.
Apa yang terjadi berikutnya... aku rasa kamu pasti dapat menebak apa yang terjadi.
Kami terbagi menjadi dua kelompok, dimana yang pertama berpendapat bahwa anggota guild-lah yang akan menggunakannya, sedangkan yang satunya berpendapat bahwa kami akan menjualnya. Setelah sebuah perdebatan yang sangat keras dimana kami hampir mulai berkelahi, kami melakukan voting. Pada akhirnya, perhitungan suaranya adalah 5 banding 3 untuk menjual cincin itu. Para pedagang di lantai tengah tidak berani membeli item langka seperti itu, jadi pemimpin dari guild mengambil cincinnya ke kota yang ramai di garis depan dan meminta kepada yang lain untuk menjualnya ke sebuah pelelangan.
Kami telah menghabiskan cukup banyak waktu untuk menginvestigasi harga pasar dan seorang pedagang yang dapat dipercaya untuk melelangnya, jadi pemimpin kami bermaksud untuk bermalam di garis depan. Aku dengan bersemangat menunggu pemimpin kami untuk membawa uangnya kembali setelah pelelangannya selesai. Bahkan bila kami harus membaginya untuk delapan orang, jumlahnya akan menjadi lumayan banyak, jadi aku telah melihat katalog untuk melihat senjata apa yang akan aku beli dari toko mana atau pakaian bermerek pribadi apa yang dapat aku beli... pada titik ini, aku tidak pernah menyangka... bahwa semuanya akan berakhir seperti ini...
…Pemimpin kami tidak kembali.
Sudah lebih dari satu jam sejak hari kami berjanji untuk berkumpul, dan pemimpin kami tidak memberikan berita apapun. Tidak ada respon apapun bahkan setelah kami melacak dimana dia berada, dan pemimpin kami tidak pernah membalas satupun pesan yang kami kirim.
Tidak mungkin untuk pemimpin kami untuk mengambil harta itu dan melarikan diri, jadi kami memiliki sebuah firasat buruk mengenai hal ini. Beberapa orang pergi ke «Monumen Kehidupan» di Black Iron Palace untuk memeriksa keadaan.
Dan pada akhirnya...
Yoruko menggigit bibrnya dan menggelengkan kepalanya kesamping.
Asuna dan aku tidak tahu apa yang dapat dikatakan untuk menghiburnya.
Untungnya —— atau setidaknya itu yang ingin kami dapat katakan, Yoruko segera menghapus air matanya dan melihat ke atas, dan kemudian berkata dengan sebuah suara yang gemetaran namun jelas,
"Waktu kematiannya adalah tepat setelah pemimpin kami mengambil cincin itu ke lantai atas, lewat jam 1 malam. Penyebab kematiannya adalah... continuous pierce damage DOT."
"…Dia mungkin tidak akan keluar dari area bila item yang dibawanya adalah item langka semacam itu. Bila begitu... sebuah «Sleeping PK»?"
Aku menggumam, dan Asuna kelihatannya setuju denganku.
"Setengah tahun yang lalu, tidak banyak orang yang mengetahui mengenai metode pembunuhan semacam itu, dan banyak orang menghabiskan malam di tempat umum untuk menghemat biaya penginapan."
"Penginapan di dekat garis depan memang agak mahal... tetapi ini pastinya bukan sebuah kebetulan. Yang membunuh pemimpinmu... pastinya seseorang yang mengetahui tentang cincin ini... yang berarti..."
Dengan kedua matanya tertutup, Yoruko sedikit menganggukkan kepalanya.
"Guild «Golden Apple» hanya memiliki 7 orang yang tersisa... jadi dia pasti salah seorang dari kami. Tentu saja, kami telah berpikir mengenai hal ini, akan tetapi... kami tidak dapat mengetahui keberadaan semua orang pada saat itu... jadi kami mulai mencurigai satu sama lain, dan guild kami segera dibubarkan."
Keheningan yang pahit ini menutupi bagian atas meja.
——Ini benar-benar sebuah cerita yang tidak nyaman untuk didengar.
——Akan tetapi, ini benar-benar sesuatu yang mungkin terjadi.
Tidak jarang untuk melihat sebuah guild yang harmonis bubar tanpa adanya tanda-tanda ketidakharmonisan karena sebuah drop langka dengan kemungkinan satu banding sepuluh ribu yang mereka dapatkan.. Alasan mengapa kami tidak sering mendengar gosip seperti itu adalah karena orang-orang yang terlibat sebagian besar ingin melupakan mengenai hal-hal semacam ini.
Akan tetapi, masih ada sebuah pertanyaan yang perlu aku tanyakan kepada Yoruko.
Aku menghadap gadis yang lebih tua ini, yang sedang merendahkan kepalanya dalam sebuah sikap seseorang yang sedang mengalami depresi, mengumpulkan keberanianku dan bertanya,
"Aku ingin kamu untuk mengatakan sesuatu kepadaku. Nama dari tiga orang yang menolak menjual cincin itu adalah...?"
Yoruko terdiam untuk beberapa detik, dan kelihatannya telah membuat keputusan ketika dia mengangkat kepalanya dan menjawab dengan jelas,
"Kains, Schmitt…dan aku."
——Jawaban ini kurang lebih telah mengejutkanku. Yoruko tanpa berkata-kata memperhatikanku berkedip dan meneruskan dengan sebuah nada yang mencela diri sendiri,
"Hanya saja alasan aku menolaknya berbeda. Kains dan Schmitt adalah pejuang garis depan dan ingin menggunakannya untuk diri sendiri, dan bagiku... karena aku baru mulai berpacaran dengan Kains. Aku memprioritaskan perasaanku kepada pacarku dibandingkan keuntungan guild. Ini adalah sesuatu yang bodoh, bukan?"
Yoruko lalu menutup mulutnya dan melihat ke meja. Pada saat ini, Asuna, yang terus terdiam, tiba-tiba bertanya dengan sebuah nada yang lemah-lembut,
"Yoruko-san. Apakah kamu... masih sering berkomunikasi dengan Kains-san setelah guild-nya dibubarkan...?"
Yoruko masih melihat ke bawah sementara dia sedikit menggelengkan kepalanya.
"…Ketika guildnya dibubarkan, kami secara alami berpisah. Kami kadang-kadang bertemu untuk berbincang-bincang, itu saja... bila kami berada bersama untuk terlalu lama, kami hanya akan berpikir mengenai insiden cincin itu lagi. Sama seperti kemarin. Kami hanya setuju untuk makan bersama... akan tetapi hal seperti terjadi sebelum kami melakukannya..."
"Begitu... aku rasa kamu sudah sangat terpukul Maaf bertanya mengenai begitu banyak hal yang tidak ingin kamu beritahukan."
Yoruko hanya menggelengkan kepalanya.
"Tidak apa-apa. Dan... mengenai Grimlock..."
Aku tanpa sadar menegakkan punggungku setelah mendengar nama itu.
"… Dia adalah wakil pemimpin dari «Golden Apple», dan «suami» dari pemimpin guild. Tentu saja, ita berbicara mengenai SAO ini sendiri."
"Eh…pemimpinmu adalas seorang wanita?"
"Un. Pemimpinku memang benar-benar kuat... tetapi aku berbicara mengenai di area lantai tengah... dia adalah seorang pendekar pedang satu-tangan yang menakjubkan, cantik dan pintar... aku benar-benar mengaguminya. Jadi... bahkan sekarang, aku masih tidak percaya bahwa pemimpin kami telah terbunuh melalui sebuah metode licik seperti «Sleeping PK»..."
"…Grimlock pasti sangat terpukul karena hal ini. Kekasih yang dia nikahi telah..."
Setelah mendengar Asuna menggumam, tubuh Yoruko tersentak.
"Ya. Dia adalah seorang penempa pedang yang sangat lemah-lembut sebelumnya... tetapi setelah insiden ini terjadi, aku merasa bahwa dia telah menjadi sangat kasar... dia tidak pernah mengontak siapapun setelah guild kami dibubarkan, dan keberadaannya tidak diketahui."
"Begitu... maaf menanyakanmu pertanyaan-pertanyaan yang merepotkan ini, tetapi dapatkah kamu mengatakan kepadaku satu hal terakhir? Mengenai kemarin... apakah kamu rasa seseorang yang membunuh Kains mungkin adalah Grimlock? Sebenarnya, tombak hitam pendek yang ditusukkan kedalam dada Kains-san... kami memeriksanya dan menemukan bahwa tombak itu dibuat oleh Grimlock."
Pertanyaan ini sebenarnya menanyakan kepadanya apakah Kains mungkin adalah pembunuh yang sebenarnya dari «insiden cincin» yang terjadi setengah tahun yang lalu.
Yoruko merenung untuk beberapa saat dan kemudian sedikit menganggukkan kepalanya.
"…Benar... ada kemungkinan seperti itu. Tetapi Kains dan aku tidak pernah membunuh pemimpin kami dan mengambil cincinnya. Kami tidak dapat membuktikan bahwa kami tidak bersalah... tetapi bila pembunuh kemarin adalah Grimlock... dia mungkin ingin membunuh ketiga orang yang menentang penjualan cincin itu, Kains, Schmitt, dan aku..."
Asuna dan aku mengirim Yoruko kembali ke penginapan tempat dia tinggal dan menyerahkan kepadanya makanan untuk beberapa hari, mengatakan kepadanya untuk tidak meninggalkan ruangannya tidak peduli apa yang terjadi.
Kami memikirkan kesulitan baginya karena tidak boleh keluar, jadi kami memindahkannya ke kamar eksekutif yang terdiri dari 3 ruangan yang saling berhubungan dan membayar deposit untuk seminggu. Akan tetapi, kami tidak dapat bermain permainan komputer untuk menghabiskan wakti di Aincrad, dan ada batasan untuk dapat berada di dalam ruangan ketika seseorang sudah bosan, jadi kami berjanji kepadanya bahwa kami akan menyelesaikannya secepat mungkin dan meninggalkan penginapan.
"…Sebenarnya, aku akan merasa lebih aman bila kita dapat memindahkannya ke markas besar KoB..."
Bila kami memindahkan Yoruko ke markas besar KoB dan meminta perlindungan mereka, kami harus memberitahukan seluruh anggota guild apa yang benar-benar terjadi. Dengan kata lain, detil dari pembubaran «Golden Apple» akan terungkap. Aku rasa Yoruko menolak kami untuk melindungi kehormatan Kains.
Setelah kami tiba di alun-alun gerbang transfer, bel yang menandakan pukul 11 pagi berbunyi.
Hujannya akhirnya berhenti, tetapi ada selapis tebal kabut yang mulai terbentuk. Aku melihat Asuna, yang memakai pakaian berwarna hitam dan merah muda gelap di dalam kabut, dan berkata,
"Lalu, mari..."
"…?"
Asuna merasa sedikit bingung setelah mendengarku berhenti di tengah-tengah kalimatku.
Sekarang sudah sangat terlambat—— tetapi aku menyimpulkan bahwa kami perlu mengatakan sesuatu, jadi aku dengan sengaja terbatuk beberapa kali sebelum mengatakan,
"Ahem, tidak apa-apa. Un—yah... pakaian itu benar-benar cocok denganmu."
Ohh, aku baru saja mengatakannya. Sekarang aku adalah seorang pria kelas satu.
Pada saat aku mengatakan hal itu, Asuna dengan segera menunjukkan sebuah ekspresi terkejut. Dia dengan cepat mengarahkan jari telunjuk kanannya kepadaku dan menusuk dadaku, dengan marah menggeram,
"Ugh—! KAMU SEHARUSNYA MENGETAKAN HAL ITU KETIKA KITA PERTAMA BERTEMU!"
Setelah mengatakan itu, Asuna menyatakan, AKU AKAN BERGANTI PAKAIAN! Dan dengan cepat berbalik dengan sebuah kecepatan yang sangat cepat. Sisi wajahnya sudah memerah, tetapi ini pasti karena dia marah.
Aku tidak mengerti. Aku benar-benar tidak mengerti apa yang disebut dengan hati seorang wanita.
Asuna menggunakan rumah kosong di dekat sini untuk berganti dengan pakaian kesatrianya, mengibaskan rambutnya yang panjang dan dengan cepat bergerak ke arahku sebelum berkata,
"Lalu, apa yang akan kita lakukan berikutnya?"
"Ah, oke. Ada beberapa pilihan... yang pertama adalah pergi ke area lantai tengah untuk mendengar informasi mengenai seseorang yang bernama Grimlock ini dan menemukan dimana dia berada. Yang kedua adalah untuk mewawancarai anggota lain dari Golden Apple dan membuktikan kata-kata Yoruko-san. Yang ketiga... adalah menginvestigasi bagaimana Kains-san terbunuh. Kemungkinannya hanya ini saja."
"Un…"
Asuna melipat kedua lengannya di depan dadanya dan mulai merenung.
"Pilihan pertama itu terlalu tidak efisien bila hanya kita berdua. Berdasarkan hipotesis kita pada saat ini, bila kriminalnya itu benar-benar Grimlock, dia pasti sudah bersembunyi di suatu tempat. Pilihan kedua... anggota yang lainnya juga terlibat, jadi kita tidak dapat membuktikan kata-kata Yoruko-san..."
"Eh? Mengapa?"
"Apa yang akan terjadi bila kita mendapat informasi yang berlawanan dengan apa yang baru saja dikatakan Yoruko-san? Kita tidak dapat mengetahui siapa yang mengatakan yang sebenarnya, dan hal ini akan menjadi lebih kacau bagi kita. Kita perlu sudut pandang yang objektif untuk membantu kita membuat keputusan kita..."
"Lalu... pilihan ketiga adalah satu-satunya yang tersisa."
Kami saling memandang satu sama lain dan mengangguk.
Aku agak sedikit kasihan dengan Yoruko, tetapi Asuna dan aku menyelidiki kasus ini bukanlah karena kami mencoba mengetahui kebenaran di balik kematian dari pemimpin «Golden Apple», tetapi untuk menemukan metode «PK di dalam area» yang membunuh Kains.
Berdasarkan apa yang dapat kita lihat tadi malam, faktanya adalah kita hanya dapat menkonfirmasikan bahwa «Continuous Pierce Damage DOT diluar area tidak dapat dilakukan di dalam area». Karena itulah kami perlu berdiskusi secara menyeluruh mengenai apakah ada kemungkinan0kemungkinan lainnya.
"Akan tetapi... aku masih berharap bahwa seseorang yang lebih tahu dapat membantu kita..."
Aku menggumam, dan Asuna dengan segera mengerutkan alisnya dan menjawab,
"Walaupun begitu, benar-benar tidak adil untuk Yoruko-san bila kita menyebarkan informasi secara acak begitu saja. Lagipula, tidak ada seseorang yang cukup dapat dipercaya dan lebih kenal dengan sistem SAO dibandingkan kita..."
"…Ah."
Aku tiba-tiba memikirkan mengenai seorang pemain, dan kemudian segera menjentikkan jari.
"Ada seseorang yang seperti itu. Mari panggil dia keluar."
"Siapa?"
Aku mengatakan jawabannya, dan kedua mata Asuna terbuka lebar seperti buah longan[13].
Tidak ada komentar:
Posting Komentar